Bangka Barat

Jebol Plafon, Dua Napi Rumah Tahanan Muntok Kabur

WARTABANGKA, MUNTOK – Dua orang narapidana di Rumah Tahanan (Rutan) Muntok Kelas II B, Kabupaten Bangka Barat melarikan diri. Napi bernama Suhendra alias Jakai dan Satria Nurwega alias Kojek ini kabur pada Selasa ( 30/03 ) malam.

Menurut Kepala Rutan Muntok, Abdul Rasyid Meliala, dua napi tersebut berhasil kabur dengan cara menjebol plafon dan genteng. Lalu, mereka melompat ke dinding belakang dekat pagar belakang KPU Bangka Barat.

Dikatakan Abdul, kondisi pada saat malam itu tengah hujan deras dan lampu Rutan juga padam.

” Saat hujan deras, dengan cara menjebol plafon terus menjebol genteng. Satu kamar tiga orang. Dia melompat dinding belakang, pagar belakang KPU. Mereka pakai paku untuk menjebol plafon. Naik dindingnya nggak tahu juga,” kata Abdul, Rabu ( 31/3).

Abdul menjelaskan sebenarnya napi yang akan kabur terdiri dari 3 orang. Namun, satu orang napi berhasil ditangkap pada saat masih didalam rutan.

” Yang mau kabur tiga orang, satu orang ketangkap di dalam. Dua orang lagi kabur sampai sekarang dan petugas kami sudah saya suruh mencari sampai saat ini juga,” jelas Abdul.

Lebih lanjut, kata Abdul, pihaknya belum tahu persis bagaimana kronologi kejadian tersebut. Namun, yang pasti pihaknya saat ini masih melakukan pengejaran terhadap dua napi tersebut.

” Mungkin pada malam itu diajak sama – sama. Yang ngajak Si Kojek, tapi kami masih belum tahu juga karena kami masih di lapangan belum ada pemeriksaan, kami masih pengejaran juga,” tutur Abdul.

Selain itu, pihaknya saat ini juga berkoordinasi dengan Polres dan Polsek untuk pengejaran napi yang berhasil kabur.

” Dan kami juga ke Polres dan Polsek terdekat dan malam itu juga pihak Polres sama – sama membantu untuk melakukan pengejaran hingga saat ini kami masih melakukan pengejaran,” ucap Abdul

Dalam pengejaran ini, pihaknya juga menemui keluarga napi untuk membantu pihak Rutan agar tahanan tersebut segera menyerahkan diri.

” Saat ini saya lagi bertemu dengan keluarga Satria di daerah Jebus ketemu orang tuanya. Yang lain mungkin masih mengejar di daerah Muntok karena Suhendra dan tadi malam kita juga sudah bertemu dengan orang tuanya supaya membantu agar anak – anak mereka tersebut menyerahkan diri ke Rutan,” tukasnya. ( IBB )

Lakalantas di Pal 2 Akibatkan Tiang Traffic Light Hancur

WARTABANGKA, MUNTOK – Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Raya Pangkalpinang – Muntok Pal 2 Simpang 4 Sinar Menumbing. Kecelakaan tersebut terjadi antara pengendara truk dan pengendara sepeda motor pada Senin ( 29/3) sekira pukul 07.30 wib.

Kasatlantas, IPTU R.T.A Sianturi seizin Kapolres Bangka Barat, AKBP Fedriansah, saat dikonfirmasi membenarkan kejadian itu. Menurutnya, saat itu truk Fuso warna orange dengan nomor polisi BE 9205 AG yang dikemudikan Ozi Saputra, melaju dengan kecepatan rendah dari arah Pangkalpinang menuju Muntok.

Truk diduga mengalami rem blong sehingga menabrak mobil Suzuki Carry Pick up warna biru dengan nomor polisi BN 8136 RQ, yang di kendarai Bibi Yakub yang saat itu sedang berhenti dekat lampu merah di jalur sebelah kanan dari arah Pangkalpinang menuju Muntok.

Lalu, mobil pick up yang ditabrak tersebut juga menyenggol sepeda motor Mio Soul GT dengan nomor polisi BN 5255 RT yang dikendarai Citra. Selanjutnya, mobil Suzuki Carry Pick up terdorong kesebelah kanan.

” Kemudian Truck Fuso yang di kemudikan Ozi Saputra menabrak tiang Traffic Light yang berada di median tengah jalan,” ungkap dia, Senin ( 29/3).

Dilanjutkan Kasatlantas, tiang traffic light yang ditabrak, hancur. Akibat kecelakaan tersebut, mobil Suzuki Carry Pick up warna biru mengalami kerusakan.

Untuk pengendara truk dan mobil pick up tidak mengalami luka-luka. Sedangkan untuk pengendara sepeda motor hanya mengalami luka ringan.

” Hanya pengendara sepeda motor aja yg luka ringan, pengemudi roda enam maupun roda empat tidak ada luka, karena kendaraan roda empat berhenti menunggu lampu merah, truck fuso kecepatannya sudah rendah,” tutup Sianturi. (IBB )

KUB Nelayan Trisa Indah Terima Jaring Udang dari PT Timah

WARTABANGKA, MUNTOK– Mendukung nelayan untuk dapat meningkatkan hasil tangkapan, PT Timah kembali menyalurkan bantuan bagi kelompok nelayan. Kali ini, PT Timah menyerahkan bantuan 170 unit jaring udang untuk KUB Trisa Indah Desa Benteng Kota, Bangka Barat, Jumat (26/3).

Jaring udang ini akan dibagikan kepada 14 nelayan yang tergabung dalam kelompok Trisa Indah, dengan bantuan jaring ini diharapkan dapat meningkatkan hasil tangkapan udang nelayan saat memasuki musim tenggara bulan depan.

Bantuan ini disambut antusias para nelayan dan pemerintah desa, karena memang saat ini nelayan sedang dalam masa sulit untuk mencari ikan lantaran terkendala cuaca.

Ketua Kelompok Trisa Indah, Minzuardi mengapresiasi bantuan dari PT Timah yang telah membantu nelayan kelompoknya. Bantuan ini memang dibutuhkan, pasalnya nanti mereka akan menghadapi musim tenggara dimana banyak udang yang bermunculan. Sehingga jaring udang yang baru ini bisa meningkatkan hasil tangkapan udang mereka.

“Jaring ini akan kami bagikan untuk 14 anggota, satu orang dapatnya kemungkinan 13 pacs. Ini jadi persiapan kami untuk musim tenggara bulan depan, biasanya kalau musim tenggara banyak udang. Nelayan bisa nangkap sekitar 4-8 kg,” ujarnya.

Menurutnya, anggota kelompok mereka mencari ikan hanya sekitar 500 meter dari bibir pantai karena memang nelayan kecil yang hanya menggunakan perahu kolek, ada juga yang menggunakan mesin tempel.

“Kalau ngasil lumayan udang ini, sekitar Rp 100 ribu/kg, semoga nanti banyak hasilnya, karena nelayan kita hanya cari ikan paling sekitar 500 meter,” ujarnya.

Ia mengatakan, ini bukan pertama kali dibantu PT Timah, namun sebelumnya juga kelompok mereka pernah dibantu empat unit mesin tempel 3,5 PK. Saat ini, mesin itu telah berkembang menjadi enam unit.

“Kami pernah dibantu mesin tempel 3,5 PK, awalnya empat sekarang dikembangkan sudah jadi enam. Kami sangat terbantu dengan bantuan PT Timah ini yang memang sesuai kebutuhan nelayan. Semoga PT Timah semakin banyak hasilnya, sehinga bisa bantu kami lagi,” harapnya.

Senada, diungkapkan Martin yang menyampaikan apresiasinya kepada PT Timah, Ia berharap PT Timah bisa terus eksis sehingga bisa semakin sering membantu masyarakat.

“Kami memang perlu jaring udang ini untuk persiapan musim tenggara ini, tapi kalau pukat udang ini kan hanya waktu tertentu digunakan, beda dengan jaring ikan yang memang sering dipakai. Semoga nanti bisa dibantu jaring ikan, tapi ini kami juga sudah terimakasih sekali dibantu PT Timah,” ujaranya.

Mustofa nelayan lainnya juga mengatakan hal serupa, menurutnya bantuan ini sangat membantu mereka. Jika harus membeli dengan uang sendiri rasanya agak cukup berat apalagi dengan kondisi pandemi Covid-19.

“Iya terimakasih sekali, kalau mau beli sendiri ini kalau kita dapat 13 pacs bisa sampai Rp 2 jutaan. Ini kita jadi enggak beli dan untuk persiapan musim tenggara. Kami dulu juga dibantu mesin tempel. Terimakasih lah kepada PT Timah,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Benteng Kota Saprul mengatakan, bantuan ini memang dibutuhkan nelayan. Diharapkannya, dengan bantuan hasil tangkapan udang nelayan bisa bertambah.

“Kami terimakasih kepada PT Timah sudah membantu nelayan kami, apalagi di saat kondisi ekonomi saat ini. Kalau beli sendiri kan lumayan ini, pemerintah desa juga tidak bisa berbuat banyak untuk membantu karena ada beberapa aturan,” ujarnya.

Menurutnya, saat ini di Desa mereka ada empat kelompok nelayan. Namun, bantuan ini juga diberikan secara bergilir dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing kelompok.

“Ada empat kelompok nelayan, sebelumnya PT Timah juga pernah membantu untuk membuat pondok tempat istirahat nelayan di dekat berlabuhnya kapal,” tutupnya.(rls)

Brigjen TNI Sulistiyono Yakin Kegiatan TMMD di Bangka Barat Selesai Tepat Waktu

WARTABANGKA, MUNTOK – Ketua Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) TMMD ke-110 Korem 045 Garuda Jaya dari Mabes TNI Angkatan Darat, Brigjen TNI Sulistiyono merasa yakin dengan sisa waktu yang telah ditentukan, pembangunan akses jalan Desa Air Limau, Desa Air Putih dan Pelabuhan Tanjung Ular sepanjang 13,8 kilometer maupun kegiatan lainnya akan selesai tepat waktu.

“Saya selaku pengawas dan evaluasi dari Jakarta dalam hal ini mewakili Bapak Kepala Staf Angkatan Darat sudah melihat langsung pelaksanaan TMMD dimana sasarannya cukup banyak dan secara progress sudah tercapai dengan sisa waktu yang ada, saya yakin bisa diselesaikan karena masih ada sisa waktu satu minggu lagi,” jelas Sulistiyono kepada wartawan saat dijumpai di Bukit Menumbing, Kamis (25/3).

Menurut dia, pihaknya bersama rombongan juga meninjau pembukaan akses jalan, pembuatan lapangan volly, gorong – gorong dan jembatan maupun bedah rumah atau rumah tidak layak huni.

Ia melihat dari segi kualitas dan pencapaiannya sudah cukup bagus. Oleh karena itu, dirinya mengharapkan kegiatan tersebut seperti ini kedepannya bisa dikembangkan dan diteruskan karena ini sangat bermanfaat kepada masyarakat.

Selanjutnya, dijelaskan Sulistiyono, seyogyanya kegiatan ini berdasarkan atas kemampuan pemerintah daerah. Hal ini dikarenakan anggarannya dikeluarkan oleh pemda. Di kegiatan ini, TNI, katanya, hanya membantu tenaga untuk bangunan dan sebagainya.

“Kita bersinergi dengan pemerintah daerah setempat sehingga diharapkan kualitasnya lebih bagus karena tenaganya udah nggak dihargain lagi, dan kita TNI juga sudah ada biaya makan dari dinas angkatan darat sendiri,” ujarnya.

Sulistiyono mengaku sangat puas dengan kegiatan TMMD ke-110 yang dilakukan oleh Kodim 0431/BB yang adalam hal ini dipimpin oleh Dandim 0431/BB, Letkol Agung Wahyu Perkasa.

“Memuaskan dan menggembirakan, artjnya yang tadi nya perkebunan bisa dibuka karena selama ini katanya ada kendala, sekarang sudah lancar dan terbuka lebar, tinggal pengerasan. Artinya sudah dirintis oleh TMMD ini,” ungkapnya.

Untuk itu, Sulistiyono sangat yakin kedepannya, pembangunan Pelabuhan Tanjung Ular ini akan lebih cepat karena akses jalannya sudah dibuka.

“Dan dari segi kualitas dengan waktu hanya 30 hari ini sungguh menggembirakan,” tukas Sulistiyono. ( IBB )

Dandim Bangka Barat: Pengerjaan Jalan Desa Air Limau-Tanjung Ular Sudah Mencapai 10,3 Kilometer

WARTABANGKA, MUNTOK – Pengerjaan jalan yang menghubungkan Desa Air Limau, Air Putih dan Pelabuhan Tanjung Ular dalam kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-110 saat ini sudah mencapai 77 persen atau 10,3 kilometer.

Hal ini disampaikan oleh Dandim 0431/Bangka Barat, Letkol Inf. Agung Wahyu Perkasa saat memaparkan progress kegiatan TMMD ke 100 kepada Tim Pengawasan dan Evaluasi ( Wasev ) Mabes TNI Angkatan Darat di Posko 1 di Desa Air Limau, Kecamatan Muntok, Kamis ( 25/3).


Agung mengatakan untuk sasaran yang berada di Desa Air Limau masih kurang lebih 1 kilometer.

“Kemarin kami sempat mengukur antara 1,3 sampai dengan 1,5, secara maksimal 1,5 kilometer. Di Air Belo semuanya sudah terbentang terbuka dan sudah kami rapikan,” kata Dandim.

Dandim menjelaskan akses jalan di Desa Air Putih ini terdapat kurang lebih 1,5 kilometer lagi.

“Karena setelah nanti diujung jalan itu ada rawa-rawa yang sudah dipadatkan dan bisa dilalui. Untuk sementara waktu jalan tersebut sudah bisa digunakan oleh masyarakat baik yang berkebun sawit ataupun berkebun yang lain,” ujar Dandim.


Lalu, dia menuturkan terkait kegiatan sasaran fisik dalam hal ini Rumah Tidak Layak Huni ( RTLH ) secara keseluruhan sudah mencapai 81,3 persen yang mana satu rumah sudah 92 persen.

” Sudah hampir selesai dan selanjutnya akan diperkuat personel menuju sasaran kedua baru tercapai 72,6 persen,” jelasnya.

Lebih lanjut, Dandim menerangkan terkait renovasi lapangan voli sudah hampir selesai dan sebentar lagi akan bisa digunakan oleh masyarakat karena sudah tercapai 99 persen.

” Sosialisasi dan penyuluhan ada 12 kegiatan yang 8 kegiatan sudah mencapai 90 persen artinya tiga desa sudah merasakan. Empat kegiatan baru dua desa dan 1 desa lagi yang akan kita lakukan dalam minggu ini akan kita selesaikan. Pembagian sembako sudah tiga desa,” tukas Dandim.

Sementara, dalam kegiatan ini, Tim Masev yang hadir adalah Brigjen TNI Sulistiyono dari Markas Besar Angkatan Darat ( Mabesad ) di Jakarta didampingi Kapten Inf. Aflahal Mukmin.

Hadir pula Kasdam II/Sriwijaya, Brigjen TNI M. Zamroni, S.I.P, Kasrem 045/Gaya Kolonel Inf. Joko Suyanto serta Wakil Asisten Teritorial ( Waster ) Kodam II/Sriwijaya Raden Novi Setiana, S.IP.

Menurut Ketua Tim Masev, Brigjen TNI Sulistiyono, kegiatan TMMD ke 110 tahun anggaran 2021 yang saat ini sedang berjalan bertujuan untuk mengukur kinerja organisasi satuan tugas TMMD mulai dari tahap perencanaan persiapan pelaksanaan sampai dengan pengakhiran.

” Dengan harapan kegiatan TMMD dapat berjalan secara optimal, efektif dan efisien meskipun masih dalam situasi pandemi covid-19,” kata Sulistiyono.

Adapun tujuan kegiatan TMMD, selain untuk membantu percepatan pembangunan di daerah, juga untuk membantu mengatasi kesulitan rakyat serta sebagai sarana untuk mempercepat mempererat kemanunggalan TNI dan rakyat. (IBB)

” Keenam, dalam pelaksanaan kegiatan tmmd ini tetap perhatikan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran covid-19 tanpa mengurangi makna dan semangat gotong royong,” imbuh Sulistiyono. ( IBB )

Lima Tahun Pimpin Bangka Barat, Markus Akui Banyak Hadapi Dinamika

WARTABANGKA.COM, MUNTOK – Markus resmi melepas jabatannya sebagai Bupati Bangka Barat pada Selasa (23/3). Selama tiga tahun jadi wakil bupati dan dua tahun menjadi Bupati Bangka Barat periode 2016-2021, dia mengatakan banyak dinamika yang dihadapi, baik berupa pencapaian, prestasi maupun kendala.

Berbagai kendala yang dihadapi tersebut merupakan sebuah tantangan yang harus dihadapi bersama dan bukan menjadi hambatan dalam membangun dan mengembangkan Negeri Sejiran Setason.

Dalam menjalankan amanah tersebut tentu tak lepas dari partisipasi semua pihak terkait baik dari kalangan birokrat maupun rakyat. Tanpa dukungan dan partisipasi yang solid dari seluruh elemen masyarakat tentu saja kemajuan dan pembangunan kabupaten yang kita cintai bersama ini mustahil untuk terealisasi.

” Prioritas utama kita menjalani amanah rakyat ini adalah untuk merangkul segenap kekuatan masyarakat, menungkatkan komunikasi yang tidak berjarak dan semakin meningkatkan partisipasi masyarakat, meningkatkan perhatian untuk mendotong pertumbuhan dunia usaha, prioritaskan penanggulangan kemiskinan, pelayanan kesehatan dan kesempatan pendidikan untuk mengurangi kesenjangan sosial serta jalin kerja sama antardaerah maupun instansi terkait lain yang mempunyai potensi untuk mendukung dan menyokong pembangunan di Kabupaten Bangka Barat,” kata Markus dalam acara pelepasan purna tugas Bupati Bangka Barat, Selasa (23/3) malam.

Dijelaskan Markus, sebagai salah satu daerah pemekaran, tentu saja Kabupaten Bangka Barat ini masih perlu terus dibangun, dan dikelola dengan optimal, serta masih membutuhkan inovasi dan sentuhan kreatifitas dari seluruh elemen terkait sehingga nantinya kabupaten ini dapat semakin maju dan memiliki daya saing yang setara dengan daerah lain.

” Hal ini sebenarnya merupakan wahana kita untuk dapat berkontribusi dalam mewujudkan masa depan bersama yang lebih baik,” jelas Markus.

Dia menyadari kepemimpinannya sebagai wakil bupati dan bupati dalam hal penyelenggaraan pemerintahan, masih terdapat kekurangan dan kelemahan. Apabila selama kepemimpinannya ada keberhasilan, itu semua berkat kejasama seluruh OPD, instansi terkait dan dukungan seluruh komponen masyarakat.

” Marilah kita bangun terus kerjasama dan senantiasa saling bahu membahu guna perbaikan di masa yang akan datang sehingga pembangunan di Bangka.Barat ini dapat semakin signifikan. Semoga di masa yang akan datang, kesejahteraan masyarakat akan semakin baik, sesuai dengan harapan dan tujuan terbentuknya Kabupaten Bangka Barat yang kita cintai bersama ini,” tutup Markus. ( IBB )

Markus Resmi Lepas Jabatan Sebagai Bupati Bangka Barat

WARTABANGKA, MUNTOK – Markus resmi melepas jabatan sebagai Bupati Bangka Barat sisa masa jabatan 2016-2021 pada Selasa (23/3). Untuk sementara Sekda Bangka Barat, Drs. Muhammad Soleh akan menjabat sebagai PLH sampai bupati terpilih hasil Pilkada 2020 dilantik.

Sementara, acara serah terima jabatan dan pelepasan purna tugas Markus dilakukan di Rumah Dinas Bupati Bangka Barat, Selasa malam.

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua DPRD Bangka Barat, Marudur Saragih, Kapolres, AKBP Fedriansah, Dandim 0431/BB, Letkol Inf. Agung Wahyu Perkasa, Kepala Kejaksaan Negeri Bangka Barat, Helena Octavianne, kepala OPD di lingkungan Pemkab Babar dan segenap tamu undangan lainnya.

Markus mengatakan pada kesempatan ini, ia beserta sang istri, Evi Astura Markus mengucapkan permintaan maaf dan mohon pamit kepada seluruh hadirin tamu undangan serta seluruh masyarakat Bangka Barat.

” Apabila selama saya menjabat sebagai bupati maupun ibu sebagai ketua TP-PKK dan sebagai penasehat DWP Kabupaten Bangka Barat terdapat banyak kekhilafan serta kekeliruan,” kata Markus dalam sambutannya.

Markus berharap semoga apa yang telah ia lakukan untuk Bangka Barat ini dapat membawa kabupaten yang dicintai ini ke arah yang lebih baik.

” Tak lupa pula saya mengharapkan agar silaturahmi ini dapat terus terbina dan terpelihara,” ucap Markus.

Selain itu, Markus juga mengucapkan selamat kepada Muhammad Soleh selaku Plh. Bupati Bangka Barat yang akan betugas sementara dalam memimpin penyelenggaraan pemerintahan di kabupaten Bangka Barat.

” Saya yakin dan percaya dengan kemampuan dan pengalaman yang dimiliki oleh beliau tentu akan mampu menjalankan tugas yang diembankan tersebut dengan baik,” tukas Markus.(IBB)

Warga Desa Air Limau Pertanyakan Nilai Ganti Rugi Lahan Pembangunan Jalan

WARTABANGKA, MUNTOK – Warga Desa Air Limau mempertanyakan soal nilai ganti rugi lahan terkait pembangunan akses jalan yang menghubungkan Desa Air Limau, Air Belo dan Pelabuhan Tanjung Ular dalam program TNI Manunggal Membangun Desa ( TMMD).

Menurut Kepala Desa Air Limau, Jupri masyarakat setempat masih bertanya-tanya tentang surat perjanjian nilai ganti rugi lahan dan tanaman di area penggunaan lain (APL) tersebut.

Warga, katanya, telah menyepakati hal ini namun sampai saat ini surat tersebut belum selesai. Apabila belum ada konfirmasi ke masyarakat mengenai nominal ganti rugi tersebut, warga meminta penggarapan lahan jangan dilaksanakan dulu.

“Misalnya lahan si A ini 1.000 meter, tanam tumbuhya sekian batang, nah penandatanganan itu, dikumpulkan masyarakat kan, sudah itu sebelum ada konfirmasi berapa nominal harga tanam tumbuh dan tanah itu, jangan dilaksanakan penggarapan,” kata Jupri, Senin (22/3/).

Dia menjelaskan masyarakat bukan menolak, tapi ingin tahu dulu berapa ganti rugi yang bakal mereka terima. Namun, di lapangan ternyata ada alat berat yang sedang menggarap lahan, sehingga masyarakat mengadu ke pihak pemerintah desa.

“Jadi terpaksa saya berhentikan dulu ( alat beratnya-red) daripada masyarakatnya rusuh kan. Ya setidaknya ada penilaian dulu, tanda tangan masyarakat baru silahkan, misalnya si A ini 10 juta,” jelasnya.

Ia menuturkan hingga kini pihak ATR/BPN Bangka Barat belum juga menyelesaikan penilaian ganti rugi lahan masyarakat. Hal itu kata dia, menjadi serba salah. Dia menegaskan mau tidak mau mengikuti apa yang telah disepakati dengan masyarakat.

“Mereka menginginkan dapat nilainya baru ( pekerjaan-red) boleh lanjut. Misalnya sudah ada surat tanda tangan baru bisa digarap. Karena perjanjian kemarin itu perjanjian tanam tumbuh,” kata Jupri.

Sedangkan soal tanah desa, ia mempersilahkan untuk digarap, sebab ganti ruginya bukan berupa uang, tapi lahan. Jupri kembali menegaskan, pihaknya bukan menolak kegiatan TMMD, tetapi ingin kejelasan nilai ganti ruginya dulu sesuai kesepakatan awal.

“Jadi kita bukan menolak, kita bahkan juga (berpartisipasi-red), apa yang dapat kita laksanakan untuk menunjang TMMD ini,” tegasnya.

Sebab kata Jupri, bila masyarakat belum mengetahui nilai ganti ruginya sementara lahan sudah digarap, nantinya mereka mau tidak mau harus menerima berapa pun nominal yang diberikan. Sedangkan masyarakat, katanya, tidak tahu harus mengadu kemana bila mereka merasa keberatan terkait hal tersebut.

“Kalau sudah digarap ini bayaran kamu, mau nggak mau. Kalau ada nilainya keluar itu kan misalnya tahu si A berapa, kalau itu ada surat perjanjian kayak kemarin, berarti walaupun belum dibayar berarti masyarakat sudah deal. Intinya bukan menolak tapi kita menyampaikan aspirasi masyarakat,” tukasnya. ( IBB/RLS )

Amankan Pelaku Pembunuhan Sadis, Dua Bhabinkamtibmas Dapat Reward dari Kapolres Bangka Barat

WARTABANGKA, MUNTOK – Kapolres Bangka Barat, AKBP Fedriansah memberikan penghargaan kepada dua orang anggota bhabinkamtibmas yang berhasil mengamankan pelaku pembunuhan sadis di desa Air Kuang Jebus beberapa waktu lalu.

Penghargaan ini diserahkan saat upacara di Mako Polres Bangka Barat, Senin (22/3). Dua anggota Bhabinkamtibmas yang mendapatkan reward yakni Bripka Abdullah, dan Briptu Sandi Miranda.

Kapolres menjelaskan peristiwa nahas yang sempat menggegerkan warga setempat tersebut terjadi pada tanggal 14 Maret 2021. Awalnya pelaku Muhammad Sarkawi ( 53 ) mendatangi rumah korban yakni Bakar ( 55 ) yang diduga selingkuhan istrinya tersebut. Saat itu, Bakar sedang duduk bersandar di rumahnya.

” Sebelumnya pelaku sudah mempersiapkan diri untuk melakukan penganiayaan karena diawali dengan mempersiapkan parang yang dia bawa ke TKP terjadinya penganiayaan. Sehingga mengakibatkan korban meninggal dunia , di karnakan cemburu,” jelas kapolres.

Kapolres menyebutkan sang istri, Umiati ( 51 ) langsung dihabisinya hingga meninggal dunia. Sementara itu anak mereka, Uci Febrianti ( 21 ) yang coba menghalangi ikut terkena tebasan parang hingga luka berat di tangan.

Dalam kesempatan itu, Kapolres Bangka Barat mengucapkan selamat dan terimakasih kepada dua orang anggota bhabinkamtibmas yang berprestasi.

” Kepada anggota yang berprestasi kita kasih apresiasi pagi ini ada dua orang anggota Babinkamtibmas melaksanakan tugasnya dengan baik dan berhasil menangkap pelaku pembunuhan yang lumayan sadis bahkan tergolong sadis, dengan keberaniannya dan kemauan serta kesadaran baik sebagai anggota Polri hadir, dengan resiko yang tidak bisa kita prediksi tapi alhamdulillah kalau niatnya baik bekerja dengan sungguh-sungguh semuanya bisa dilaksanakan dengan baik , dan selamat kepada dua bhabinkamtibmas jadi contoh buat kita semua,” tutup Kapolres. ( IBB )

GAJI PHL dan GTT PTT Bangka Barat Naik Rp150 Ribu

WARTABANGKA, MUNTOK – Seluruh pegawai Harian Lepas ( PHL ) termasuk Guru Tidak Tetap dan Pegawai Tidak Tetap ( GTT PTT ) di Kabupaten Bangka Barat menerima kenaikan gaji mulai tanggal 1 Januari 2021.

Menurut Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD ) Bangka Barat, Abimanyu, kenaikannya hanya sebesar 135 hingga 150 ribu rupiah saja.

“Kenaikan gaji hanya sebesar 135 sampai dengan 150 ribu, adalah untuk jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian dan jaminan hari tua BPJS tenaga kerja,” kata Abimanyu, Minggu ( 21/3).

Dirinya menjelaskan alasan kenaikan tersebut diberlakukan, karena selama ini GT PTT memang belum mempunyai Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM) dan Jaminan Hari Tua (JHT).

Selain itu, gaji PHL di Bangka Barat masih jauh dibawah Upah Minimum Regional ( UMR ).

” Selama ini GTT dan PTT belum ada JKK, JKM dan JHT. Semua tenaga kerja seharusnya dilindungi asuransi ketenagakerjaan. Gaji PHL Bangka Barat masih jauh dibawah UMR,” tukasnya. ( IBB )