Belitung Timur

Ranto Nilai Pengawasan Dinas PUPR Lemah

WARTABANGKA, PANGKALPINANG – DPRD Bangka Belitung (Babel) menyayangkan masih lemahnya pengawasan Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR Perkim).

Seperti halnya terhadap pelaksanaan kegiatan fisik.

“Tahun ini, kami masih menemukan masalah lemahnya pengawasan oleh dinas pada pelaksanaan kegiatan fisik. Sebagai contoh, untuk Dinas PUPR pada kegiatan talud dan siring yang harus dibongkar pasang karena tidak sesuai dari komposisi bahan maupun bentuk fisiknya,” jelas Sekretaris Fraksi Partai Demokrat, Ranto Sendhu, Kamis (23/9).

Termasuk juga, kata Ranto, terhadap pengerjaan Hotmix jalan yang terjadi di depan kantor Bupati Belitung Timur (Beltim )yang pengerjaannya bahkan harus dikerjakan berulang-ulang.

“Hal ini mengindikasikan bahwa pengawasan pelaksanaan pekerjaan masih kurang maksimal,” jelasnya.

Untuk itu, lanjut Ranto, pihaknya meminta masalah ini segera diperbaiki dan selanjutnya segera meningkatkan pengawasan tersebut sesuai dengan petunjuk teknis yang telah ditetapkan.

“Selain itu, kami juga merasa bahwa koordinasi dan komunikasi pelaksanaan kegiatan antara komisi dengan dinas teknis masih lemah. Hal ini tentunya membuat fungsi pengawasan menjadi tidak maksimal,” imbuhnya.

Sebelumnya, kondisi jalan yang sedang dalam pengerjaan di Beltim juga mendapat perhatian dari Gubernur Babel, Erzaldi Rosman.

Ia pun langsung meninjau beberapa titik ruas jalan provinsi itu yang ditemukan bergelombang.

Gubernur pun langsung memerintahkan Dinas PUPR Babel untuk segera melakukan perbaikan secepatnya dari pihak kontraktor mengingat hingga kini belum adanya serah terima pekerjaan.

“Yang terpenting, pekerjaan dilakukan sesuai dengan standar yang ditentukan, sehingga apabila menemukan yang tidak standar harus segera dibenahi,” tegasnya. (*/ryu)

Belitung Darurat BBM, Eka Budhiarta Minta Pertamina Tambah Kuota

WARTABANGKA, SUNGAILIAT – Kabupaten Belitung dan Belitung Timur saat ini mengalami darurat bahan bakar minyak (BBM). Hal tersebut dibuktikan dengan pemandangan yang terlihat dari antrean panjang kendaraan bermotor di sejumlah SPBU yang ada di Pulau Belitung.

“Pemandangan yang luar biasa. Jadi antrean kendaraan sudah menjadi pekerjaan baru setiap pagi hari, dan ini kita tidak tahu sampai kapan,” kata Anggota DPRD Babel Dapil Belitung, Eka Budhiarta kepada sejumlah wartawan di Sungailiat, Kabupaten Bangka, Selasa (21/9).

Dia mengungkapkan, banyak para pengguna kendaraan bermotor mengaku kecewa karena tidak kebagian BBM meski sudah mengantre cukup lama di SPBU.

Oleh sebab itu, menurut dia, kunci utama untuk mengatasi permasalahan tersebut yakni, meminta kuota tambahan BBM kepada Pertamina serta melakukan pengawasan secara berkala agar pendistribusian BBM tersebut betul-betul tepat sasaran.

“Kuncinya itu pengawasan secara optimal dan komprehensif secara terpadu, artinya melibatkan semua pihak, mulai dari Satpol PP hingga TNI/Polri, karena memang (permasalahan-red) ini sudah sangat luar biasa,” ujarnya.

Selain itu, dia menambahkan, permasalahan ini juga harus ada turun tangan dari kepala daerah. Dia mencontohkan, Bupati Bangka Barat telah mengeluarkan surat edaran terkait aturan pengisian BBM bagi pengguna kendaraan bermotor dan pengerit.

“Artinya dibagi (pengisian BBM-red) untuk transportasi dari jam sekian sampai jam sekian dan untuk pengerit juga diatur dari jam sekian sampai jam sekian,” terangnya. (DEI)

Pemprov Babel Siapkan 400 Bed untuk Isolasi Terpadu Pasien Covid-19

WARTABANGKA.COM, PANGKALPINANG – Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menyiapkan 400 bed atau tempat tidur bagi warga yang terpapar Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) untuk menjalani isolasi terpadu (isoter).

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Satgas Covid-19 Babel, Erzaldi Roesman saat memimpin rapat evaluasi penetapan pemberlakuan pembatasan kebijakan masyarakat (PPKM) level 4 di Ruang Pertemuan Makorem, Selasa (3/8).

“Ada beberapa kebijakan yang sudah didiskusikan dengan forkopimda, salah satunya kita tidak lagi kedepankan isolasi mandiri (isoman) , tetapi mendorong untuk diberlakukan isoter seperti dulu waktu kita bisa menekan kasus covid di Babel,” ujarnya.

Ia menilai, isoman ini menjadi penyebab kasus meningkat, ditambah kurang disiplinnya warga yang menjalani isoman.

“Provinsi sudah tetapkan asrama haji dan balai latihan kerja, menampung 400 orang,” imbuhnya.

Erzaldi meminta, agar kabupaten/kota juga menyiapkan isoter di daerah masing-masing, bahkan bila diperlukan di setiap kecamatan, agar setiap warga yang terpoar bisa masuk dalam isoter terdekat dengan pemukimannya.

“Kami berharap isoter lainnya tidak saja dibentuk di level provinsi tapi di level kabupaten dan kota dibuat, dekatkan dengan lokasi pemukiman wilayah tinggal, juga harus ditingkatkan dan didorong untuk dilaksanakan di kecamatan,” pintanya.

Untuk kebutuhan makan dan minum, nantinya satgas bersama TNI Polri akan membuka dapur umum di tempat isoter tersebut termasuk nantinya dilengkapi obat-obatan yang dibutuhkan oleh pasien. (two/*)

Herman Suhadi: Bayar Pajak Nyaman, Penerimaan Aman

WARTABANGKA, DENDANG – Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Herman Suhadi meninjau langsung pelayanan pajak yang ada di Kabupaten Belitung Timur (Beltim).

Didampingi Sekretaris DPRD, M. Haris AR, AP, MH dan Kepala UPTB Beltim, Erwinsyah, SE, Herman turun langsung memantau proses pelayanan pajak Samsat Keliling (Samling), di Desa Jangkang, Kecamatan Dendang Kabupaten Beltim, Selasa (25/5).

Dalam kunjungannya, Herman Suhadi menyempatkan diri menyapa dan berbincang dengan dengan beberapa warga desa Dendang yang sedang membayar pajak.

Salah seorang warga menyampaikan, sangat terbantu sekali dengan adanya program Samling. Disamping memudahkan membayar pajak kendaraan bermotor juga masyarakat tidak harus jauh-jauh mengunjungi kantor samsat yang ada di Kecamatan Manggar.

Herman Suhadi dihadapan Kepala UPTB mengatakan, pemerintah dalam hal ini Pemprov Babel harus dapat memberikan pelayanan terbaik bagi wajib pajak dan juga penyediaan fasilitas yang memadai.

Sehingga dapat memberikan kenyaman bagi masyarakat pada saat melaksanakan kewajibannya dalam membayar pajak.

“Masyarakat yang datang untuk membayar pajak harus kita layani sebaik mungkin, begitu juga dengan sarana dan prasarananya. Untuk apa? Untuk memberikan kenyamanan. Dan itu sudah menjadi kewajiban kita,” kata Herman.

Lebih jauh Politisi PDIP ini menyampaikan, dimasa pandemi seperti saat ini pajak merupakan beban bagi masyarakat.

Ketika masyarakat sudah terbebani oleh biaya pajak, jangan sampai dalam melaksanakan kewajibannya juga dipersulit, rumit dan tidak praktis.

Untuk itu kenyamanan masyarakat sebagai wajib pajak merupakan hal yang terpenting sehingga akan mengurangi beban masyarakat dalam melaksanakan kewajibannya.

“Bayar pajak dengan nyaman, penerimaan pun aman,” tukas Herman.

Ditambahkan Kepala UPT. Badan Keuangan Daerah Babel Erwinsyah, pelayanan Samsat keliling ini diberikan untuk memudahkan masyarakat agar taat hukum dan membayar kewajiban membayar pajak kendaraan. (*/rls)