Belitung

Kunjungi BBI Tanjung Rusa, Ketua DPRD Harap Bisa Menghasilkan PAD

WARTABANGKA, MEMBALONG – Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Herman Suhadi kembali melakukan kunjungan ke salah satu balai benih ikan milik Provinsi Babel, di Tanjung Rusa Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung, Jumat (8/10).

Hal itu dilakukannya guna melihat langsung potensi-potensi yang dapat dikembangkan pada balai tersebut, sehingga dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Bangka Belitung.

“Kita (DPRD) berharap balai ini bisa menghasilkan PAD yang maksimal untuk daerah. Ini peluang, hanya bagaimana caranya kita bisa mengelolanya lebih baik,” katanya.
 
Lebih jauh ia menambahkan, saat ini Kepulauan Bangka Belitung sendiri sudah banyak petani yang memanfaatkan peluang bisnis dari budidaya udang vaname.

Momentum ini harus dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin.

Untuk itu DPRD dan pemprov harus mendorong para petani untuk mengambil bibit/benur dari balai benih ikan Tanjung Rusa, sehingga para petani tidak perlu lagi harus mengirim benur dari luar Bangka Belitung.

“Kebutuhan benur di Kepulauan Bangka Belitung sendiri sangat luar biasa. Sehingga kita berharap bagi para petani udang dapat mengambil sumber benur dari balai ini,” jelas Herman.

Dirinya pun menyayangkan, masih banyak petani yang mengambil bibit/benur dari luar pulau Bangka dan Belitung, ketika balai benih ikan Tanjung Rusa sendiri sudah bisa memproduksi benur untuk memenuhi kebutuhan para petani udang.

Terkait permasalahan status lahan yang sampai saat ini belum tuntas, dirinya berjanji akan memanggil pihak-pihak yang berkompeten untuk mencari solusi.

Sehingga, balai dapat memaksimalkan potensi-potensi yang selama ini ada, tetapi belum tergarap dengan maksimal.

“Ketika lokasi ini Clear, saya pikir kita bisa melangkah lebih jauh. Bisa-bisa ketika kita sudah melaksanakan jauh kedepan, tiba-tiba kita harus balik ke belakang status lahan yang sampai saat ini belum jelas,” tukasnya.

Di kesempatan yang sama, Kepala Balai Pembenihan Ikan Tanjung Rusa Harun mengatakan bahwa saat ini untuk benih ikan laut (Kerapu) saja masih kekurangan.

Sehingga balai berusaha semaksimal mungkin untuk penyediaan benih, terutama dari indukan milik sendiri, disamping mendatangkan benih dari luar untuk kemudian dilakukan pembesaran dan didistribusikan kepada para petani.

“Untuk benih ikan yang ada di balai semua kita distribusikan kepada para petani keramba jaring apung yang ada di Bangka Belitung,” katanya.

Balai Benih Ikan Tanjung Rusa ini sendiri bergerak pada pembenihan budidaya air payau dan air laut.

Adapun benih yang dikembangkan diantaranya beberapa jenis ikan kerapu, kakap putih (Barramundi) dan benur (Vaname). (*/rls)

DPRD Babel Wacanakan Pembangunan SMK di Belitung

WARTABANGKA, TANJUNGPANDAN – Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Herman Suhadi menyampaikan, DPRD Babel beberapa hari lalu melalui rapat pembahasan anggaran RKUA-RPPAS telah merencanakan dan mengusulkan untuk dibangunnya sebuah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Pulau Belitung.

“Itu usulan dari kita sebagai anggota DPRD Bangka Belitung karena kita menilai dan mendapat masukan dari masyarakat, disana hanya tersedia satu sekolah menengah,” katanya saat melakukan kunjungan di SMAN 2 Tanjungpandan, Jumat (8/10).

Lebih jauh dia mengatakan, untuk di kecamatan itu (Membalong) sendiri ada lima SMP sehingga lulusan SMP sulit ditampung di satu sekolah menengah.

Sedangkan untuk melanjutkan pendidikan ke sekolah di Tanjungpandan, jarak mencapai 53 kilometer membuat siswa tak masuk dalam zonasi.

“Kami (DPRD) mendapat laporan dari masyarakat, anak kami tidak sekolah. Oleh karenanya, itu menjadi perhatian kita. Kita merencanakan ada pembangunan SMK baru di Desa Lassar, Membalong,” jelas dia.

Lokasi pembangunan SMK itu pun merupakan hibah dari masyarakat setempat.

Rencana pembangunan sekolah telah ditindaklanjuti dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) kebijakan umum anggaran dan prioritas plafon anggaran sementara (KUA-PPAS) APBD Bangka Belitung 2022.

Terkait bidang kejuruannya, Herman molen sapaan akrabnya mengatakan akan menyesuaikan dengan kebutuhan yang ada di daerah tersebut (Belitung).

“Kalau melihat potensi daerahnya, mungkin kita akan mengusulkan untuk SMK Pertanian karena membalong merupakan kawasan agro dan pertanian,” pungkasnya.

Sementara itu, menurut Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah V Provinsi Bangka Belitung Adi Zahriadi menyebutkan, bahwa wacana pembangunan SMK di Membalong ini memang sudah ada sejak Tahun 2019.

Pihaknya pun sudah menyusun proposal alokasi pembangunan sekolah ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud)
.
“Informasinya memang rencana pembangunan ini sudah disetujui pada KUA-PPAS Babel 2022. Tapi kami belum menerima salinan dokumennya, sehingga saat ini kami masih menunggu instruksi lebih lanjut,” katanya. (*/rls)

Ketua DPRD Motivasi Pelajar dan Bagikan Hadiah di SMAN 2 Tanjungpandan

WARTABANGKA, TANJUNGPANDAN – Di hadapan puluhan siswa/i dan tenaga pendidik SMAN 2 Tanjungpandan, Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Herman Suhadi memberikan motivasi dan bagikan hadiah jutaan rupiah dan Smartphone (gawai).

Herman pun sempat menceritakan pengalamannya yang berjuang dari nol, bahkan untuk sekolah saja tidak mampu.

Sehingga untuk membayar uang sekolah harus bekerja dengan menjual ikan.

Begitupun dengan masa mudanya yang ia habiskan sebagai penjual gorengan pisang molen selama sebelas tahun.

“Saya berjuang dari nol, sebelas tahun saya bekerja sebagai penjual pisang molen, tukang parkir dan berdagang ikan. Hanya satu hal bagaimanapun caranya saya harus sekolah,” kata Herman di hadapan para siswa/i dan tenaga pendidik SMAN 2 Tanjungpandan, Jumat (8/10).

Ditambahkannya, untuk menjadi orang yang sukses seseorang harus mempunyai tekad yang kuat dan semangat bahwa suatu hari bisa menjadi yang terbaik.

Seperti kata pepatah ‘Tidak ada sesuatu yang tidak mungkin’.

Untuk menjadi sesuatu (sukses) harus orang kaya, anak pejabat yang jelas ada Nawaitu Al-ubudiyah dan berusaha.

“Tanamkan didalam jiwa untuk menjadi sesuatu itu memang harus benar-benar diusahakan dan harus diperjuangkan,” tegasnya.

Di kesempatan yang sama, Herman juga membagikan hadiah jutaan rupiah dan sebuah smartphone (gawai) bagi siswa/i yang berhasil menjawab pertanyaan dengan benar.

“Saya ada beberapa kuis, bagi anak-anakku yang yang dengan cepat dan berhasil menjawab akan ada hadiah uang dan sebuah Grandprize Smartphone,” kata Herman dan kemudian disambut tepuk tangan siswa/i dan tenaga pendidik.

Tampak para siswa/i sangat antusias dan fokus mendengarkan pertanyaan yang dilemparkan oleh Ketua DPRD Babel tersebut. (*/rls)

TNI AL Laksanakan Latihan Ratsus di Pulau Belitung

WARTABANGKA, SIJUK – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Erzaldi Rosman, mendampingi Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono, menyaksikan langsung pelaksanaan Latihan Pendaratan Khusus TA 2021, di pantai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Kelayang, Sijuk, Kabupaten Belitung, pukul 05.00 WIB, Jumat (8/10).

Dalam rangkaian latihan, disaksikan renang rintis hingga pendaratan kompi pendaratan khusus (Ratsus), dan dilanjutkan dengan eksekusi sasaran Ratsus. Personel yang dilibatkan dalam latihan ini diantaranya, MA & Kima Ratsus (22 pers), Brigif (70 pers), Taifib (2 pers), Zeni (2 pers), KOM (4 pers), dengan total personil sebanyak 100 personel.

Sedangkan material yang disimulasikan diantaranya, perahu karet, mopel, tangki BBM, pompa PK, selang BBM, dayung, swimvest, fin snorkle.

Kasal Yudo Margono, menjelaskan ratsus ini merupakan rangkaian kegiatan Latihan Operasi Amfibi yang akan digelar tahun ini. Tugas pokok yang harus diselesaikan dalam latihan ini adalah Kompi G (-) DPK melaksanakan pendaratan khusus, merebut dan menduduki sasaran pada hari “H” jam “J” di Tanjung Kelayang, dalam rangka mendukung operasi pendaratan utama.

“Namun ini kita laksanakan secara parsial sebelum dilaksanakan di Dabo Singkep, Kepulauan Riau,” jelas Kasal Yudo.

Diungkapkannya, pasukan ini merupakan pasukan khusus dari KRI yang berada di 3 mil dari bibir pantai yang didaratkan untuk menghancurkan sasaran khusus, sebelum pasukan utama oleh pasukan amfibi dilaksanakan.

“Mereka akan menghancurkan sasaran-sasaran strategis di darat terlebih dahulu seperti radar lawan atau sarana komunikasi untuk melemahkan kekuatan lawan, sehingga pasukan induknya lebih mudah didaratkan,” jelasnya lagi.

Ketika pantai tujuan dianggap clear sehingga pasukan lain bisa menyusul didaratkan. Pasukan khusus didaratkan terlebih dahulu menggunakan perahu karet untuk faktor kerahasiaan, bahkan mesin dimatikan dan menggunakan dayung.

“Seharusnya pendaratan dilaksanakan jam dua pagi. Latihan dilaksanakan tidak sesuai waktu agar bisa terlihat apa yang sedang dilatihkan,” ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakannya, bertepatan dengan jadwal kegiatan Kasal bersama Aspeksindo di Babel, dirinya mendadak memerintahkan untuk melaksanakan ratsus di kawasan ini, di Pulau Belitung.

“Sebenarnya semua medan bisa. Pasukan khusus memang harus didadak latihannya dan harus bisa,” ungkapnya.

Kendala yang dihadapi saat ratsus dicoba untuk meningkatkan profesionalisme prajurit karena tiap wilayah yang menjadi lokasi latihan berbeda. Kendala di Pulau Belitung adalah terdapat banyak batu-batu besar, sehingga meyulitkan proses pendaratan personil.

“Dalam keadaan gelap, rintangan batu menjadi kendala dalam pendaratan,” jelasnya.

Sebagai dukungan dari pemerintah daerah, telah menyiapkan tempat evakuasi medis untuk kondisi darurat. Selain di lokasi Poskolat sendiri, dari TKP dapat dilarikan ke RS Bhakti Timah dan RSUD H. Marsidi Judono. (Diskominfo Babel)

PLN Salurkan Bantuan Elektrifikasi Rumah Oksigen di Belitong

WARTABANGKA, BELITUNG– PLN menyalurkan bantuan elektrifikasi rumah oksigen di Belitong. Aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian PLN berkolaborasi dengan seluruh stakeholder dalam mendukung penanganan Covid-19 di pulau tersebut.

“Kami mendukung upaya rekan-rekan di Komunitas Sosial Belitung, Bapak Ayie Gardiansyah sebagai koodinator yang peduli dengan kondisi masyarakat di masa pandemi covid 19 ini,” ungkap Senior Manager Komunikasi, Keuangan & Umum (KKU) PLN UIW Babel, Sapta Hidayat Nurdin.

Pihaknya berharap hal tersebut dapat berkontribusi dalam upaya menjaga Kesehatan masyarakat baik di Kabupaten Belitung dan Belitung Timur.

Sementara itu, Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman mengapresiasi kolaborasi antar elemen di Belitong.

“Pandemi membuat kita lebih tanggap, keterlibatan komunitas sosial bersama dengan Pemda Belitung, TNI, Swasta, dalam hal ini Rodamas, dan BUMN, dalam hal ini PLN untuk melakukan kegiatan kemanusiaan adalah satu hal yang luar biasa,” ujarnya.

Lebih dari itu, Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie mengucapkan rasa terima kasihnya kepada PLN.

“Terima kasih PLN dan semua yg terlibat, Anda adalah pahlawan bagi kemanusiaan. Bantuan ini benar-benar mampu mengatasi defisit oksigen di Pulau Belitong yang terjadi sejak Juli lalu,” terangnya

Selain itu, Wakil Bupati Belitung Timur Khairil Anwar mengapresiasi dan berterima kasih atas kolaborasi dan sinergi yang terjalin.

“Terima kasih kepada PLN, Bapak Gubernur, serta para donatur yang terlibat dalam program ini. Semoga bentuan yang diberikan bermanfaat bagi masyarakat. Kami berharap pandemi segera berakhir dan terwujud Belitong yang lebih sehat,” ucapnya.

Komunitas Sosial Belitung sebagai pengelola rumah oksigen merupakan komunitas yang aktif bergerak di bidang sosial kemanusiaan. Komunitas ini juga mengelola rumah sakit darurat covid-19. Mesin oksigen yang ada di rumah oksigen ini memiliki kadar oksigen sebesar 98%.(two/rls)

Dua Permasalahan Ini Jadi Topik Diskusi Gubernur Erzaldi Bersama Tokoh Belitung

WARTABANGKA, TANJUNG PANDAN – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman melakukan diskusi bersama para tokoh Belitung dalam acara yang bertajuk ‘Ngopi be’ (Ngobrol Pintar Bersama), Rabu malam (29/9). Diskusi yang dilaksanakan di Lalucia Hotel tersebut membahas sejumlah permasalahan yang ada di Kabupaten Belitung.

Gubernur Erzaldi yang hadir secara virtual, angkat bicara terkait permasalahan antrian di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang disebabkan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) sebagai bahan topik diskusi pertama dalam kesempatan tersebut.

Dijelaskannya, bahwa kondisi pertambangan, harus diakui sebagai barokah karena menjadi sejarah pertama kalinya pertimahan di Babel menggapai harga tertingginya. Namun disisi lain dengan tingginya kebutuhan BBM untuk pertambangan masyarakat, membuat pasokan BBM di Negeri Laskar Pelangi cepat terkuras habis, sementara itu hingga saat ini kebutuhan BBM Babel masih disuplai dari wilayah Lampung, Kepulauan Riau dan Jakarta.

“Permasalahan lain, di Babel juga terkendala keterbatasan pelabuhan yang belum bisa menerima masuknya kapal tanker BBM yang lebih besar,”ungkapnya.

Berkenaan dengan hal tersebut, Gubernur Erzaldi menjelaskan bahwa dirinya telah melakukan pertemuan dengan pihak Pertamina di Palembang pekan lalu.

“Saya sudah meminta kepada Pertamina, untuk menambah pasokan BBM dengan tidak biasa-biasa saja,” ungkapnya.

Pihak Pertamina menurutnya telah menyetujui untuk menambahkan pasokan BBM, selain itu Pertamina juga menyarankan kepada masyarakat untuk membuka Pertashop dengan tujuan agar lebih meratakan suplai hingga ke pelosok, sehingga tidak terjadi penumpukan antrian di SPBU yang hanya terdapat di pusat kota.

“Pertashop sangat mendorong mengurangi kepadatan antrian,” ungkapnya.

Selain upaya tersebut yang telah diperjuangkannya, Gubernur juga juga telah bertemu para Bupati untuk mencari solusi langkah penyelesaiaan permasalahan ini agar tidak terjadi lagi antrian panjang, dan kedepan akan berkoordinasi dengan pihak SPBU.

“Kami akan membuat edaran untuk menambah jam operasional SPBU dengan mekanisme-mekanisme yang telah diatur di dalamnya,” jelasnya.

Selain permasalahan BBM, perwakilan KNPI yang hadir dalam diskusi ini, menyampaikan tentang pentingnya tambahan lembaga pendidikan untuk mempersiapan sumber daya manusia di Pulau Belitung.

Menanggapi ini, Gubernur Erzaldi mengatakan harapan terkait kehadiran perguruan tingggi di Pulau Belitung akan segera terwujud, yang seharusnya tinggal selangkah lagi namun terkendala pelepasan aset dari Akademi Manajemen Belitung (AMB) kepada Universitas Bangka Belitung (UBB) yang tak kunjung usai hingga saat ini.

“Ikhlas atau tidak sebenarnya AMB menyerahkan asetnya kepada UBB untuk dijadikan saah satu fakultas pariwisata. Karena sudah 2 tahun ini belum ada perkembangan,” ujarnya singkat.

Pemprov Babel terus berupaya mendorong UBB mendirikan fakultas di Kabupaten Belitung dan Belitung Timur, nantinya pihak Pemerintah Kabupaten cukup menyediakan lahan, sedangkan pembangunan gedung akan dibantu oleh Pemprov Babel yang kemudian dihibahkan kepada UBB untuk menjadi Fakultas Pariwisata UBB.

Menurutnya, dengan mendirikan Fakultas Pariwisata di Pulau Belitung, berimbas dengan mempercepat perkembangan pariwisata di Belitung itu sendiri, karena melalui pendidikan dapat dilakukan kerjasama dengan universitas negara lain sekaligus mengenalkan kekayaan pariwisata Babel.

“Kita harus berupaya bersama memfasilitasi agar fakultas pariwisata bisa berdiri di Belitung. Pihak UBB sudah sangat setuju, tinggal kolaborasinya yang perlu terus dilakukan untuk percepatannya,” tutupnya.

Diskusi ini dihadiri oleh Tokoh Lembaga Adat Belitung, Pengurus KNPI Kabupaten Belitung, Pengurus Partai Politik, Kementrian ATR/BPN, Perwakilan Kepala Desa di Kabupaten Belitung, Perwakilan Guru, Tokoh Presidium Pembentukan Provinsi Kepulauan Babel, Perwakilan LSM, Perwakilan Media dan Perwakilan Mahasiswa. (Diskominfo Babel)

Belitung Darurat BBM, Eka Budhiarta Minta Pertamina Tambah Kuota

WARTABANGKA, SUNGAILIAT – Kabupaten Belitung dan Belitung Timur saat ini mengalami darurat bahan bakar minyak (BBM). Hal tersebut dibuktikan dengan pemandangan yang terlihat dari antrean panjang kendaraan bermotor di sejumlah SPBU yang ada di Pulau Belitung.

“Pemandangan yang luar biasa. Jadi antrean kendaraan sudah menjadi pekerjaan baru setiap pagi hari, dan ini kita tidak tahu sampai kapan,” kata Anggota DPRD Babel Dapil Belitung, Eka Budhiarta kepada sejumlah wartawan di Sungailiat, Kabupaten Bangka, Selasa (21/9).

Dia mengungkapkan, banyak para pengguna kendaraan bermotor mengaku kecewa karena tidak kebagian BBM meski sudah mengantre cukup lama di SPBU.

Oleh sebab itu, menurut dia, kunci utama untuk mengatasi permasalahan tersebut yakni, meminta kuota tambahan BBM kepada Pertamina serta melakukan pengawasan secara berkala agar pendistribusian BBM tersebut betul-betul tepat sasaran.

“Kuncinya itu pengawasan secara optimal dan komprehensif secara terpadu, artinya melibatkan semua pihak, mulai dari Satpol PP hingga TNI/Polri, karena memang (permasalahan-red) ini sudah sangat luar biasa,” ujarnya.

Selain itu, dia menambahkan, permasalahan ini juga harus ada turun tangan dari kepala daerah. Dia mencontohkan, Bupati Bangka Barat telah mengeluarkan surat edaran terkait aturan pengisian BBM bagi pengguna kendaraan bermotor dan pengerit.

“Artinya dibagi (pengisian BBM-red) untuk transportasi dari jam sekian sampai jam sekian dan untuk pengerit juga diatur dari jam sekian sampai jam sekian,” terangnya. (DEI)

Pemprov Babel Siapkan 400 Bed untuk Isolasi Terpadu Pasien Covid-19

WARTABANGKA.COM, PANGKALPINANG – Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menyiapkan 400 bed atau tempat tidur bagi warga yang terpapar Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) untuk menjalani isolasi terpadu (isoter).

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Satgas Covid-19 Babel, Erzaldi Roesman saat memimpin rapat evaluasi penetapan pemberlakuan pembatasan kebijakan masyarakat (PPKM) level 4 di Ruang Pertemuan Makorem, Selasa (3/8).

“Ada beberapa kebijakan yang sudah didiskusikan dengan forkopimda, salah satunya kita tidak lagi kedepankan isolasi mandiri (isoman) , tetapi mendorong untuk diberlakukan isoter seperti dulu waktu kita bisa menekan kasus covid di Babel,” ujarnya.

Ia menilai, isoman ini menjadi penyebab kasus meningkat, ditambah kurang disiplinnya warga yang menjalani isoman.

“Provinsi sudah tetapkan asrama haji dan balai latihan kerja, menampung 400 orang,” imbuhnya.

Erzaldi meminta, agar kabupaten/kota juga menyiapkan isoter di daerah masing-masing, bahkan bila diperlukan di setiap kecamatan, agar setiap warga yang terpoar bisa masuk dalam isoter terdekat dengan pemukimannya.

“Kami berharap isoter lainnya tidak saja dibentuk di level provinsi tapi di level kabupaten dan kota dibuat, dekatkan dengan lokasi pemukiman wilayah tinggal, juga harus ditingkatkan dan didorong untuk dilaksanakan di kecamatan,” pintanya.

Untuk kebutuhan makan dan minum, nantinya satgas bersama TNI Polri akan membuka dapur umum di tempat isoter tersebut termasuk nantinya dilengkapi obat-obatan yang dibutuhkan oleh pasien. (two/*)

Ketua DPRD Babel Buat KNPI Belitung Melek Legislasi

WARTABANGKA.COM, TANJUNGPANDAN – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangka Belitung (Babel), Herman Suhadi memaparkan tugas dan fungsi legislatif dalam pemerintahan. Hal ini disampaikannya dalam sekolah legislasi dan sidang umum pemuda DPD KNPI Belitung dan Beltim, di Tanjungpandan, Belitung, Sabtu (3/7).

“DPRD memiliki tiga tugas pokok dan fungsi dalam pemerintahan, mulai dari legislasi membuat dan merancang peraturan daerah bersama pemerintahan daerah, fungsi keuangan (budgeting) dan pengawasan (kontrol), ” kata Herman.

Ia mengapresiasi kegiatan yang digelar KNPI ini, karena selama ini banyak pemuda yang belum paham terkait tupoksi DPRD. Dengan demikian, ia berharap memberikan wawasan dan gambaran kepada pemuda sebagai generasi penerus bangsa.

“Ini sangat penting dan bermakna, saya bangga KNPI Belitung dan Beltim adakan sekolah legislatsi ini kita memberikan apa dan bagaimana tupoksi seorang anggota dewan, dari kegiatan tadi kawan-kawan antusias, ” tandasnya

Pada kesempatan tersebut, ia juga memotivasi pemuda untuk terus berusaha, berdoa, dan berkarya tanpa lelah, tetap semangat untuk mencapai cita-cita.

“Saya ini berjuang dari nol, dulu bukan apa-apa, saya pernah berjualan pisang molen selama sepuluh tahun, mendorong gerobak. Pernah juga gagal nyalon (kepala daerah), hingga takdir menuntut saya menjadi ketua DPRD, ” kisahnya memotivasi peserta.

Ia juga mengapresiasi KNPI Belitung dan Beltim merancang aturan tentang kepemudaan, DPRD Babel kata dia, membuka pintu seluas-luasnya untuk berdiskusi dan mendukung apa yang diusulkan KNPI ini.

“Ketika sudah selesai, mari berkolaborasi dengan eksekutif dan legislatif, kami menunggu hasilnya dan membuka seluasnya kesempatan, ” tandasnya.

Ketua DPD KNPI Belitung, M. Hafrian Fajar, menyebutkan sekolah legislasi ini memang bertujuan untuk memperkenalkan tupoksi DPRD kepada pemuda dan sekaligus sidang umum penerapan rancangan aturan kepemudaan yang disusun KNPI.

“Sepanjang sejarah belum ada perda kepemudaan, bahkan di beberapa kabupaten juga belum, kami inisiasi perda kepemudaan ini, dan sekaligus memberikan pemahaman kepada pemuda mengenai fungsi dan tugas legislatif, ” ujarnya.

Dalam rancangan ini, kata dia salah satu poinnya mendorong status dan kedudukan organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan yang harus didukung pemerintah, baik dari segi pendanaan infrastruktur, dan lainnya.

“Kami harap ini juga menjadi landasan hukum dan pemuda adalah aset yang paling berharga makanya harus didorong secara penuh. Kami mengapresiasi Ketua DPRD yang bersedia datang, memberikan kami pemahaman dan mendukung usulan kami, ” pungkasnya.

Kegiatan ini, juga diisi oleh paparan dari Anggota DPD RI, Darmansyah Husein, dan dibuka oleh Sekda Belitung, MZ Hendra Caya. (two/*)

Dewan Kesenian Belitung Minta Dukungan DPRD Babel

WARTABANGKA.COM, TANJUNGPANDAN -Dewan Kesenian Kabupaten Belitung meminta dukungan DPRD Bangka Belitung (Babel) agar diberikan ruang untuk berkreasi dalam upaya melestarikan budaya dan kesenian di Kabupaten Belitung.

Hal ini terungkap, ketika Ketua DPRD Babel melakukan kunjungan kerja ke Belitung dan menerima audensi dari Dewan Kesenian Belitung, di Wisma Bougenville, Tanjunpandan, Belitung, Kamis malam (1/7).

Ketua Dewan Kesenian Belitung, Iqbal Saputra menginginkan adanya sinergi antara Dinas Pariwisata Provinsi Babel, Kabupaten Belitung, dan DPRD untuk bersama-sama membangun Babel.

“Pertemuan ini selain memperpanjang tali silaturahmi, juga upaya sinergi untuk pembangunan Bangka dan Belitung, ” ujarnya.

Iqbal menyebutkan, sejak berdiri dari tahun 2019, Dewan Kesenian Belitung mulai melakukan pendataan dan inventarisasi terhadap kesenian dan budaya Belitung. Selama ini, kata dia belum ada data resmi dan lengkap terkait banyaknya sanggar di Belitung, jenis budaya dan ragam kesenian lainnya.

“Ini tugas bersama makanya harus ada kerjasama, kalau bisa sinergi kenapa tidak. Kami berharap ada sinergi,” tukasnya.

Selain itu, pihak yang juga berharap diberikan ruang untuk berkreasi dalam pembelajaran agar ada referensi untuk anak-anak tentang kesenian.

“Harapan kami orang-orang yang punya kewenangan memberikan ruang untuk berinteraksi berekspresi, karena banyak kegiatan dan rencana untuk pembelajaran kesenian agar ada regenerasi, kami khawatir semakin hari regenerasi kesenian ini terkikis.
Paling tidak ada diberikan ruang untuk itu,” jelasnya.

Ketua DPRD Babel, Herman Suhadi mengaku bersyukur bisa berdiskusi dengan Dewan Kesenian Belitung, karena ia mendapat banyak masukan dan gambaran mengenai pengembangan pariwisata di Belitung, tak sekedar dari sisi kesenian dan budaya saja.

Ia menyambut baik keinginan Dewan Kesenian ini, sejalan dengan niat Provinsi Babel untuk mengembangkan sektor pariwisata baik di Bangka maupun di Belitung, yang harus didukung pula oleh pihak-pihak terkait.

“Sebagai anggota DPRD kita akan berbuat lebih baik dalam rangka meningkatkan kegiatan pariwisata di Belitung. Apa yang mereka sampaikan itulah yang terjadi di Belitung. Negara harus hadir, sehingga apa yang menjadi cita-cita tercapai,” ulasnya.

Selain dukungan anggaran, Herman melihat Dewan Kesenian Belitung ini juga menginginkan kordinasi yang baik di seluruh sektor, misalnya pembangunan atau infrastruktur, kesehatan dan lainnya.

“ketika di bidang pekerjaan umum merencanakan pembangunan jalan berkaitan peningkatan pariwisata, begitu juga kesehatan untuk peningkatan pariwisata,” pungkasnya.

Pertemuan ini berlangsung santai tetapi sarat makna, dilaksanakan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) Covid-19.

Diskusi ini juga dihadiri oleh Kepala UPTD balai Pengembangan pariwisata wilayah Belitung, Apri Yuliansyah, dan Anggota DPRD Babel dapil Belitung, Taufik Mardin. (two/*)