Kesehatan

Wali Kota Molen Tak Terima Pangkalpinang Digeneralkan Jadi Wilayah Zona Merah Covid-19

WARTABANGKA.COM, PANGKALPINANG – Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil (Molen) tidak terima jika Kota Pangkalpinang disebut-sebut masuk pada zona merah kasus Covid-19. Menurutnya, penetapan zona haruslah sesuai klaster.

Molen memperingatkan jika penetapan zona merah Covid-19 pada satu kelurahan, tak lantas menjadi tolok ukur penetapan zona yang sama pada tingkat kota secara umum.

“Karena saya rasa tidak sesuai. Jangan gara-gara satu zona merah kelurahan, kita semua sebut Pangkalpinang zona merah, jangan seperti itu, jadi kita mengkluster dulu,” katanya, Kamis (6/5).

Penyebutan Pangkalpinang sebagai zona merah katanya, masih terlalu dini, yang justru hanya akan memberikan dampak negatif bagi masyarakat, dan aktivitas perekonomian. “Kalau semuanya sudah zona merah baru kita nyatakan zona merah,” katanya.

Meski demikian, ia sangat berharap Pangkalpinang dapat kembali ke zona kuning, atau bahkan zona hijau. Untuk itu perlunya kesadaran masyarakat.

“Kesadaran masyarakat kita semakin tinggi, sebenarnya percuma kalau kita lakukan ini namun masyarakat tidak sadar. Kuncinya masyarakat sadar, karena ini kepentingan semua,” tegasnya.(*)

Pemkab Bangka Tiadakan Kegiatan Takbir Keliling

WARTABANGKA.COM, SUNGAILIAT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka memastikan tidak adanya takbir keliling. Hal ini disampaikan Bupati Bangka, Mulkan saat Rapat Koordinasi terkait Penegakan Protokol Kesehatan dan Penanganan Covid – 19 menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442 H , Rabu (5/5).

“Untuk takbir keliling pada tahun ini ditiadakan agar tidak menambah masalah penyebaran virus Covid-19 di wilayah kita,” kata Mulkan.

Sedangkan mengenai pelaksanaan salat Idulfitri, harus diatur masyarakat dalam pelaksanaan ibadah agar tidak terjadi penyebaran Covid-19. Untuk wilayah desa harus lebih diatur oleh para kapolsek dan camat.

Sementara, Waka Polres Bangka Kompol Faisal Fatsey meminta kepada semua untuk dapat menginformasikan bahwa pelaksanaan takbir keliling ditiadakan dan dapat dipatuhi oleh masyarakat.

“Sesuai arahan pak bupati maka pelaksanaan takbir keliling ditiadakan. Mohon diinformasikan ke masyarakat,” pintanya. (zen)

Jumlah Kasus Covid-19 di Kabupaten Bangka Capai 3.006

WARTABANGKA.COM, SUNGAILIAT – Jumlah warga terkonfirmasi positif Covid-19 Kabupaten Bangka terus bertambah. Hari ini (5/5) disampaikan Juru Bicara Satgas Covid-19 Bangka, Boy Yandra terdapat 33 orang yang positif Covid-19 dan berasal dari beberapa kecamatan.

“Dengan bertambahnya 33 orang yang positif maka sampai dengan saat ini terdata 3.006 orang tersebar di delapan kecamatan,” kata Boy Yandra.

Dari total 3.006 kasus Covid-19 yang tersebar di delapan kecamatan, angka terbanyak di Kecamatan Sungailiat mencapai 1.343 kasus.

Sedangkan jumlah pasien yang sembuh setelah menjalani perawatan kesehatan sampai dengan Rabu (5/5) mencapai 2.701 orang serta 47 pasien Covid-19 dinyatakan meninggal dunia.

“Bagi warga yang menjalani isolasi mandiri mendapatkan pengawasan intensif baik dari tim medis dari pusat kesehatan setempat maupun dari masing-masing satgas di kecamatan,” kata Boy Yandra.

Dia menekankan masyarakat meningkatkan disiplin protokol kesehatan mengingat masih ditemukan kasus sebaran Covid-19. (zen)

Revisi Perda Nomor 10 Tahun 2020, Babel Terapkan Sanksi Langsung Bagi Pelanggar Prokes

WARTABANGKA, PANGKALPINANG – Penyebaran Virus Covid-19 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mengalami peningkatan yang serius. Berdasarkan hasil laporan dari Kementerian Dalam Negeri RI melalui Vicon hari ini, secara nasional Babel menduduki peringkat kedua dalam hal kenaikan penyebaran Covid-19. Gubernur Babel, Erzaldi Rosman tidak bisa membiarkan situasi ini terlalu lama dan akan mengambil kebijakan yang dapat mengubah kebiasaan masyarakat Babel dengan memberlakukan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 10 Tahun 2020.

Permasalahannya, ada beberapa hal yang mengganjal terkait perda ini, terutama dalam hal penerapan sanksi di lapangan. Untuk itu, orang nomor satu di Babel ini merasa perlu mempertimbangkan banyak hal, berdiskusi, dan merevisi beberapa poin bersama dengan Wagub, Sekda, serta formasi lengkap unsur Forkopimda Babel melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Penegakan Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Ruang Wicaksana Kantor Kejaksaan Tinggi Babel, Senin (3/5).

“Saat ini, marak masyarakat Babel yang tidak menerapkan Prokes dengan baik, terutama di pasar-pasar menjelang lebaran. Di satu sisi, hal ini menunjukkan bahwa ekonomi kita semakin baik, tapi di sisi lain, ekonomi yang baik ini akan berimbas kepada tingkat pemaparan Covid-19 di Babel,” jelas gubernur.

Gubernur Erzaldi menginginkan di masa pandemi ini ekonomi Babel terus meningkat, akan tetapi laju pertumbuhan Covid-19 dapat ditekan.

Dalam diskusi, Kapolda Babel, Ketua Pengadilan Tinggi Babel, Ketua DPRD Babel, Kajati Babel, Biro Hukum Setda Babel dan unsur lainnya memberikan masukan terutama untuk merevisi beberapa pasal dalam perda tentang penerapan sanksi dengan mempertimbangkan kondisi perekonomian serta psikologis masyarakat Babel.

“Disepakati bahwa kita akan merevisi perda ini dengan memberlakukan sanksi langsung, baik kepada perseorangan ataupun dunia usaha,” tambah gubernur.

Adapun sanksi akan diberikan dalam bentuk denda maksimal Rp200.000 bagi perseorangan atau masyarakat dan denda maksimal Rp15 juta bagi dunia usaha. Selain itu, bagi pelanggar yang tidak mampu memberikan denda, akan ada penarikan/penahanan sementara KTP dan kartu BPJS.

Lebih jauh, gubernur menyebutkan bahwa untuk dunia usaha dan pelaku usaha, pemerintah akan melakukan penertiban atau sangsi langsung bagi pelanggar terhitung besok atau lusa dan membatasi jam malam. Sedangkan untuk perseorangan atau masyarakat, pemerintah masih merevisi sesuai dengan kesepakatan dan minggu depan bisa diselesaikan.

“Mudah-mudahan dengan pemberlakuan sanksi ini, masyarakat kita dapat lebih disiplin. Saya minta kepada masyarakat agar pakai masker, pakai masker, dan pakai masker. Peringkat kedua tertinggi nasional peningkatan Covid-19 ini bukanlah hal yang main-main,” tegasnya.

Menanggapi hasil diskusi, gubernur mengharapkan agar perda dapat cepat selesai dan diparipurnakan, untuk kemudian segera disosialisasikan. Selanjutnya, Sekda Babel akan menyiapkan hasil revisi perda untuk diterapkan ke kabupaten/kota. (Diskominfo Babel)

Pasien Covid-19 Meninggal Dunia di Kabupaten Bangka Capai 47 Orang

WARTABANGKA, BELINYU – Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangka melaporkan pasien Covid-19 yang meninggal di daerah itu bertambah 1 orang pada Sabtu (1/5) malam. Dengan demikian, total pasien yang meninggal sejauh ini mencapai 47 orang.

“Kasus meninggal ada semalam satu orang dari Belinyu. Pasien berinisial R usia 62 tahun, laki-laki pukul 20.35 WIB di RSUD Depati Bahrin,” kata Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangka, Boy Yandra, Minggu (2/5).

R ini dijelaskan Boy memiliki penyakit penyerta, yakni Diabetes Mellitus (DM) dan sudah dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19. R tambah boy, sudah dirawat selama 3 hari, hasil TCM nya positif Covid-19, dengan komorbid penyakit DM atau gula darah, juga anemia.

“R dimakamkan dini hari tadi, pukul 01.30 WIB dengan menerapkan proses pemakaman sesuai SOP Covid-19 di Kelekak Taru, Belinyu oleh Tim Covid-19 Kecamatan Belinyu, dihadiri camat Belinyu, Kapolsek Belinyu, Lurah, TNI, juga pihak keluarga. Alhamdulillah berjalan dengan baik sampai selesai,” imbuhnya.

Sampai hari ini Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangka mencatat sudah 47 orang meninggal akibat Covid-19 di Kabupaten Bangka.(zen)

Dua Orang di Bangka Barat Meninggal Akibat Covid-19

WARTABANGKA, MUNTOK – Dua warga Kabupaten Bangka Barat meninggal dunia akibat terpapar virus Covid-19. Keduanya adalah Tn. Sp ( 65 ), warga Desa Sekarbiru, Kecamatan Parittiga dan Ny. Ms ( 45 ), warga desa Belo Laut, Kecamatan Muntok.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Bangka Barat, M. Putra Kusuma menjelaskan Tn. Sp dan Ny. Ms meninggal dunia di RSUP Soekarno Hatta pada Sabtu ( 01/05 ). Sebelumnya, Tn. Sp melakukan pemeriksaan antigen pada tanggal 24 April 2021.

Sedangkan, Ny. Ms melakukan pemeriksaan PCR pada tanggal 29 April 2021. Selain positif covid-19, Almarhum Tn. Sp juga diketahui menderita penyakit penyerta.

” Tn. Sp telah dimakamkan secara protokol kesehatan di desa Sekarbiru dan Ny. Ms rencananya dimakamkan secara prokes di desa Belo Laut jelas Putra, Minggu ( 2/5).

Dengan demikian, akumulasi kasus positif Covid-19 di Bangka Barat per Minggu (2/5 ) menjadi 1.279 orang. Rinciannya adalah kasus meninggal dunia sebanyak 20 orang, sembuh 824 orang dan isolasi 435 orang.

“Kami mengimbau kepada kita semua untuk meningkatkan ketaatan terhadap prokes pada masing-masing kita. Mulai dari diri kita sendiri dan lingkungan terkecil sampai kepatuhan pada level komunitas kemasyarakatan,” tukas Putra. ( IBB )

Total 45 Orang Meninggal Dunia, Hari Ini Pasien Asal Mendo Barat

WARTABANGKA, SUNGAILIAT – Jumlah pasien terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Bangka yang meninggal dunia sudah mencapai 45 orang. Hari ini (30/4) dikatakan Juru Bicara Satgas Covid-19 Bangka Boy Yandra, pasien inisial S (52) laki-laki asal Kecamatan Mendo Barat meninggal dunia akibat Covid-19.

“S yang memiliki riwayat perjalanan dari Palembang Sumatera Selatan ke Bangka, sebelumnya sempat mendapat perawatan di rumah sakit provinsi pada (27/4) namun dengan alasan tertentu dipindahkan ke rumah sakit Depati Bahrin Sungailiat dan meninggal dunia (30/4) pukul 01.45.WIB,” kata Boy Yandra, Jumat (30/4).

Dengan meninggalnya S hingga sekarang pasien yang meninggal dunia mencapai 45 orang tersebar di delapan kecamatan. Masing – masing dari Kecamatan Sungailiat sebanyak 19 orang, Belinyu sebanyak empat orang, Kecamatan Mendo Barat lima orang, Kecamatan Pemali lima orang.

“Kecamatan Merawang dua orang, Riau Silip tiga orang dan Kecamatan Puding Besar sebanyak tiga orang dan Kecamatan Bakam empat orang,” tambahnya.

Sedangkan yang positif Covid-19 tercatat 2.852 warga dimana 2.603 orang dinyatakan sembuh.(Zen)

Polsek Koba Semprotkan Cairan Disinfektan di Jalan Raya

WARTABANGKA, KOBA – Polsek Koba bersama TNI dan Pemerintah Kecamatan Koba menyemprotkan cairan disinfektan di Jalan Raya Kota Koba untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, Kamis (29/4).

“Kegiatan ini merupakan partisipasi kepolisian dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Kita ketahui, sekarang penyebaran Covid-19 masih berlangsung. Maka dari itu, kita berupaya terus memutus penyebaran Covid-19, dan ke depan harapan kita tidak ada lagi Covid-19 di Koba,” ujar Kapolsek Koba, Iptu Martuani Manik.

Selain menyemprotkan cairan disinfektan, menurut Martuani, pihak kepolisian juga genjar mensosialisasikan protokol kesehatan (prokes) penanggulangan Covid-19 ke masyarakat di tempat umum.

“Seperti pasar dan tempat-tempat jual takjil sore hari kita datangi. Kita minta ke penjualnya agar menyiapkan tempat mencuci tangan. Sebelum dan sesudah belanja, penbeli wajib cuci tangan. Kemudian mengimbau ke pembeli, agar menggunakan masker dan menjaga jarak satu dengan yang lainnya saat di tempat umum,”katanya.

Terpisah Camat Koba, Muslimin mengungkapkan penyemprotan cairan disinfektan di lakukan se-Kecamatan Koba. Upaya lain dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19, di tahun 2021 ini pihaknya juga menyiapkan rumah karantina untuk warga yang di isolasi lantaran terpapar Covid-19.

“Besar harapan kami semua lapisan masyarakat sadar bahaya Covid-19. Dengan disiplinnya kita menerapkan Prokes di lingkungan sekitar, kedepan semoga Covid-19 segera berlalu,” harapnya.

Selain Anggota Polsek Koba, terpantau pihak Koramil Koba juga berpartisipasi menyemprotkan cairan disinfektan bersama Pemerintah Kecamatan Koba ini. (RN)

Kasus Covid-19 Meningkat, Bangka Barat Akan Terapkan PPKM Skala Mikro

WARTABANGKA, MUNTOK – Kasus pasien yang terpapar virus Covid-19 di Bangka Barat mencapai 859 orang. Semakin banyaknya kasus ini membuat Satgas Penanganan Covid-19 Bangka Barat akan mulai menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat ( PPKM ) skala mikro.

Tentunya PPKM skala mikro ini dilaksanakan sesuai dengan Surat Edaran Kemendagri Nomor 9 tahun 2021, yang menginstruksikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersama 24 provinsi lainnya agar menerapkan PPKM Mikro serta pengoptimalan Posko penanganan Covid-19 di tingkat desa dan kelurahan.

Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Bangka Barat, M. Putra Kusuma mengatakan di Babar sendiri, PPKM mikro diterapkan di skala desa yang dalam seminggu terakhir terjadi penambahan diatas 10 kasus positif Covid.

” Jadi testing masif, tracking dan memaksimalkan peran kewilayahan yang diinisiasi oleh pihak desa dan Satgas Kecamatan diturunkan ke desa,” kata Putra, Rabu ( 21/4).

Ia menjelaskan peran desa serta Posko Penanganan Covid-19 akan dimaksimalkan. Disamping itu, kerja sama di level masyarakat diharapkan saling membantu untuk menekan laju pandemi virus Corona.

Bagi warga yang tidak terpapar Covid masih dapat melakukan aktivitasnya seperti biasa, namun bagi yang positif harus dikarantina mandiri secara ketat.

” Yang bersangkutan juga harus mengurangi interaksi dengan orang luar, tetapi tetangga juga harus support,” ujar Putra.

Putra menegaskan terpapar virus Covid-19 bukanlah aib yang memalukan. Karena itu diharapkan semua pihak harus bekerja sama untuk ikut andil dalam pengendalian Covid – 19, khususnya di lingkungan terdekat.

Putra mengungkapkan langkah strategis lainnya yang akan diambil adalah, pihaknya berencana mengadakan Wisma Karantina di desa dan kecamatan serta pengaktifan kembali Posko yang ada.

Putra menambahkan nantinya ada delapan desa/kelurahan di Bangka Barat yang dapat dikategorikan rawan Covid-19, yaitu Kelurahan Sungai Daeng, Desa Belo Laut, Kundi, Sekar Biru, Jebus, Tempilang, Mislak dan Ranggi Asam.

Ia menilai kasus Covid aktif banyak terjadi di pedesaan. Karena itu untuk mencegah meluasnya penularan, pihaknya melakukan isolasi ketat.

” Harapannya semua kompenen dari Provinsi sampai desa bergerak bersama bersinergi dalam mengendalikan ini, ketika bersinergi Insya Allah target kita dalam dua bulan ini kasus Covid – 19 akan melandai,” tutupnya. ( IBB/rls )

Terpapar Covid-19, Anggota DPRD Bangka Meninggal Dunia

WARTABANGKA, SUNGAILIAT – SA, Anggota DPRD Kabupaten Bangka meninggal dunia, Senin (19/4) di RSUP Ir Soekarno Desa Air Anyir. Politisi PDI Perjuangan ini meninggal dunia karena terpapar Virus Corona.

SA menghembuskan nafas terakhir, Senin (19/4) Pukul 11.20 WIB.

Juru Bicara Satgas covid-19 boy Yandra menjelaskan, sebelum positif covid-19, SA sempat perjalanan dinas luar dari Palembang. Saat tiba di Bangka, SA menderita sesak dan batuk.

“Lalu berobat di RSUD Depati Bahrin Sungailiat pada Tanggal 7 April dan Tanggal 8 April dilakukan TCM ternyata hasilnya positif Covid-19,” kata Boy Yandra.

Karena kondisi semakin memburuk, SA lalu dirujuk ke RSUP Ir Soekarno Desa Airanyir Kecamatan Merawang dan dirawat di Ruangan Covid 2 Nomor 13.

“Tadi pukul 11.20 WIB meninggal dunia dan akan di makamkan di Perkuburan Yayasan Damai Kecamatan Pemali,” ucapnya.

SA merupakan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang meninggal dunia ke 36 di Kabupaten Bangka.(Zen)