Pendidikan

Kunjungi SMKN 1 Tukai Sadai, Komisi II DPRD Babel Minta Pemprov Perhatikan Sarpras SMK

WARTABANGKA, TUKAKSADAI – Komisi II DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melaksanakan peninjauan lapangan ke Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Tukak Sadai, Kabupaten Bangka Selatan sekaligus memberikan pelatihan singkat terkait pembangunan karakter kepemimpinan dan kedisiplinan kepada siswa, Rabu (12/1).

“Jadi, tujuan kita hari ini ke SMK Negeri 1 Tukak Sadai adalah dalam rangka kami melihat secara langsung kegiatan proses belajar mengajar sekaligus memantau pemberian hibah dari Dinas Kelautan dan Perikanan ke SMK ini. Yaitu, berupa kapal untuk menunjang proses belajar mengajar,” ungkap Ketua Komisi II, Adet Mastur, SH, MH usai memberikan materi pembelajaran pembangunan karakter kepada sejumlah siswa/i.

Lebih jauh, Ketua Fraksi PDI Perjuangan itu menuturkan, terdapat beberapa jurusan di SMK ini yang memerlukan sarana dan alat penunjang lainnya guna mendukung proses belajar-mengajar, terutama pada saat siswa/i melakukan kegiatan praktikum.

Tanpa sarana dan prasarana yang memadai mustahil bagi siswa/i dapat mengembangkan skillnya.

“Ini menjadi catatan bagi dinas pendidikan dan kami sendiri tentunya, setelah melihat di SMK ini alat-alat praktikum masih sangat minim.” ujarnya.

Untuk itu dirinya bersama anggota DPRD Babel lainnya kedepan harus lebih memperhatikan dunia pendidikan di Kepulauan Bangka Belitung terutama pada saat melakukan pembahasan-pembahasan anggaran agar lebih memprioritaskan sarana dan prasarana yang ada di SMK.

Menurut Adet, proses belajar siswa/i SMK lebih banyak terjadi dalam kegiatan praktikum.

Hampir enam puluh persen harus praktek dan empat puluh persen teori.

“Kalau banyak teori, ini kan ndak paham mereka. Harus banyak praktek karena SMK ini tujuannya untuk menciptakan tenaga yang memiliki skill yang di siap diturunkan di lapangan,” jelas Adet.

Adet pun berharap, agar ketika lulus dari sekolah para siswa/i SMK ini sudah memiliki skill mumpuni dan siap diaplikasikan di masyarakat.

“Tamat dari SMK seharusnya mereka sudah bisa bekerja, sudah memiliki skill dan diterima dikalangan masyarakat,” harapnya.

Sementara itu, Kepala SMKN 1 Tukak Sadai, Zanizen, S. Si mengungkapkan rasa bahagia dan mengapresiasi peninjauan langsung yang dilakukan Komisi II.

“Alhamdulillah hari ini kami mendapat kunjungan dari Komisi II DPRD Babel. Harapan kami ada nya perubahan dan dapat segera terealisasi kebutuhan-kebutuhan kami yang menjadi kendala untuk membentuk kompetensi lulusan siswa yg lebih baik lagi, semisal sarana dan prasarana memadai yang memang harus tersedia,” ujar Zanizen.

Ia pun menuturkan, sekolah kejuruan saat ini menampung 330 siswa/i dari beberapa jurusan berbeda termasuk perkapalan.

Sedangkan 119 diantaranya sudah menempati kelas sepuluh dan mulai membutuhkan peralatan praktikum yang memadai.

“Kelas 10 itu ada 119 siswa, kelas 11 terdapat 105 dan di kelas 12 ada 106, setiap praktikum itu diperlukan sarana prasarana yang memadai dan standar,” tutupnya.

Turut hadir dalam kunjungan tersebut, Anggota komisi II Ariyanto. SH., MH, Heryawandi. SE, H. Mulyadi, Warkamni, Mansah, S. Th.i, dan Edi Junaidi Foe. (*/rls)

Amri Cahyadi Tinjau Langsung Kondisi Asrama dan Mahasiswa di Tanah Rantau

WARTABANGKA, JAKARTA – Wakil Ketua III DPRD Bangka Belitung, Amri Cahyadi, ST, MM menyempatkan diri memantau perkembangan asrama mahasiswa yang berada di tanah rantauan.

Seperti Asrama Putra ISBA dan IKPB di Yogyakarta, Asrama ISBA dan IKPB di Bandung dan Asrama Putra ISBA yang berada di Jakarta.

Dalam kegiatan kunjungan kerjanya itu, ia menyampaikan langsung kondisi mahasiswa serta mahasiswi dan bangunan fisik asrama.

Disampaikannya, sejauh ini kondisi mahasiswa maupun mahasiswi yang sedang menuntut ilmu sangat baik dan sehat.

Adapun hasil dari tinjauan bangunan fisik asrama masih laik dihuni dan memang sebagian masih memerlukan perhatian pemerintah daerah.

Memiliki pengalaman yang sama saat berstatus mahasiswa rantauan, ia cukup konsen memperhatikan fasilitas asrama, walhasil tidak sedikit dari mahasiswa berstatus pengurus mengusulkan fasilitas penunjang belajar, seperti pemasangan WiFi (Wireless Fidelity) untuk mempermudah pembelajaran selama kuliah daring.

Ia mengharapkan, terkhusus asrama yang telah dibantu pemasangan WiFi oleh Pemprov Babel melalui Badan Penghubung dapat dimanfaatkan dengan baik sebagaimana tujuannya.

Tidak hanya itu, di kesempatan kunjungan kerjanya itu, bersama dengan pengurus Asrama Putra ISBA Jakarta untuk mengadakan asrama putri kendati masih berstatus kontrakan, namun hal tersebut bagian dari cara Pemprov bersama DPRD Babel untuk merealisasikan asrama permanen secara bertahap.

“Alhamdulillah, kita masih istiqomah memperjuangkan asrama putri di ISBA Jakarta, bahwasanya rencana pengadaan asrama putri di anggaran tahun 2022 di Jakarta akan segera dilakukan dan direalisasikan oleh Pemerintah Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,” saat berdiskusi dengan pengurus Asrama Putra ISBA Jaya, di Jakarta. Jumat (24/12).

“Kita berharap agar rencana pengadaan asrama putri ISBA Jakarta ini tidak terlalu jauh dari asrama Putra ISBA JAYA Jakarta, hal ini dengan tujuan agar sesama mahasiswa mempermudahkan koordinasi,” sarannya lebih lanjut.

Dengan adanya upaya ini, diharapkannya memberi rasa semangat terhadap mahasiswa dan mahasiswi untuk terus belajar.

Tidak dipungkiri kedepan mahasiswa yang telah selesai menamatkan sarjananya menjadi sumber daya manusia yang berkompeten bagi Bangka Belitung. (*/rls)

Amri Cahyadi : Pemprov Babel dan DIY Perbanyak Kerjasama

WARTABANGKA, YOGYAKARTA – Guna terwujudnya pemerataan serta peningkatan kualitas sektor pendidikan terkait pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Bangka Belitung. Wakil Ketua DPRD Kepulauan Bangka Belitung, Amri Cahyadi, ST, MM, berkonsultasi ke ‘Kota Pelajar’, Selasa (21/12).

Kedatangan Wakil Ketua DPRD Kepulauan Bangka Belitung, Amri Cahyadi, ST, MM, Didampingi Plt. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Drs Ervawi, disambut baik oleh Plt Kepala Balai Tekkomdik D.I.Y Drs Raden Suci Rohmadi, di Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
 
Tujuannya, untuk melihat sejauh mana mekanisme pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan yang bersumber dari dana DAK dan studi perbandingan terkait pembentukan, pengelolaan serta tugas pokok dan fungsi Balai Teknologi Komunikasi Pendidikan di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
 
Dalam arahannya, Amri Cahyadi Politisi PPP Babel itu menyampaikan, perlu adanya regulasi baru atau perubahan terkait zonasi Tahun 2022 yang akan datang seperti adanya asesmen standarisasi daerah.

“Mekanisme PPDB memang mengacu kepada Permendikbud, Namun Jangan ada paksaan bila tidak diterima di sekolah negeri langsung ke sekolah swasta,” ujarnya.
 
Ia menyebutkan, terkait dengan PPDB, bahwa Kemendikbud minta telaah dari Kemendagri agar kiranya bisa melihat yang bertentangan atau tidaknya dengan Permendikbud.

Menurutnya, Babel perlu banyak belajar bersama Pemprov DIY dalam mengembangkan pendidikan sebagaimana rencana pihaknya cukup konsen meningkatkan sektor pendidikan di Babel.

Terutama upaya meningkatkan sistem aplikasi di Tekkomdik seperti dimiliki DIY, yakni Aplikasi SIFERI (Sistem Verifikasi PPDB).

“Aplikasi ini, mempermudah pelaksanaan PPDB dengan melibatkan Disdukcapil dalam rangka mengecek domisili dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK),” jelasnya.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Drs Ervawi, menyampaikan prospek pengembangan Teknologi komunikasi pendidikan (Tekkomdik) dalam menyukseskan pelaksanaan PPDB.

“Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam hal ini berinisiasi mendirikan Tekkomdik,” tukasnya. (*/rls) 

M. Amin Hikmat Ikuti Upacara HUT ke-76 PGRI dan Hari Guru Nasional

WARTABANGKA, SUNGAISELAN – Wakil Ketua DPRD Babel, Muhammad Amin tampak menghadiri upacara peringatan HUT ke-76 PGRI dan Hari Guru Nasional (HGN), di SMPN 2 Sungaiselan, Desa Lampur, Kabupaten Bangka Tengah, Kamis (25/11).

Mengenakan setelan baju adat berwarna cokelat, legislator asal daerah pemilihan (dapil) Kabupaten Bangka Selatan ini, terlihat hikmat bersama tamu undangan lainnya mengikuti jalannya prosesi upacara.

Bertindak sebagai Pembina Upacara, Wakil Gubernur, Abdul Fatah berkesempatan memberikan amanat singkat, membacakan pidato Menteri Pendidikan yang berisikan ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada para guru di Republik Indonesia atas pengorbanan dan semangat mengajar yang tidak padam, terkhusus di era pandemi saat ini.

Selain itu, pemerintah berupaya mengakomodir keinginan guru-guru se-Indonesia dengan program Merdeka Belajar, yang bukan hanya sebagai suatu kebijakan namun suatu gerakan, seperti melahirkan inovasi pembelajaran untuk para murid.

Rangkaian kegiatan HUT ke-76 PGRI dan Hari Guru Nasional dilanjutkan dengan penyerahan secara simbolis Buku Kurikulum Muatan Lokal oleh Guru SLB se-Bangka Belitung kepada M. Amin, pengumuman guru dan siswa berprestasi tingkat nasional pada Tahun 2020 dan 2021.

Menjelang siang, M. Amin juga berkesempatan mendampingi Gubernur Bangka Belitung dan istri, Erzaldi Rosman dan Melati Erzaldi dalam acara ramah tamah dan berkesempatan mencicipi makanan khas Bangka Belitung oleh 57 sekolah di Kecamatan Sungaiselan yang mengikuti lomba menyajikan masakan Khas Bangka Belitung sebagai rangkaian acara hari itu. (*/rls)

Atap SMAN 1 Puding Besar Rusak, Menjadi Perhatian Serius Ketua DPRD Herman Suhadi

WARTABANGKA, PUDING BESAR – Kondisi Bangunan di SMAN 1 Puding Besar, Kecamatan Puding Besar Kabupaten Bangka, menjadi perhatian serius Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Herman Suhadi, Sos.

Pasalnya, atap sekolah tersebut bocor dan sudah tidak layak fungsi.

“SMAN 1 Puding besar yang sudah 19 tahun dibangun dari Tahun 2002 tidak pernah direhab sudah banyak yang bocor dan roboh. Bahkan gentengnya sudah landai sudah tidak kuat menahan beban,” ujar Herman Suhadi saat kunjungan kerja dan bersilahturahmi ke SMAN 1 Puding Besar Kabupaten Bangka, Rabu (24/11).

Dalam kunjungan tersebut, Herman disambut langsung oleh Kepala sekolah SMAN 1 Puding Besar Ali Akbar, guru beserta staf.

Terwujudnya pendidikan berkualitas salah satunya ditentukan oleh faktor sarana dan prasarana yang memadai, untuk itu, Politisi PDI Perjuangn ini akan memperjuangkan di Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), agar permasalahan di SMAN 1 Puding Besar segera teratasi.

“Kalau tidak masuk di usulan APBD 2022 kita usulkan di ABT 2022. Dan apabila tidak masuk di APBD 2023 kita usulkan di ABT 2023, sampai masa jabatan habis,” pungkasnya.

“Kami akan mengusulkan ke TAPD, Dinas Pendidikan agar segera diperbaiki atau direhab sesuai apa yang dibutuhkan sekolah SMAN 1 Puding besar. Dan ini merupakan kewajiban Pemerintah Provinsi untuk membangun”, tegasnya.

Setelah melakukan peninjauan dan berdiskusi dengan pihak sekolah, ia berharap agar aspirasi yang didapatkan tersebut dapat segera terwujud.

“Saya akan berusaha agar keinginan kepala sekolah, guru serta seluruh murid disini bisa terealisasi. Dan saya sangat berharap, dapat terealisasi Tahun 2022,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Sekolah SMAN 1 Puding Besar Ali Akbar, menyampaikan rasa terima kasihnya, atas perhatian dan kepedulian Ketua DPRD terhadap dunia pendidikan.

“Kami sangat berterima kasih dan bersyukur mudah-mudahan dengan kehadiran Pak ketua dapat memberikan harapan baru bagi kami dalam membangun sekolah karena kondisi sekolah sudah 19 tahun tidak pernah direhab,” harapnya.

Ia menjelaskan, di SMAN 1 Puding Besar Jumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebanyak 25 orang. Untuk tenaga honorer sebanyak 15 orang, dengan jumlah siswa sebanyak 500 orang.

“Sebelum adanya sistem zonasi murid SMAN 1 Puding Besar sekitar 500-an, namun setelah kebijakan zonasi sekarang menjadi 402 murid dan akibat dari pandemi Covid-19 menjadi 396 murid. Ada yang sudah menikah dan bekerja,” jelasnya. (*/rls)

Geliat Milad ke-26, MAN 1 Bangka Gelar Berbagai Lomba

WARTABANGKA, PEMALI – Menyambut Milad ke-26 Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Bangka dan Hari Guru Nasional (HGN) ke-76, MAN 1 Bangka mengadakan perayaan peringatan milad, yang digelar mulai Senin (22/11) hingga Jumat (26/11).

Adapun Milad ke-76 MAN 1 Bangka, disemarakkan dengan mengemas berbagai kegiatan.

Diantaranya, lomba tari daerah Bangka, Kabaret dan bazar AntarSiswa MAN serta lomba cerdas cermat serta futsal.

Adapun khusus untuk lomba cerdas cermat dan futsal kali ini diikuti oleh siswa tingkat SMP/MTs se-Kabupaten Bangka.

Peringatan dan perayaan Milad MAN 1 Bangka kali ini, merupakan momen penting dan bersejarah bagi keberadaan MAN 1 Bangka.

Alasannya, kegiatan dilaksanakan untuk mempererat silaturahmi antara guru, siswa, tata usaha dan alumni MAN 1 Bangka.

Selain itu juga, berbagai kegiatan dalam bentuk lomba diharapkan dapat meningkatkan kreativitas, menggali potensi siswa serta membangun sikap sportivitas diantara siswa/i MAN 1 Bangka.

Sementara melalui lomba tari daerah, diharapkan siswa mengenal dan merasa memiliki budaya daerah, khususnya seni daerah Bangka.

“Melalui lomba futsal dan cerdas cermat tingkat SMP, merupakan ajang promosi bagi MAN 1 Bangka untuk memperkenalkan diri ke siswa tingkat SMP/MTs se-Kabupaten Bangka,” ungkap Ketua Pelaksana, Chardina Sari, S.Si dalam rilisnya, Senin (22/11).

Ia juga menyebutkan, adapun lomba bazar yang kali ini digelar, diharapkan menjadi sarana untuk memperkenalkan Entrepreneur kepada siswa sebagai wujud dari mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan (PKWU).

Adapun bazar ini diikuti 18 kelas dalam 18 stand.

“Setiap stand menjual berbagai jenis makanan daerah dan makanan siap saji. Kegiatan ini pun masih dalam serangkaian kegiatan bulan bahasa, Oktober lalu,” tutur Chardina.

Adapun dana untuk menyukseskan kegiatan ini adalah bantuan dari APBD, Stakeholder (pemangku kepentingan), anggota DPRD, para alumni serta pihak lainnya.

“MAN 1 Bangka mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya sehingga kegiatan bisa diselenggarakan sesuai yang diharapkan. Karena masih di penghujung pandemi, MAN 1 Bangka tetap menerapkan protokol kesehatan agar tetap mengikuti anjuran pemerintah dan mematuhi protokol kesehatan,” imbuhnya.

Sementara itu, diketahui pemenang  lomba cerdas cermat diraih oleh SMP Negeri 1 Sungailiat, untuk juara kedua MTS N 2 Bangka dan juara ketiga SMP Negeri 6 Sungailiat.

Masing-masing pemenang mendapat tropi, piagam serta uang pembinaan.
 
Sedangkan untuk juara futsal diraih oleh SMP Negeri 5 Sungailiat, dilanjutkan juara kedua MTS Nurul Fallah Desa Kimak dan juara ketiga MTS N 1 Bangka dan seluruh pemenang mendapat tropi, piagam dan uang pembinaan.

“Semoga kegiatan ini dapat terlaksana setiap tahunnya,” tukasnya. (*/rls)

Strategi Pemasaran Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Angkola Timur, Dalam Peningkatan Minat Peserta Didik yang Berkebutuhan Khusus

Oleh: Fitri

Mahasiswa Magister Manajemen, Universitas Pembangunan Panca Budi, Medan

Latar Belakang

Setiap warga negara mempunyai kesempatan yang sama dalam memperoleh pendidikan yang bermutu termasuk anak berkebutuhan khusus (ABK) dan yang memiliki potensi dan kecerdasan istimewa.

Guna memberikan kesempatan kepada anak berkebutuhan khusus, pemerintah telah memberikan kebijakan pemerataan dan perluasan akses pendidikan yang tertuang dalam peraturan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia Nomor 10 tahun 2011 tentang Kebijakan Penanganan Anak Berkebutuhan Khusus.

Sekolah Luar Biasa adalah sebuah sekolah yang diperuntukkan bagi anak berkebutuhan khusus agar bisa mendapatkan layanan dasar yang bisa membantu mendapatkan akses pendidikan.

Dengan jenis yang berbeda, berbeda pula strategi pembelajaran serta fasilitas yang dimiliki.

Meskipun sekolah luar biasa selama ini dianggap sebagai sekolah dengan keterbelakangan pendidikan dan memiliki metode belajar yang tertinggal dibanding sekolah umum, sekolah luar biasa mengajarkan anak mengenai berbagai keterampilan dan kemampuan dasar agar dapat mengikuti kurikulum pendidikan di sekolah umum.

Dalam Hal ini akan dibahas strategi pemasaran Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Angkola Timur yang berlokasi di Jalan. Sipirok, PAL XI, Kecamatan Angkola Timur, Kabupaten Tapanuli Selatan, Provinsi Sumatera Utara, dimana masyarakatnya masih kurang dalam pemahaman pendidikan apalagi yang memiliki kebutuhan khusus.

Pembahasan

Pendidikan Luar Biasa atau Sekolah Luar Biasa (SLB) merupakan pendidikan bagi peserta didik yang memiliki tingkat kesulitan dalam mengikuti proses pembelajaran karena kelainan fisik, emosional, mental sosial, tetapi memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa.

Pendidikan luar biasa berarti pembelajaran yang dirancang secara khusus untuk memenuhi kebutuhan yang unik dari anak kelainan fisik. pendidikan luar biasa adalah program pembelajaran yang disiapkan untuk memenuhi kebutuhan unik dari individu siswa.

Mungkin mereka memerlukan penggunaan bahan-bahan, peralatan, layanan, dan/atau strategi mengajar yang khusus

Dalam hal ini SLB Angkola Timur memiliki strategi yang dilakukan di sekolah dengan membuat program keterampilan sesuai perspektif ABK, yang dibutuhkan dan digunakan di masyarakat dengan itu para orangtua akan mempercayai dan menyekolahkan anaknya demi untuk mendapatkan pendidikan yang secara khusus dirancang untuk membantu mereka mencapai potensi maksimalnya.

Dengan hal tersebut sudah mulai banyak yang respond dan sadar secara baik mau menyekolahkan anak mereka di sekolah SLB Angkola Timur.

Apalagi SLB Angkola Timur memiliki asrama dan sebahagian siswa yang akses rumahnya jauh bisa tinggal di asrama.

Menurut Kepala Sekolah SLB Negeri Angkola Timur, Nuryaningsih, S.Pd.,M.Pd., pandangan anak berkebutuhan khusus tidak perlu sekolah itu salah, maka dengan itu saya dan para guru memberikan arahan dan solusi dengan berbagai keterampilan yang penanganannya dengan menggunakan perspektif ABK dan menciptakan pola asuh dan interaksi yang ramah terhadap mereka dengan sebuah keterampilan dan guru berupaya focus dalam group discussion, monitoring dan coaching serta supervisi akademik serta memberikan bahan ajar keterampilan yang disesuaikan dengan kemampuan awal, bakat dan minat peserta didik.

Kesimpulan

Tidak dipungkiri, jika anak berkebutuhan khusus selama ini masih dianggap sebagai sosok yang dalam tanda kutip tidak berdaya dan perlu dikasihani.

Sehingga anak berkebutuhan khusus sering termarginalkan dari lingkungan sekitar.

Padahal anak berkebutuhan khusus yang mengalami keterbatasan keluarbiasaan, baik fisik, mental intelektual, sosial, maupun emosional yang berpengaruh signifikan dalam proses pertumbuhan dan perkembangannya, dibandingkan dengan anak-anak yang lain seusianya tersebut untuk mendapatkan pendidikan yang layak, seperti yang tertuang dalam peraturan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia.

Saran

Diharapkan kepada masyarakat yang memiliki anak berkebutuhan khusus tetap menyekolahkan anaknya seperti anak-anak umumnya, guna mendapatkan layanan dasar yang bisa membantu mendapatkan akses pendidikan dan dapat diberikan bahan ajar keterampilan yang disesuaikan dengan kemampuan awal, bakat dan minat anak tersebut.

Dan pastinya akan terpantau untuk pertumbuhan dan perkembangan anak tersebut guna mendapatkan pendidikan yang layak dan bisa berkembang sesuai usianya.

Daftar Pustaka

Undang-Undang Dasar 1945 pasal 31 ayat 1 dan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab IV pasal 5 ayat 1

Peraturan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia Nomor 10 tahun 2011

Kepala Sekolah SLBN Angkola Timur, Nuryaningsih, S.Pd.,M.Pd.,

Wakil Rakyat Babel Jaring Aspirasi, Siap Mewujudkan Pemerataan Pembangunan dan Kesejahteraan Masyarakat

WARTABANGKA, PANGKALPINANG – Guna Mewujudkan Keadilan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat, gerak cepat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) secara serentak mendengar, menjaring, menyerap, menghimpun serta menindaklanjuti aspirasi masyarakat dengan turun gunung melalui masa Reses.

Reses merupakan amanah konstitusi yang dilaksanakan wakil rakyat di luar masa sidang terhadap konstituen di Daerah Pemilihan (Dapil) masing-masing. Hasil reses yang akan dituangkan sebagai bahan Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD di dalam pelaksanaan pembangunan serta menentukan arah kebijakan pembangunan kedepan, sesuai dengan kewenangan yang ada di Pemerintah Provinsi Babel.

Pentingnya pelaksanaan Reses yang dilaksanakan seluruh pimpinan serta anggota DPRD dalam rangka menjalankan tugas dan fungsinya antara lain, Legislasi, Anggaran dan Pengawasan. Reses tahun sidang III masa sidang I dilaksanakan terhitung sejak tanggal 11-16 Oktober 2021.

Dengan mengusung tema “Rela Menjadi Jembatan Penyambung Aspirasi Rakyat Bangka Belitung”, Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Herman Suhadi, S. Sos, bertekad dan berjuang untuk memastikan terakomodirnya aspirasi masyarakat dalam keberlangsungan pembangunan daerah dan negara.

“Jangan khawatir, negara hadir di sini untuk memberikan solusi bagi masyarakat agar semua persoalan itu nantinya dapat di atasi dan terealisasi,” kata Politisi PDI Perjuangan Dapil Bangka itu.

Reses dilaksanakan di seluruh kabupaten/kota se-Babel, terwujudnya kerja yang lebih efisien dan efektif terus digencarkan para wakil rakyat Babel.

Terbukti, pelaksanaan reses berhasil menghimpun berbagai aspirasi dari masyarakat. Antara lain, peningkatan pembangunan infrastruktur, sektor perekonomian, sektor pertanian dan perkebunan, sektor pendidikan, sektor kelautan perikanan hingga sektor pariwisata.

Tak hanya itu, berbagai aspirasi yang diharapkan masyarakat dihadapan wakil rakyatnya, seperti bantuan bibit untuk pertanian dan perkebunan.

Selain itu juga, bantuan pembiayaan modal usaha, fasilitas pendidikan, kesejahteraan guru, kesejahteraan masjid serta pembangunan akses jalan, peningkatan jalan, lampu penerang jalan serta pembangunan sarana dan prasarana publik.

Ketua DPRD Provinsi Bangka Belitung, Herman Suhadi, Sos, memandang penting perhatian dari pemerintah terhadap sektor Pertanian dan perkebunan didalam pemulihan perekonomian masyarakat pasca pandemi covid-19, seperti bantuan bibit sawit untuk masyarakat.

“Sawit sangat berpotensi besar terhadap Peningkatan ekonomi dan hari ini alhamdulillah dengan harga yang cukup baik. Kita DPRD sangat mendukung. sehingga Insyaallah kita akan memperjuangkan aspirasi ini di APBD Provinsi Babel,” terangnya.

Wakil Ketua II DPRD Bangka Belitung, Muhammad Amin, SE, berharap dan terus memotivasi pemuda agar dapat menjadi ujung tombak disektor pertanian dan sebagai pelopor pembangunan dalam meningkatkan perekonomian daerah.

“Seorang petani milenial dapat menjadi agen perubahan. Dengan semangat dan jiwa muda yang dimiliki serta cakap dalam penggunaan teknologi. Kedepan kita yakin generasi milenial ini dapat membangun desa menjadi lebih maju,” tandas Politisi Gerindra Dapil Bangka Selatan itu.

Sektor Pendidikan menjadi perhatian serius Wakil Ketua III DPRD Bangka Belitung, Amri Cahyadi, ST. MM.

Pasalnya, Pendidikan mempunyai peranan penting dalam melahirkan generasi yang berkarakter, handal dan berdaya saing dalam menatap kehidupan kedepan yang lebih baik.

Saat melaksanakan Reses, berbagai aspirasi yang ditampung dan akan ditindaklanjuti, antara lain, terkait Penerimaan Peserta Didik Baru ( PPDB) 2021 pada sistem zonasi, sistem pembelajaran secara daring (online), fasilitas sarana dan prasana pendidikan maupun kesejahteraan para guru.

“Aspirasi tersebut akan diperjuangkan, yang pastinya ini akan menjadi pokok -pokok pikiran DPRD yang akan diparipurna dan disingkronkan dengan hasil Musrenbang desa, kemudian menjadi kebijakan daerah di APBD kita,” pungkas Politisi PPP Dapil Bangka itu.

Ketua Komisi I DPRD Babel, Hellyana, SH, menerangkan bahwa, segala aspirasi masyarakat yang menjadi kewenangan Provinsi akan di perjuangkan dan akan dijadikan sebagai bahan Pokok-Pokok pikiran DPRD.

“Kami akan memperjuangkan apa yang telah di aspirasikan kepada kami, juga akan kami pilah mana yang masuk ranahnya provinsi dan mana ranah kabupaten. Bila ada aspirasi yang ternyata wewenangnya ada dikabupaten akan kami sampaikan kepada kawan-kawan DPRD kabupaten,” terang Hellyana, Legislator PPP, Dapil Belitung dan Belitung Timur itu.

Ketua Komisi II DPRD Bangka Belitung, Adet Mastur, SH, MH, akan terus memperjuangkan aspirasi masyarakat demi tercapainya kemakmuran dan kesejahteraan bersama.

“Kami telah berusaha memperjuangkan anggaran-anggaran provinsi, untuk tahun ini ada pembuatan DED (detail enginering desain) pemandian Air Keretak dan Insyallah, juga pembangunan dan pengerukan alur air Desa Keretak ini sudah masuk ke dalam APBD tahun 2022 sebesar tiga miliar rupiah,” pungkas Politisi PDI Perjuangan Dapil Bangka Tengah itu.

Ketua Komisi III DPRD Bangka Belitung, Efredi Effendy menjelaskan, bahwa mitra komisi III antara lain, Dinas PUPR, Dinas Perhubungan, BUMN (termasuk pertamina dan PT Timah) hingga Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Untuk itu dia mengarahkan kepada peserta reses untuk menyampaikan berkaitan dengan pembangunan sesuai mitra kerja.

“Ditahun sebelumnya di Semabung Lama, ada yang mengusulkan perbaikan jalan setapak, Alhamdulillah bisa diakomodir tetapi tidak semua, karena memang tidak bisa dari TAPD, dengan alasan sebagian jalan bukan kewenangan provinsi tetapi kota,” jelas legislator Dapil Kota Pangkalpinang itu.

Ketua Komisi IV DPRD Babel, H. Jawarno, mengatakan, semua usulan yang didapatkan akan tetap ditampung, namun nanti dalam tindakannya akan diseleksi kembali menurut skala prioritas.

“Karena motivasi kita di DPRD untuk terus memajukan sektor pendidikan di Bangka Belitung. namun nanti dalam tindakan menyangkut dana anggaran, kita akan lihat menurut skala prioritas, mana yang lebih penting, mana yang belum,” imbuh, Legislator Gerindra Dapil Bangka itu. (*/adv)

Jadi Narasumber Pelatihan KIPAN, Adet Ingatkan Jangan Menjadi Generasi Bermental Narkoba

WARTABANGKA, PANGKALAN BARU – Ketua Komisi II DPRD provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Adet Mastur bakar semangat pemuda-pemudi yang tergabung dalam Kader Inti Pemuda Anti Narkoba (Kipan), saat menjadi narasumber Pelatihan Kipan 2021 Generasi Emas Tanpa Narkoba, di Hotel Soll Marina Pangkalan Baru, Rabu (13/10).

“Seperti yang pernah dikatakan Soekarno ‘Berikan aku sepuluh pemuda, maka akan kuguncangkan dunia’. Ini mengindikasikan begitu dahsyatnya kekuatan yang dimiliki pemuda/i ini,” tegasnya.

Lebih jauh anggota DPRD provinsi Kepulauan Bangka Belitung Dapil Bangka Tengah itu menyampaikan, bahwa masa depan Indonesia khususnya Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ke depan berada di tangan generasi muda saat ini.

Karena di tangan merekalah yang akan mengisi pembangunan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Maju atau mundurnya suatu daerah itu tergantung pada diri kita sendiri.

“Ditangan kalianlah perubahan-perubahan ini akan terjadi, apakah akan berjalan ke arah yang lebih baik atau ke arah sebaliknya. Karena generasi muda inilah agen perubahan,” tegasnya kembali.

Ia mengajak selalu melakukan kegiatan yang positif.

Tetapi sebaliknya, jika kita menginginkan kehancuran, maka lakukanlah tindakan-tindakan yang negatif.

Di hadapan puluhan peserta yang hadir dirinya pun mewanti-wanti agar generasi muda tidak terjerumus dalam Narkoba.

“Jangan sampai nantinya generasi muda Bangka Belitung ini menjadi generasi yang bermental Narkoba. Karena kalau generasi muda sudah terjerumus kedalam narkoba, maka masa depan diri kita, keluarga, bangsa dan negara akan menghasilkan generasi yang bobrok,” jelasnya.

Anggota DPRD lima periode ini pun membagikan pengalamannya semasa kecil hingga dirinya berhasil menyandang gelar anggota DPRD termuda se-Indonesia pada masa itu.

Lahir dari keluarga yang kurang mampu, di sebuah desa yang sepi tepatnya Desa Keretak, ayahnya seorang penjual ikan dan ibu bekerja sebagai pengambil upah di kebun milik orang lain, tidak menyurutkan niatnya untuk tetap menimba ilmu.

Semasa duduk di bangku SMK pun dirinya tetap semangat, meski jarak yang ditempuh dari rumahnya ke sekolah cukup jauh saat itu karena berada di Kota Pangkalpinang.

Pukul 04.00 WIB pagi dirinya sudah berangkat menuju sekolah menggunakan mobil truk ikan yang menuju Pangkalpinang.

Bahkan tuturnya, pernah suatu waktu dirinya tiba dirumah pukul 20.00 WIB karena harus berjalan kaki pulang dari sekolahnya STM Negeri (sekarang SMK 2) pangkalpinang ke rumahnya, dikarenakan kendaraan yang lewat sudah tidak ada.

Di tengah keterbatasan ekonomi keluarganya selama sekolah, politisi PDIP ini juga hanya mempunyai seragam sekolah dua setel saat itu yang digunakannya selama tiga tahun.

Satu untuk seragam utama (putih/abu-abu) dan satu lagi seragam praktek.

Tempaan hidup yang keras inilah akhirnya mengantarkan Adet untuk tidak pernah putus asa dan semangat.

Hingga akhirnya di usianya yang masih 22 tahun dirinya pun sudah menduduki sebuah jabatan mentereng sebagai anggota DPRD Kabupaten Bangka yang saat itu masih menjadi bagian dari Provinsi Sumatera Selatan.

“Itulah sedikit pengalaman masa muda saya yang bisa menjadi motivasi adik-adik kedepan mau menjadi seperti apa,” tutupnya. (*/Publikasi Setwan DPRD Babel)

Reses di SMAN 1 Merawang, Amri Ingatkan Seluruh Stakeholder Bertanggungjawab Tingkatkan Mutu Pendidikan

WARTABANGKA, MERAWANG – Wakil Ketua DPRD Bangka Belitung, Amri Cahyadi ST MM memaksimalkan reses tahun sidang ketiga ini dengan berinteraksi dengan pihak sekolah. Setelah melaksanakan reses di SMA N 1 Belinyu dan SMA N 1 Riau Silip, Selasa (12/10), pimpinan DPRD itu berkunjung ke SMA N 1 Merawang.
 
Dalam arahan reses yang sedang dilaksanakan ini, bertujuan mendapatkan pemahaman dalam menelurkan kebijakan di sektor pendidikan.

“Kemarin kita sudah berkunjung ke SMA N 1 Belinyu dan Riau Silip, saya cukup bahagia karena siswa-siswanya berani dan cerdas. Tentu kita mau kualitas siswanya ini setara, atau lebih baik lagi,” tutur Amri di hadapan puluhan siswa saat menyampaikan materi reses.

Dengan sikap yakin, dia menegaskan bahwa kemajuan sebuah negeri tergantung pada mutu pendidikan dan kualitas SDA yang dihasilkan sekolah tersebut.

Untuk itu, menurutnya pendidikan tidak hanya dibebankan kepada guru dan komite atau pemerintah saja, namun juga perlu melibatkan masyarakat.

“Sektor pendidikan itu tidak dibebankan kepada guru pengajar, komite, orangtua dan pemerintah saja tetapi juga harus kepada masyarakat termasuk kami ini (anggota legislatif pemprov),” terangnya.

Ditengah-tengah penyampaian reses, dia mengajak peserta reses lebih interaktif dengan mengajukan berbagai pertanyaan, baik kepada siswa dan guru.

Terkhusus untuk siswa, lanjutnya dengan sistem daring selama pandemi, apakah dinilai efektif , kemudian mempertanyakan kuota gratis yang disediakan oleh pemerintah kepada siswa apakah diterima langsung, apakah kemudian digunakan untuk belajar main game.

Sebab, dia menilai sesuai informasi yang diterima dari aduan orangtua tidak sedikit siswa menyalahgunakan kuota gratis itu untuk bermain game.

Lebih lanjut, dia memerlukan jawaban dan sikap jujur para siswa demi sebuah mutu pendidikan.

Terkhusus untuk guru, tidak lupa juga dia mengajukan berbagai pertanyaan yang masih berhubungan dengan pelaksanaan PPDB 2021.

Terutama soal sistem zonasi dari SMA N 1 Merawang, apakah masih ada siswa yang tidak terakomodir disebabkan kekurangan ruang belajar.

“Apakah ada siswa yang tidak terakomodir hanya kekurangan ruang belajar yang kemudian karena dihitung jarak zonasi akhirnya banyak siswa yang mendaftar tidak masuk,” tanyanya.

Jika hal itu terjadi, Amri Cahyadi menerangkan bahwa perlu ada kebijakan penambahan ruang belajar dan unit sekolah baru.

Artinya jangan sampai terdengar ada siswa tidak sekolah dikarenakan zonasi.
 
Dalam pekan terakhir, pihak DPRD melalui pimpinan DPRD Bangka Belitung bersama Dinas Pendidikan telah menghadap Kemendikbud dalam pembahasan aturan PPDB yang tidak cocok dengan geografis Bangka Belitung.

Sebagai suksesor pendidikan baik pemerintah harus perlu melibatkan seluruh Stakeholder (pemangku kepentingan).
 
Dalam momen baik itu pun, Kepala Sekolah SMA N 1 Merawang, Dra Nihlatin Nisa turut memberikan aspirasi untuk keperluan sekolah.

Diantaranya pembentukan pojok literasi sebagai upaya meningkatkan kesadaran literasi dan pengajuan sarana penunjang sekolah lainnya. (*/Publikasi Setwan DPRD Babel)