Travel

Wakil Rakyat Babel Jaring Aspirasi, Siap Mewujudkan Pemerataan Pembangunan dan Kesejahteraan Masyarakat

WARTABANGKA, PANGKALPINANG – Guna Mewujudkan Keadilan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat, gerak cepat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) secara serentak mendengar, menjaring, menyerap, menghimpun serta menindaklanjuti aspirasi masyarakat dengan turun gunung melalui masa Reses.

Reses merupakan amanah konstitusi yang dilaksanakan wakil rakyat di luar masa sidang terhadap konstituen di Daerah Pemilihan (Dapil) masing-masing. Hasil reses yang akan dituangkan sebagai bahan Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD di dalam pelaksanaan pembangunan serta menentukan arah kebijakan pembangunan kedepan, sesuai dengan kewenangan yang ada di Pemerintah Provinsi Babel.

Pentingnya pelaksanaan Reses yang dilaksanakan seluruh pimpinan serta anggota DPRD dalam rangka menjalankan tugas dan fungsinya antara lain, Legislasi, Anggaran dan Pengawasan. Reses tahun sidang III masa sidang I dilaksanakan terhitung sejak tanggal 11-16 Oktober 2021.

Dengan mengusung tema “Rela Menjadi Jembatan Penyambung Aspirasi Rakyat Bangka Belitung”, Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Herman Suhadi, S. Sos, bertekad dan berjuang untuk memastikan terakomodirnya aspirasi masyarakat dalam keberlangsungan pembangunan daerah dan negara.

“Jangan khawatir, negara hadir di sini untuk memberikan solusi bagi masyarakat agar semua persoalan itu nantinya dapat di atasi dan terealisasi,” kata Politisi PDI Perjuangan Dapil Bangka itu.

Reses dilaksanakan di seluruh kabupaten/kota se-Babel, terwujudnya kerja yang lebih efisien dan efektif terus digencarkan para wakil rakyat Babel.

Terbukti, pelaksanaan reses berhasil menghimpun berbagai aspirasi dari masyarakat. Antara lain, peningkatan pembangunan infrastruktur, sektor perekonomian, sektor pertanian dan perkebunan, sektor pendidikan, sektor kelautan perikanan hingga sektor pariwisata.

Tak hanya itu, berbagai aspirasi yang diharapkan masyarakat dihadapan wakil rakyatnya, seperti bantuan bibit untuk pertanian dan perkebunan.

Selain itu juga, bantuan pembiayaan modal usaha, fasilitas pendidikan, kesejahteraan guru, kesejahteraan masjid serta pembangunan akses jalan, peningkatan jalan, lampu penerang jalan serta pembangunan sarana dan prasarana publik.

Ketua DPRD Provinsi Bangka Belitung, Herman Suhadi, Sos, memandang penting perhatian dari pemerintah terhadap sektor Pertanian dan perkebunan didalam pemulihan perekonomian masyarakat pasca pandemi covid-19, seperti bantuan bibit sawit untuk masyarakat.

“Sawit sangat berpotensi besar terhadap Peningkatan ekonomi dan hari ini alhamdulillah dengan harga yang cukup baik. Kita DPRD sangat mendukung. sehingga Insyaallah kita akan memperjuangkan aspirasi ini di APBD Provinsi Babel,” terangnya.

Wakil Ketua II DPRD Bangka Belitung, Muhammad Amin, SE, berharap dan terus memotivasi pemuda agar dapat menjadi ujung tombak disektor pertanian dan sebagai pelopor pembangunan dalam meningkatkan perekonomian daerah.

“Seorang petani milenial dapat menjadi agen perubahan. Dengan semangat dan jiwa muda yang dimiliki serta cakap dalam penggunaan teknologi. Kedepan kita yakin generasi milenial ini dapat membangun desa menjadi lebih maju,” tandas Politisi Gerindra Dapil Bangka Selatan itu.

Sektor Pendidikan menjadi perhatian serius Wakil Ketua III DPRD Bangka Belitung, Amri Cahyadi, ST. MM.

Pasalnya, Pendidikan mempunyai peranan penting dalam melahirkan generasi yang berkarakter, handal dan berdaya saing dalam menatap kehidupan kedepan yang lebih baik.

Saat melaksanakan Reses, berbagai aspirasi yang ditampung dan akan ditindaklanjuti, antara lain, terkait Penerimaan Peserta Didik Baru ( PPDB) 2021 pada sistem zonasi, sistem pembelajaran secara daring (online), fasilitas sarana dan prasana pendidikan maupun kesejahteraan para guru.

“Aspirasi tersebut akan diperjuangkan, yang pastinya ini akan menjadi pokok -pokok pikiran DPRD yang akan diparipurna dan disingkronkan dengan hasil Musrenbang desa, kemudian menjadi kebijakan daerah di APBD kita,” pungkas Politisi PPP Dapil Bangka itu.

Ketua Komisi I DPRD Babel, Hellyana, SH, menerangkan bahwa, segala aspirasi masyarakat yang menjadi kewenangan Provinsi akan di perjuangkan dan akan dijadikan sebagai bahan Pokok-Pokok pikiran DPRD.

“Kami akan memperjuangkan apa yang telah di aspirasikan kepada kami, juga akan kami pilah mana yang masuk ranahnya provinsi dan mana ranah kabupaten. Bila ada aspirasi yang ternyata wewenangnya ada dikabupaten akan kami sampaikan kepada kawan-kawan DPRD kabupaten,” terang Hellyana, Legislator PPP, Dapil Belitung dan Belitung Timur itu.

Ketua Komisi II DPRD Bangka Belitung, Adet Mastur, SH, MH, akan terus memperjuangkan aspirasi masyarakat demi tercapainya kemakmuran dan kesejahteraan bersama.

“Kami telah berusaha memperjuangkan anggaran-anggaran provinsi, untuk tahun ini ada pembuatan DED (detail enginering desain) pemandian Air Keretak dan Insyallah, juga pembangunan dan pengerukan alur air Desa Keretak ini sudah masuk ke dalam APBD tahun 2022 sebesar tiga miliar rupiah,” pungkas Politisi PDI Perjuangan Dapil Bangka Tengah itu.

Ketua Komisi III DPRD Bangka Belitung, Efredi Effendy menjelaskan, bahwa mitra komisi III antara lain, Dinas PUPR, Dinas Perhubungan, BUMN (termasuk pertamina dan PT Timah) hingga Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Untuk itu dia mengarahkan kepada peserta reses untuk menyampaikan berkaitan dengan pembangunan sesuai mitra kerja.

“Ditahun sebelumnya di Semabung Lama, ada yang mengusulkan perbaikan jalan setapak, Alhamdulillah bisa diakomodir tetapi tidak semua, karena memang tidak bisa dari TAPD, dengan alasan sebagian jalan bukan kewenangan provinsi tetapi kota,” jelas legislator Dapil Kota Pangkalpinang itu.

Ketua Komisi IV DPRD Babel, H. Jawarno, mengatakan, semua usulan yang didapatkan akan tetap ditampung, namun nanti dalam tindakannya akan diseleksi kembali menurut skala prioritas.

“Karena motivasi kita di DPRD untuk terus memajukan sektor pendidikan di Bangka Belitung. namun nanti dalam tindakan menyangkut dana anggaran, kita akan lihat menurut skala prioritas, mana yang lebih penting, mana yang belum,” imbuh, Legislator Gerindra Dapil Bangka itu. (*/adv)

Di Pantai Selepuk dan Pantai Pasir Kuning, Yus Derahman Harap Adanya Pengembangan Pariwisata

WARTABANGKA, TEMPILANG – Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Yus Derahman, mengharapkan adanya pengembangan pariwisata yang dilakukan di Pantai Selepuk dan juga Pantai Pasir Kuning, Kecamatan Tempilang, Kabupaten Bangka Barat.

“Kita reses di Desa Air Lintang, tepatnya di Pantai Pasir Kuning. Kita undang RT dan seluruh perangkat desa. Kita menggali dari yang kecil hingga yang besar yang dirasakan perlu untuk pembangunan di Desa Air Lintang,” kata Yus Derahman kepada wartabangka, saat melakukan reses Tahun Sidang III Masa Sidang I, di Pantai Pasir Kuning, Desa Air Lintang, Kecamatan Tempilang, Kabupaten Bangka Barat, Senin (11/10).

Sekretaris Komisi I DPRD Babel itu juga menyebutkan, adapun pengembangan pariwisata yang diinginkan untuk di Pantai Selepuk dan juga Pantai Pasir Kuning, yakni berupa fasilitas dan juga hal-hal yang dianggap perlu untuk pengembangan pariwisata.

“Memang pengunjungnya di hari libur cukup ramai, namun ketika fasilitas untuk pengembangan pariwisata tidak ditambah, masyarakat bosan dan bisa tidak mau lagi ke pantai yang ada di Kecamatan Tempilang ini,” jelas Politisi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) itu.

“Kita berharap, aspirasi ini benar-benar bisa menjadi masukan bagi eksekutif untuk dapat direncanakan dan direalisasikan,” harapnya. (*/ryu)

Ferdi Ajak Masyarakat Bentuk Wadah dan Diskusi Kepariwisataan

WARTABANGKA, PANGKALPINANG – Sektor pariwisata di Bangka Belitung (Babel) patut dikembangkan. 

Tak hanya pemerintah, masyarakatnya pun diharapkan dapat bergerak mengembangkan pariwisata tersebut sehingga terciptanya peluang usaha di dalamnya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

Demikian hal itu disampaikan anggota DPRD Babel Ferdiyansyah dalam kegiatan penyebarluasan peraturan daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2016 tentang rencana induk pembangunan Kepariwisataan Babel 2016-2025, di salah satu Cafe di Pangkalpinang, Jumat (10/9). 

Hadir puluhan masyarakat milenial dan pelaku pariwisata di acara tersebut.

Diakui Ferdi-biasa disapa, penting Perda ini diketahui oleh masyarakat, terkhususnya pelaku pariwisata di Babel. 

“Karena salah satu fokus pembangunan Babel di bidang pariwisata,” sebut dewan dapil Pangkalpinang yang duduk di Komisi III DPRD Babel ini.

Hanya saja, diakui Ferdi, sektor pariwisata Babel saat ini benar-benar jatuh diterpa badai Covid-19. 

Namun, politisi Partai Gerindra ini optimis sektor pariwisata di Babel akan bangkit kembali seperti sedia kala. 

Oleh sebabnya, ada hal yang perlu disiapkan untuk menghadapi berkembangnya pariwisata Babel ini.

“Karena memang selama ini pariwisata sebelum pandemi sangat luar biasa. Ekonominya pun menggeliat. Maka perlu yang mengatur gimana supaya tempat objek wisata ini lebih cepat berkembang, dan daya tarik wisata dapat menjadi industri. Sebab kita pernah bermimpi Babel ini seperti Bali, dengan mengutamakan pariwisata,” ujarnya.

“Pandemi Covid-19 memang membuat pariwisata kita menjadi terpuruk. Tapi kita bisa mengambil hikmahnya, dan mudah-mudahan, Insyaallah setelah pandemi selesai pariwisata kita akan sangat luar biasa. Apalagi untuk perekonomian,” sebutnya.

Oleh karenanya, lanjut Ferdi, kedepan para masyarakat dan juga pelaku pariwisata ini bisa membentuk suatu wadah atau forum diskusi tentang kepariwisataan.


“Disini lah mereka sharing ilmu, sebab potensi pariwisata Babel ini luar biasa. Tinggal bagaimana niat masyarakat atau pelaku pariwisata ini untuk membuka potensi potensi ini menjadi ladang bisnis. Seperti ekonomi kreatif,” imbuhnya.

Ia juga menjelaskan, sosper ini merupakan salah satu fungsi anggota DPRD Babel yang tertuang dalam Undang-undang MD3. 

“Jadi wajib, perda-perda yang disahkan, yang sudah ada lembaran negaranya wajib kami sosialisasikan kepada masyarakat agar paham dengan peraturan-peraturan yg dibuat ini,” pungkasnya.  (*/ryu)

Selangkah Lagi Geopark Belitung Diakui UNESCO

WARTABANGKA, TANJUNGPANDAN – Geopark Belitung diyakini segera meraih status UNESCO dengan skor 850 yang merupakan nilai tertinggi yang pernah diperoleh Indonesia pada ujian akhir sidang konsel dari UNESCO Global Geopark yang dilaksanakan 8 Desember 2020 lalu.

Skor tertinggi ini menjadi hasil usaha Pemprov. Kepulauan Bangka Belitung di bawah pemerintahan Gubernur Erzaldi untuk mewujudkan cita-cita Babel membuat Geopark Belitung agar diakui nasional hingga UNESCO.

“Saya bangga dengan tim persiapan Geopark Belitong. Ini sudah final dan tinggal di clearkan saja hingga sertifikat tersebut dapat kita terima pada bulan April mendatang,” ungkap Bang ER, sapaan akrab Gubernur Babel saat santap malam di hari terakhir kunjungan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Salahuddin Uno, di Eco Beach, Tanjung Kelayang, Kabupaten Belitung, Sabtu (7/2/21).

Di momen yang sama, Kepala Badan Pengurus (BP) Geopark Belitong, Yuspian, mengatakan, Geopark Belitong tinggal menunggu undangan pemanggilan Babel atas geosite-geosite di Belitung yang telah diajukan pada November 2020 lalu untuk diakui UNESCO.

Badan Pengelola Geopark Pulau Belitong sendiri adalah badan pengelola yang dibentuk bersama oleh Pemerintah Kabupaten Belitung dan Belitung Timur. Tugasnya adalah mengembangkan potensi warisan geologi Pulau Belitong sehingga dapat memberikan efek kesejahteraan bagi masyarakat.

Nilai tinggi yang diraih Babel hingga mencapai skor 850 untuk Geopark Belitong, merupakan nilai tertinggi yang pernah diperoleh Indonesia dalam pengalaman mengajukan diri menjadi Geopark UNESCO dalam standar skor penilaian tertinggi 1.000 poin.

Lebih jauh, Yuspian mengungkap bahwa sebenarnya Babel bukan lagi dalam rangka berjuang untuk status UNESCO Global Geopark (UGG), akan tetapi lebih dari itu.

“Dari nilai itu sudah dapat dipastikan bahwa Belitung lolos. Apalagi Belitung sudah dinyatakan lulus oleh sidang konsel. Jadi, nanti di bulan April jika tidak ada perubahan jadwal, akan segera dikukuhkan atau disahkan atau ketok palu untuk Belitung Geopark UNESCO,” ungkapnya bersemangat.

“Ke depan kita akan mempersiapkan dan memberdayakan tim Geopark Belitong, mengingat banyak sekali daya tarik dari geopark disini,” sambung Bang ER mengapresiasi penjelasan Yuspian.

Bang Sandi, sapaan akrab Menteri Parekraf RI, memberikan apresiasi positif atas metamorfosis Pulau Belitung untuk lebih dikenal dunia.
“Hal ini menambah keyakinan kita bahwa Belitung memiliki sesuatu yang luar biasa. Ini destinasi incaran domestik dan manca negara. Jadi, sudah seharusnya pariwisata lebih terdukung oleh adanya Geopark Belitong sehingga peluang pasar ekonomi kreatif lebih terbuka,” tutupnya. (Diskominfo Babel)

KEK Tanjung Kelayang Diresmikan, Siap Tampung 5.000 Pekerja

WARTABANGKA, SIJUK – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Kelayang di Kabupaten Belitung telah diresmikan, tentunya hal ini memberikan dampak positif bagi lapangan pekerjaan, maka KEK tersebut diperkirakan dapat menyerap ribuan pekerja.

Demikian dikemukakan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Salahuddin Uno saat rapat konsolidasi bersama Gubernur Erzaldi Rosman, para deputi Kemenparekraf RI, dan pengelola kawasan, Banyu Sinergi Multikarya serta pelaku usaha, dalam hal ini manajemen Seraton Hotel, Sabtu (6/2) di Seraton Hotel.

“Diperkirakan kawasan ini mampu menyerap lapangan pekerjaan hingga lima ribu orang memasuki tahun 2025,” kata Sandi.

Walau pandemi cukup mengkhawatirkan dan membuat penundaan peresmian Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Kelayang yang telah ditetapkan sejak 14 Maret 2019, namun demikian melihat kondisi saat ini di Bangka Belitung, pengembangannya tetap dapat dilanjutkan. Hal ini karena, pengembangan KEK akan berdampak positif bagi Bangka Belitung secara keseluruhan. Maka, KEK Tanjung Kelayang harus segera diresmikan.

KEK Tanjung Kelayang sangat memenuhi syarat. Ditambah letak geografis Babel khususnya Pulau Belitung yang merupakan jalur pusat pelayaran membuatnya menjadi objek wisata bahari yang luar biasa.

Sport tourism, eco wisata, dan keunggulan geostrategi Belitung dikatakan Menparekraf Sandi menjadi modal kuat Kawasan Tanjung Kelayang.

Selain itu Pantai Pasir Putih, batu granit raksasa yang menjadi ciri dari Belitung dan kunjungan-kunjungan lainnya juga membuat kawasan ini dapat ditetapkan menjadi KEK Tanjung Kelayang sejak 14 Maret 2019.

“Sudah saya coba sendiri saat melaksanakan mini triathlon pagi ini dengan mengelilingi Kawasan Tanjung Kelayang dan sangat berpotensi untuk sport tourism, eco wisata, keunggulan geostrategi,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Erzaldi mengapresiasi dukungan yang telah dilakukan Kemenparekraf RI atas KEK Tanjung Kelayang.

“Kami sangat berharap KEK ini segera dilakukan peresmiannya oleh bapak Presiden RI, sebab sudah pasti tidak hanya berdampak pada kawasan ini saja, tetapi juga Babel secara keseluruhan,” harapnya.

Dalam pengembangannya, gubernur yakin KEK ini mampu mengundang dan menambah investor lainnya untuk potensi usaha.

Lebih lanjut dikatakan bahwa sebelum atau sesudah diresmikan tentunya Babel perlu mempersiapkan banyak hal, tidak hanya konsolidasi.

Banyak orang yang tidak tahu apa yang dimiliki oleh Babel, dalam rapat ini Banyu Sinergi Multikarya sebagai pihak pengelola berkesempatan melakukan pelaporan tentang KEK Tanjung Kelayang di depan menteri dan gubernur.

“KEK tidak diberikan sembarangan, hanya beberapa daerah saja yang mendapatkan dan persiapan puncak peresmian oleh presiden masih terus dipersiapkan di lahan seluas 150 hektar ini,” ungkap Deri, perwakilan Banyu Sinergi Multikarya.

Orang nomor satu di Babel menjelaskan selama prokes dijalankan dengan ketat oleh semua pihak, tentunya akan tetap mampu meneruskan rencana atas KEK dan membuat wisata dan ekonomi kreatif Babel bangkit kembali. (Diskominfo Babel)

Maret 2021, Integrasi Ekowisata dan Agroforestery Siap Digarap

WARTABANGKA, TANJUNGPANDAN – Rencana Integrated Rehabilitation and Sustainable Development Hutan Kemasyarakatan (HKm) Seberang Bersatu (Ekowisata dan Agroforestery) akan segera terealisasi. Hal ini dapat menambah jumlah destinasi wisata unggulan yang ada di Pulau Belitung.

Kepastian itu didapat saat Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno didampingi Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi beserta Bupati dan Wakil Bupati Belitung bersepeda mengelilingi kawasan Juru Seberang yang terletak di Kecamatan Tanjung Pandan, Kabupaten Belitung, Jumat (5/2).

“Harapan kita agar terintegrasi Juru Seberang dengan Bukit Paramon. Destinasi ini akan menjadi salah satu destinasi unggulan di Kabupaten Belitung dan kita akan kembangkan sebagai road map Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,” tegas Menteri Sandi saat tiba di zona mangrove.

Dengan tegas pula Menteri Sandi meminta rencana strategis dalam pengembangan pariwisata Bangka Belitung ini untuk dilanjutkan konsolidasinya pada hari Senin mendatang di Kantor Bupati Belitung.

“Saya harap ini jenis pariwisata dan ekonomi kreatif yang lebih bisa diunggulkan karena Belitung ini alamnya indah dan tingkat penyebaran covidnya rendah,” ungkapnya lagi.

Menteri Sandi sendiri menargetkan rencana integrasi ini selesai dalam waktu 3 minggu mendatang.

“Selesai persiapan diperkirakan awal Maret. Jika semua persiapan cukup, kementerian terkait dapat langsung merealisasikan secara bertahap,” pungkasnya.

Menanggapi hal tersebut Gubernur Babel, Erzaldi Rosman dengan cepat merespon keinginan dari Menteri Sandi. Menurut gubernur, kerja cepat dan kerja tepat yang dilakukan oleh Menteri Sandi harus segera ditindaklanjuti dengan rapat konsolidasi sesuai arahan Menteri.

Konsolidasi tersebut melibatkan pemerintah provinsi, kabupaten, dan pemerintah pusat yang terdiri dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Menko Maritim dan Investasi RI, serta Kementerian Lingkungan Hidup RI.

Orang nomor satu di Babel ini mengatakan, rapat konsolidasi perlu dilakukan untuk memantapkan masterplan pembangunan kawasan hutan sosial Juru Sebrang dengan Bukit Paramon yang terintegrasi. Kedua lokasi ini akan menjadi salah satu titik destinasi pariwisata yang lebih baik lagi atas dorongan pemerintah pusat terkait dalam pelaksanaannya.

“Harapan kita, kegiatan ini lancar secara bertahap dilakukan pada tahun ini hingga 2023,” ungkapnya.

Sementara itu Bupati Belitung, Sahani Saleh menambahkan pihaknya akan secara cepat melakukan pengerjaan yang menjadi kewenangannya.

“Hal ini harus tuntas dalam waktu cepat, jadi kami akan kerjakan dengan sebaik-baiknya,” tambahnya.

Juru Seberang dalam perencanaan pengembangannya oleh HKm Seberang Bersatu akan dibagi menjadi empat zona, diantaranya:

ZONA 1 – GUSONG BUGIS

  1. Belitong Mangrove Park (sudah terealisasi)
  2. Kampung Gusong Bugis
  3. Kampong Lanun
  4. Silvofishery (sudah terealisasi)
  5. Gallery (WORSHOP AREA)
  6. Kuliner Area (sudah terealisasi)
  7. Camping Ground (sudah terealisasi)
  8. Wahana Anak
  9. Mangrove Centre
  10. Balai Benih
  11. Live Sea Food Area
  12. Mini Theatre
  13. Taman Bonsai (sudah terealisasi).

ZONA 2 – AGROFORESTERY

  1. Perkebunan (sudah terealisasi buah-buahan: mete, mangga, klengkeng, sirsak)
  2. Pertanuan (jagung, nanas, cabai, dan tomat)
  3. Peternakan (Sapi ,Ayam ,Bebek)
  4. Perikanan Air Tawar (keramba dalam kolong-kolong ekstambang: lele, mujair, patin)
  5. Apartemen Walet
  6. Bamboo Park.

ZONA 2 – KEMARITIMAN

  1. Dermaga Yatch (Sail Indonesia: Turnamen Rally Tahunan Yatch, Tourism) Fasilitasi oleh Kemenparekraf dan Pemkab Belitung
  2. Tambak Udang (vaname)
  3. Budidaya Kerapu (keramba penggemukan)
  4. Industri Maritim (bengkel servis kapal, pengawetan udang, pabrik es)
  5. Water Sport (jet ski,  dll)
  6. Villa dan Resort (penunjang tourism).

ZONA 4 – INTEGRATED REHABILITATION AND SUSTAINABLE DEVELOPMENT

  1. Bumi Pramuka (sudah terealisasi)
  2. Learning Area
  3. Celebration Area
  4. Gathering Area
  5. Private Island.

Ikut dalam agenda kunjungan Menteri Pariwisata di kawasan Juru Seberang ini Forkopimda Kabupaten Belitung. (Diskominfo Babel)

Menparekraf: Desa Terong, Desa Wisata Kreatif Kelas Dunia

WARTABANGKA, TANJUNG PANDAN – Desa Terong, disebut sebagai Desa Wisata Kreatif oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno. Ini terbukti dari produk-produknya sudah berkelas, bukan hanya nasional tapi mendunia.

Hal ini diungkapkan Menparekraf, Sandiaga Uno saat mengunjungi Desa Terong Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, Jumat (5/2) untuk berdialog langsung dengan para pelaku ekonomi kreatif.

Motor penggeraknya adalah Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata), kelompok ini mengemas paket wisata di Desa Terong dengan edukasi kearifan lokal seperti wisata edukasi menanam sawi, menari dan sebagainya, yang memberdayakan mulai dari anak-anak hingga orang tua.

Desa wisata yang berjarak sekitar 16 km dari pusat kota Tanjung Pandan ini, mulai dirintis pertama kali pada tahun 2013. Dimulai dengan menanamkan perubahan pola pikir masyarakat, selama 3 tahun. Hingga mereka siap menerima perkembangan dunia dan dilanjutkan dengan diadakannya pelatihan demi pelatihan dan pembangunan hingga tahun 2019.

Lokasi yang digunakan untuk pusat kreativitas warga Desa Terong adalah bekas tambang timah masyarakat. Masyarakat bersama-sama berswadaya secara manual selama 2 tahun untuk mengembalikan lahan menjadi lebih bermanfaat.

Terdapat tiga HKm yang masuk dalam perhutanan sosial sebagai program awal di Kabupaten Belitung. HKm Bukit Tembalu, HKm mangrove dan HKm Hutan Tembalu. Selain mengelola madu trigona, HKm tersebut juga mengelola mangrove hingga agrowisata.

“Setelah kunjungan bapak menteri, tentunya akan berdampak besar terhadap apa yang akan kami lakukan,” ungkap Ketua Pokdarwis Desa Terong, Iswandi.

Pada kesempatan ini, Menparekraf mengatakan akan menindaklanjuti kendala-kendala yang dihadapi masyarakat di masa pandemi. Misalnya, dengan mempermurah ongkos kirim bagi para pelaku ekonomi kreatif, sehingga bisa membangkitkan kembali pemasaran.

Lebih lanjut dikatakan Bang Sandi, sapaan akrabnya, 97% lapangan pekerjaan tercipta dari ekonomi kreatif dan 60% dari ekonomi Indonesia, juga dari mereka para pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Kita harus saling mendukung dan saya berharap sinergi ini bisa saya dukung, insyaallah,” tegasnya.

Sandiaga Uno juga akan membentuk dan mencoba memetakan potensi-potensi daerah dan memecahkan permasalahan saat jadwal makan malam bersama Gubernur Erzaldi.

“Kedua pemerintahan (Pemprov. Babel dan Pemkab. Belitung) harus bisa membantu para pelaku ekonomi kreatif untuk bangkit dan menang,” ajaknya dengan tegas. (Diskominfo Babel)

Menkraf RI : Lets Go Belitung!

WARTABANGKA, TANJUNG PANDAN – Teriakan “Lets go Belitung!” dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno terdengar lantang, mengenakan topi khas Belitung Todapa (topi daun kelapa), menyemangati warga Desa Batu Itam, Kecamatan Tanjung Pandan, Kabupaten Belitung, yang antusias menyambut kehadirannya bersama Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman di Desa itu, Jumat (5/2).

Desa Batu Itam diakui Menteri yang kerap disapa Sandiaga Uno ini, sebagai satu dari contoh Desa Ekonomi Kreatif yang sukses mengangkat kearifan lokal, bahkan produk keluarannya sudah lebih dari satu jenis.

Dikenal sebagai Desa yang memiliki Galangan Kapal Kayu atau biasa disebut Jeramba Kubu, Desa Batu Itam juga penghasil produk ekonomi kreatif lainnya seperti Produk Bika keramik, Pembuatan miniatur perahu, Produk kain batik dari sepiak belitong dan sanggar tari pelita budaya.

Membuat kapal dari kayu yang biasa untuk mengangkut barang, masyarakat kubu diajak Menteri Sandi untuk mengonversi produk kapal kayu tersebut menjadi lebih kreatif seperti dijadikan kapal pariwisata.

“Produk-produk keramik bahkan sudah sampai ke Singapura, dan baju yang saya kenakan saat ini juga berasal dari Batik Sepiak,” ungkapnya bangga terhadap kreativitas warga.

“Kita ingin kita semua bangkit, buka lapangan pekerjaan seluas-luasnya beri peluang untuk pelaku ekonomi lokal, khususnya ekonomi kreatif,” tegasnya ditujukan kepada Gubernur Babel dan Bupati Belitung.

Desa ini tidak hanya miliki berbagai ekonomi kreatif yang sudah berjalan sejak lama dan menuai berbagai macam penghargaan saja, tetapi juga mampu menciptakan objek wisata baru seperti susur sungai Kubu dan homestay.

“Nantinya akan terkoneksi, susur sungai dengan paket menginap di homestay, membatik hingga mencoba membuat keramik,” ungkap salah seorang warga menjelaskan kepada Menteri Sandi saat berkeliling desa.

Gubernur Erzaldi berharap, motivasi dari Menteri Sandi ini dapat diimplementasikan agar ekonomi kreatif di Babel terus aktif.

“Protokol kesehatan juga harus benar-benar diterapkan agar ekonomi Babel bangkit dan menunjang keamanan pariwisata,” pesan Gubernur Erzaldi kepada warga. (Diskominfo Babel)

Dua Site Belitung Dicanangkan Jadi Prioritas Destinasi Wisata Indonesia

WARTABANGKA, TANJUNG PANDAN – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Uno, mengakui keindahan Belitung saat berkunjung dan menikmati santap pagi di Waroeng Kopi Ake Kawasan KV Senang, Tanjung Pandan, Kabupaten Belitung, Jumat (5/2).

“Alamnya indah, Covid-19 nya rendah. Ini karunia, tapi jangan lengah,” ungkapnya.

Pada kesempatan ini, Menteri Sandi mengatakan bahwa sektor pariwisata bergandeng erat dengan ekonomi kreatif.

“Ini perlu ditingkatkan melalui intervensi digitalisasi dengan persiapan ekosistem yang baik,” tegasnya.

Lebih lanjut, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta mengakui bahwa kunjungan ke Pulau Belitung dilakukan sebagai wujud dorongan kepada para pelaku ekonomi kreatif agar bisa bersaing di era digitalisasi. Sehingga, para pelaku usaha diberikan motivasi khusus agar lebih berkembang dalam menjalankan usahanya.

“Saya ingatkan, jika ingin pariwisata pulih dan ekonomi bangkit, maka, hal utama yang harus diterapkan adalah 3 M, menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. Karena tidak ada daerah yang berhasil menekan angka penyebaran covid jika tidak menerapkan ini,” tegasnya.

Menteri Sandi mengatakan, beberapa waktu ke depan, dirinya juga akan melaunching pariwisata berbasis pelestarian alam, yaitu hutan sosial dan geoparknya, seperti Juru Seberang dan Bukit Paramon.

Masih di Warung Kopi Ake yang sudah diwariskan turun temurun ini, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman, mengucapkan terima kasih atas kunjungan Menteri Pariwisata ke Bangka Belitung.

Dikatakan bahwa Pemprov Babel dan pemerintah kabupatennya sudah berkolaborasi dalam rangka pengembangan Hutan Sosial Bukit Paramon dan Juru Seberang untuk menjadikannya prioritas kunjungan wisata keenam di Indonesia. Hal ini tentunya membutuhkan dukungan pemerintah pusat khususnya Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

“Terima kasih kepada Pak Menteri yang sudah berkunjung ke Babel. Semoga bisa mendorong peresmian KEK Tanjung Kelayang kepada presiden,” ungkap Gubernur Erzaldi.

“Saya yakin, pemulihan pariwisata ini bisa terwujud atas kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten demi suksesnya pertumbuhan pariwisata kita di Bangka Belitung,” pungkasnya. (Diskominfo Babel)

Menteri Sandi Kunjungi Pulau Belitung, Ini Agendanya

WARTABANGKA, BELITUNG – Elok dan eksotisnya Pulau Belitung tak pernah membuat seorang Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Salahudin Uno bosan. Tentu ini pertanda sang menteri jatuh hati dengan Bangka Belitung.

Itu tampak saat pria yang dijuluki netizen sebagai ‘Papa Online’ ini menginjakkan kakinya lagi ke Pulau Belitung, Jumat pagi (5/2) yang langsung disambut Gubernur Babel Erzaldi Rosman dan istri, Melati Erzaldi, serta alunan musik dari kelompok Stambul Fajar Pengekar Campo dari Selat Nasik Belitung.

Di saat yang bersamaan, menteri yang juga pengusaha itu mencoba scan barcode untuk mendapat informasi lanjutan dari foto-foto keindahan alam Pulau Belitung yang dipamerkan di ruang kedatangan bandara.

Kunjungan Menteri Sandi ke Pulau Belitung direncanakan hingga dua hari mendatang, yakni dari tanggal 5 – 7 Februari 2021. Sedangkan titik-titik yang dijadwalkan akan dikunjungi diantaranya, Desa Batu Itam, Masjid Agoeng Mohammad Saleh, Hutan Kemasyarakatan (HKm), Desa Seberang Bersatu (Juru Seberang), Desa Wisata Kreatif Terong, Peninjauan Bukit Peramun, dan KEK Tanjung Kelayang.

Kunjungan di awali dengan tujuan pusat kota, tepatnya di titik Nol Kilometer untuk mengunjungi KV Senang yakni, area sekitar Bundaran Batu Satam tempat kedai-kedai kopi dan warung makan khas Belitung. Mencicipi hidangan pagi seperti Nasi Gemok, yakni nasi putih yang dibungkus daun simpor, dengan lauk ikan bebulus goreng yang diberi kuah santan.

Selain itu, menteri yang sempat dijuluki oleh emak-emak sebagai ‘cawapres ganteng’ ini, ingin mengajak tokoh adat dan para pengusaha Belitung yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) dan organisasi Kamar Dagang, berdialog, terutama tentang Ekonomi Kreatif saat ini.

Dalam rangkaian acara, tampak hadir Bupati Belitung, Sahani Saleh, dan Wakilnya, Isyak Meirobie beserta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Belitung.

“Kami menyesuaikan pada rundown kunjungan Menteri Sandi selama di Belitung. Pada setiap titik kunjungan sudah disiapkan panitia khusus serta tim keamanan,” ungkap Bupati Sahani Saleh.

Diakuinya, ini bukan kali pertama Sandiaga Uno berkunjung ke Pulau Belitung. Sebelumnya, Ketua Umum HIPMI periode 2005 – 2008 ini kerap datang selain untuk berwisata pribadi, juga sebagai penasehat HIPMI Pusat. Sedangkan lawatan kali ini, merupakan yang pertama sebagai Menteri Pariwisata.

Bupati Sanem, panggilan akrab Bupati Belitung, berharap kedatangan orang nomor satu di bidang pariwisata ini, dapat memberi solusi atas ketidakstabilan ekonomi pariwisata Belitung setelah pandemi Covid-19. (Diskominfo Babel)