Travel

Komisi II DPRD Babel Perjuangkan Wisata Sejarah Muntok

WARTABANGKA, MUNTOK  – Guna membangkitkan pembangunan di Sektor Pariwisata di Muntok Kabupaten Bangka Barat, Komisi II DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) rangkul Pemerintah Kabupaten Bangka Barat (Babar) duduk satu meja, di Pesanggrahan Menumbing, Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Jumat (14/1).
 
Kedatangan Komisi II DPRD Babel yang dikomandoi Adet mastur, SH, MH, Sekretaris Komisi II Arbiyanto beserta anggota Komisi II, Heryawandi, Ariyanto, Mansah, Mulyadi, Edi Junaidi Foe dan Warkamni, serta didampingi Kepala Bidang Pengembangan Kebudayaan Disbudpar Babel Engkus Kuswenda, langsung disambut baik oleh Wakil Bupati Bangka Barat Bong Ming Ming, didampingi Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Bangka Barat, Muhammad Ali, beserta jajaran Pemkab Bangka Barat.

Ketua Komisi II DPRD Babel, Adet mastur, SH, MH mengatakan, kedatangan komisi II ke Pesanggrahan Menumbing Muntok dalam rangka melakukan kunjungan kerja serta berkoordinasi bersama Pemkab Bangka Barat terkait pembangunan pariwisata di Provinsi Babel.

“Bulan depan kami akan melakukan rapat RKPD 2022 bersama pihak eksekutif. Di dalam pembahasan RKPD 2022 ini, salah satunya ada masuk proposal ke kami berkenaan keinginan Pemkab Bangka Barat membangun objek wisata sejarah di Bangka Barat, khususnya di Pesanggrahan Menumbing ini,” ungkap Adet.

Lebih jauh dijelaskannya, bahwa Pemkab Bangka Barat mengajukan proposal dan meminta dana bantuan (DABA) ke Pemerintah Provinsi Bangka Belitung sekitar Rp5 miliar.
 
“Sebetulnya kami ingin sekali membantu, karena ini adalah aset kita yang harus kita lestarikan. Dimana tahun 2021 kami telah mengeluarkan Perda tentang Kepariwisataan,” imbuh Adet.

Sementara itu, Wakil Bupati Bangka Barat Bong Ming Ming menyampaikan apresiasi dan mengucapkan apresiasi atas kunjungan komisi II DPRD ke Bangka Barat.

“Terima kasih, ini suatu hal yang sangat membanggakan bagi kami Pemkab Bangka Barat telah dikunjungi Komisi II DPRD, rasa rindu yang selama ini terobati,” ungkap Bong Ming Ming.

Bong Ming Ming pun berharap, agar keberadaan Pesanggrahan Menumbing sebagai cagar budaya nasional dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke kota tua bersejarah Muntok Bangka Barat.

“Bagaimana membuat Pesanggrahan Menumbing ini punya nilai sejarah dengan tetap menjaga nilai sejarahnya, tetapi punya nilai estetika lainnya. Sehingga orang-orang datang kesini tidak hanya berkunjung 15 menit kemudian dia turun,” harapnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Bangka Barat, Muhammad Ali mengatakan, rapat yang dilakukan terkait dengan cagar budaya nasional Pesanggrahan menumbing Muntok Kabupaten Bangka Barat.

“Ada beberapa hal yang ingin kami informasikan terkait cagar budaya Pesanggrahan Menumbing di Tahun 2021 kami telah menyelesaikan dua DED. Satu DED air sumber dan satu lagi DED revitalisasi kawasan bersejarah Pesanggrahan Menumbing,” tukasnya. (*/rls)

Geliatkan Wisata Bawah Laut di Pulau Putri, PT Timah Tbk Buat Coral Garden

WARTABANGKA, BELINYU – Mendorong wisata bawah laut di Pantai Penyusuk dan Pulau Putri, PT Timah Tbk bersama Pokdarwis dan HKM Penyusuk Indah dan Yayasan Sayang Babel membuat Coral Garden atau kebun karang.

Coral Garden ini sebagai upaya Emiten Berkode TINS ini untuk mendukung wisata bawah laut, dimana diketahui di kawasan Pulau Putri ini banyak wisatawan yang snorkeling, sehingga dengan adanya coral garden ini menjadi daya tarik tersendiri dan menjadikan spot foto yang menarik.

Peneggelaman Coral Garden ini dilaksanakan di Kawasan Pulau Putri, Senin (22/11) lalu yang turut melibatkan berbagai stakeholder dan masyarakat setempat.

Dosen Kelautan Perikanan Universitas Bangka Belitung Indra Ambalika mengatakan, coral garden yang dibuat di Kawasan Pulau Putri ini berbentuk tudung saji, sehingga nantinya wisatawan dapat melihat karang-karang berbentuk tudung saji.

“Wisatawan nantinya tidak perlu lagi diving untuk melihat coral, karena dengan snorkling saja sudah bisa lihat coral garden. Kemarin yang kami rancang itu ada tulisan TIMAH kemudian dikelilingi besi berbentuk tudung saji, yang nantinya akan ditempeli karang,” katanya.

“Karang-karang yang akan menempel  merupakan karang alami yang diambil dari program reklamasi laut PT Timah Tbk penenggelaman artificial reef,” kata Indra Ambalika yang sekaligus ketua Yayasan Sayang Babel.

Ia menjelaskan, coral garden ini merupakan ornamental underwater yang sengaja dibentuk dengan konsep taman laut.

Hal ini, menurut Indra telah dikembangkan di beberapa wilayah seperti di Bali untuk mendukung wisata bawah laut.

“Ini baru pertama kali kami lakukan bersama PT Timah Tbk, dimana kami juga melibatkan masyarakat sekitar penyusuk dalam proses pembuatannya termasuk menenggelamkan besinya sehingga membentuk coral garden. Nanti kami akan monitoring tingkat pertumbuhan karang,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua HKM Penyusuk Indah, Akli mengatakan pihaknya antusias dengan program coral garden yang dilaksanakan PT Timah Tbk, karena ini akan membentuk daya tarik wisata baru bagi pengunjung.

Ia menyebutkan, saat ini memang sudah banyak masyarakat snorkeling di Pulau Putri, biasanya melihat berbagai jenis ikan seperti nemo dan lainnya.

Dengan adanya coral garden ini memberikan hal yang baru dan memperindah wisata bawah laut.

“Ini akan memberikan nilai tambah bagi wisata bawah laut, dimana teman-teman kami juga dilibatkan dalam pembuatan ini. Nantinya terumbu karang bisa dilihat para wisatawan, sekarang kalau akhir pekan banyak yang datang ke Pulau Putri,” katanya.

Menurutnya, bukan hanya kali ini, PT Timah Tbk bersama Universitas Bangka Belitung juga kerap menenggelamkan terumbu karang di kawasan pantai Penyusuk.

“PT Timah Tbk bersama UBB sudah pernah menenggelamkan terumbu karang di sini, dimana ada mahasiswa UBB yang nyelam dan sudah ada ikannya, dengan adanya terumbu karang ini ” katanya.

Selain mendukung wisata bawah laut, menurutnya PT Timah Tbk juga telah membantu pengembangan Pantai Penyusuk seperti pembuatan gazebo, MCK dan sarana air bersih bagi pengunjung.

“Tidak hanya di Pulau Putri, di daratnya di Pantai Penyusuk PT Timah Tbk juga membantu pembuatan MCK, gazebo dan air bersih. Tentunya ini membantu kami dalam mengembangkan wisata,” katanya.

Sementara itu, Camat Belinyu Syarli Nopriansyah mengapresiasi PT Timah Tbk yang telah mengembangkan wisata bawah laut.

Ia menyebutkan, Pulau Putri dan Pantai Penyusuk merupakan salah satu destinasi wisata prioritas di Kabupaten Bangka.

“Kami apresiasi kepada PT Timah Tbk, semoga kegiatan seperti ini berkelanjutan salah satu bentuk perhatian untuk wisata bawah laut yakni di Pulau Putri,” katanya.

Kedepan, Ia berharap tidak hanya wisata bawah laut yang menjadi perhatian namun juga di Pulau Putri itu sendiri karena belum banyak tersentuh, terutama terkait kebutuhan air bersih.

“Dengan kebersamaan menggarap Pulau Putri mudah-mudahan menjadi ikon wisata di Bangka, kalau di Belitung ada Pulau Lengkuas, mudah-mudahan di Kabupaten Bangka ada Pulau Putri. Kami juga berharap ada pembinaan untuk SDM sehingga masyarakat bisa siap menerima tamu,” katanya. (*/rls)

Belitung Dimata Ketua DPRD Babel, Optimis Maju Seperti Bali

WARTABANGKA, TANJUNGPANDAN – Pesona Pulau Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menyimpan kesan tersendiri bagi Ketua DPRD Babel, Herman Suhadi.

Tak dapat dipungkiri, jika geliat pariwisata di Negeri Laskar Pelangi itu menyimpan sejuta pesona dan potensi.

Di sela tugasnya memimpin DPRD Babel, Herman selalu menjadwalkan berkunjung ke Belitung, menyapa dan mendengarkan keluh kesah masyarakat.

“Selama 21 tahun Provinsi Babel, saya melihat banyak kemajuan yang dicapai, apalagi melihat Belitung ini mirip dengan Bali tahun 90-an dulu,” kata Herman disela santap siang di salah satu warung makan di Tanjungpandan.

Ia optimis, jika pariwisata ini dikelola dan dikembangkan serius maka tak menutup kemungkinan lima hingga sepuluh tahun kedepan, Belitung akan menjadi setenar Bali.

“Ini akan berefek juga ke Bangka, karena Bangka dan Belitung itu satu kesatuan gak bisa dipisahkan majunya Bangka dan Belitung bersama,” ujarnya.

Politisi PDIP ini berharap, kedepan mulai dari pimpinan, stakeholder (pemangku kepentingan), pengusaha BUMD, BUMN dan swasta serta masyarakat bersama-sama membangun Provinsi Babel menjadi lebih baik.

Bagi Herman, masyarakat di Belitung juga sudah siap menyongsong era pariwisata, dimana masyarakatnya juga ramah, menyambut hangat setiap wisatawan yang datang.

“Keramahtamahan ini modal awal membangun pariwisata disamping destinasi yang sangat asri, pantai bersih, luas dan banyak pilihan baik di Bangka maupun Beltim,” bebernya.

Wisata di Belitung bukan sekedar wisata pantai, banyak tempat wisata yang disuguhi oleh pengelola pariwisata di Belitung dan Belitung Timur.

Ketika berkunjung ke Belitung, sambung Herman ia paling suka menikmati sajian kulinernya, hampir beragam warung makan ia coba, mencicipi menu khas yang ada di Negeri Laskar Pelangi yang terkenal dengan gangan, semacam lempah kuning bagi warga Bangka.

“Perekonomian di Babel mulai menggeliat karena pariwisata, walaupun kita tak menampik masih ada pertambangan dan sektor lainnya,” imbuhnya.

Pariwisata ini, kata dia, membutuhkan dukungan dan kerjasama, bukan saja pimpinan daerah, pengusaha atau pemerintah, tetapi kelompok masyarakat yang ikut berperan melengkapi pariwisata, menyediakan aneka kuliner, souvenir, biro jasa/perjalanan dan lainnya. (*/two)

Wakil Rakyat Babel Jaring Aspirasi, Siap Mewujudkan Pemerataan Pembangunan dan Kesejahteraan Masyarakat

WARTABANGKA, PANGKALPINANG – Guna Mewujudkan Keadilan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat, gerak cepat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) secara serentak mendengar, menjaring, menyerap, menghimpun serta menindaklanjuti aspirasi masyarakat dengan turun gunung melalui masa Reses.

Reses merupakan amanah konstitusi yang dilaksanakan wakil rakyat di luar masa sidang terhadap konstituen di Daerah Pemilihan (Dapil) masing-masing. Hasil reses yang akan dituangkan sebagai bahan Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD di dalam pelaksanaan pembangunan serta menentukan arah kebijakan pembangunan kedepan, sesuai dengan kewenangan yang ada di Pemerintah Provinsi Babel.

Pentingnya pelaksanaan Reses yang dilaksanakan seluruh pimpinan serta anggota DPRD dalam rangka menjalankan tugas dan fungsinya antara lain, Legislasi, Anggaran dan Pengawasan. Reses tahun sidang III masa sidang I dilaksanakan terhitung sejak tanggal 11-16 Oktober 2021.

Dengan mengusung tema “Rela Menjadi Jembatan Penyambung Aspirasi Rakyat Bangka Belitung”, Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Herman Suhadi, S. Sos, bertekad dan berjuang untuk memastikan terakomodirnya aspirasi masyarakat dalam keberlangsungan pembangunan daerah dan negara.

“Jangan khawatir, negara hadir di sini untuk memberikan solusi bagi masyarakat agar semua persoalan itu nantinya dapat di atasi dan terealisasi,” kata Politisi PDI Perjuangan Dapil Bangka itu.

Reses dilaksanakan di seluruh kabupaten/kota se-Babel, terwujudnya kerja yang lebih efisien dan efektif terus digencarkan para wakil rakyat Babel.

Terbukti, pelaksanaan reses berhasil menghimpun berbagai aspirasi dari masyarakat. Antara lain, peningkatan pembangunan infrastruktur, sektor perekonomian, sektor pertanian dan perkebunan, sektor pendidikan, sektor kelautan perikanan hingga sektor pariwisata.

Tak hanya itu, berbagai aspirasi yang diharapkan masyarakat dihadapan wakil rakyatnya, seperti bantuan bibit untuk pertanian dan perkebunan.

Selain itu juga, bantuan pembiayaan modal usaha, fasilitas pendidikan, kesejahteraan guru, kesejahteraan masjid serta pembangunan akses jalan, peningkatan jalan, lampu penerang jalan serta pembangunan sarana dan prasarana publik.

Ketua DPRD Provinsi Bangka Belitung, Herman Suhadi, Sos, memandang penting perhatian dari pemerintah terhadap sektor Pertanian dan perkebunan didalam pemulihan perekonomian masyarakat pasca pandemi covid-19, seperti bantuan bibit sawit untuk masyarakat.

“Sawit sangat berpotensi besar terhadap Peningkatan ekonomi dan hari ini alhamdulillah dengan harga yang cukup baik. Kita DPRD sangat mendukung. sehingga Insyaallah kita akan memperjuangkan aspirasi ini di APBD Provinsi Babel,” terangnya.

Wakil Ketua II DPRD Bangka Belitung, Muhammad Amin, SE, berharap dan terus memotivasi pemuda agar dapat menjadi ujung tombak disektor pertanian dan sebagai pelopor pembangunan dalam meningkatkan perekonomian daerah.

“Seorang petani milenial dapat menjadi agen perubahan. Dengan semangat dan jiwa muda yang dimiliki serta cakap dalam penggunaan teknologi. Kedepan kita yakin generasi milenial ini dapat membangun desa menjadi lebih maju,” tandas Politisi Gerindra Dapil Bangka Selatan itu.

Sektor Pendidikan menjadi perhatian serius Wakil Ketua III DPRD Bangka Belitung, Amri Cahyadi, ST. MM.

Pasalnya, Pendidikan mempunyai peranan penting dalam melahirkan generasi yang berkarakter, handal dan berdaya saing dalam menatap kehidupan kedepan yang lebih baik.

Saat melaksanakan Reses, berbagai aspirasi yang ditampung dan akan ditindaklanjuti, antara lain, terkait Penerimaan Peserta Didik Baru ( PPDB) 2021 pada sistem zonasi, sistem pembelajaran secara daring (online), fasilitas sarana dan prasana pendidikan maupun kesejahteraan para guru.

“Aspirasi tersebut akan diperjuangkan, yang pastinya ini akan menjadi pokok -pokok pikiran DPRD yang akan diparipurna dan disingkronkan dengan hasil Musrenbang desa, kemudian menjadi kebijakan daerah di APBD kita,” pungkas Politisi PPP Dapil Bangka itu.

Ketua Komisi I DPRD Babel, Hellyana, SH, menerangkan bahwa, segala aspirasi masyarakat yang menjadi kewenangan Provinsi akan di perjuangkan dan akan dijadikan sebagai bahan Pokok-Pokok pikiran DPRD.

“Kami akan memperjuangkan apa yang telah di aspirasikan kepada kami, juga akan kami pilah mana yang masuk ranahnya provinsi dan mana ranah kabupaten. Bila ada aspirasi yang ternyata wewenangnya ada dikabupaten akan kami sampaikan kepada kawan-kawan DPRD kabupaten,” terang Hellyana, Legislator PPP, Dapil Belitung dan Belitung Timur itu.

Ketua Komisi II DPRD Bangka Belitung, Adet Mastur, SH, MH, akan terus memperjuangkan aspirasi masyarakat demi tercapainya kemakmuran dan kesejahteraan bersama.

“Kami telah berusaha memperjuangkan anggaran-anggaran provinsi, untuk tahun ini ada pembuatan DED (detail enginering desain) pemandian Air Keretak dan Insyallah, juga pembangunan dan pengerukan alur air Desa Keretak ini sudah masuk ke dalam APBD tahun 2022 sebesar tiga miliar rupiah,” pungkas Politisi PDI Perjuangan Dapil Bangka Tengah itu.

Ketua Komisi III DPRD Bangka Belitung, Efredi Effendy menjelaskan, bahwa mitra komisi III antara lain, Dinas PUPR, Dinas Perhubungan, BUMN (termasuk pertamina dan PT Timah) hingga Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Untuk itu dia mengarahkan kepada peserta reses untuk menyampaikan berkaitan dengan pembangunan sesuai mitra kerja.

“Ditahun sebelumnya di Semabung Lama, ada yang mengusulkan perbaikan jalan setapak, Alhamdulillah bisa diakomodir tetapi tidak semua, karena memang tidak bisa dari TAPD, dengan alasan sebagian jalan bukan kewenangan provinsi tetapi kota,” jelas legislator Dapil Kota Pangkalpinang itu.

Ketua Komisi IV DPRD Babel, H. Jawarno, mengatakan, semua usulan yang didapatkan akan tetap ditampung, namun nanti dalam tindakannya akan diseleksi kembali menurut skala prioritas.

“Karena motivasi kita di DPRD untuk terus memajukan sektor pendidikan di Bangka Belitung. namun nanti dalam tindakan menyangkut dana anggaran, kita akan lihat menurut skala prioritas, mana yang lebih penting, mana yang belum,” imbuh, Legislator Gerindra Dapil Bangka itu. (*/adv)

Di Pantai Selepuk dan Pantai Pasir Kuning, Yus Derahman Harap Adanya Pengembangan Pariwisata

WARTABANGKA, TEMPILANG – Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Yus Derahman, mengharapkan adanya pengembangan pariwisata yang dilakukan di Pantai Selepuk dan juga Pantai Pasir Kuning, Kecamatan Tempilang, Kabupaten Bangka Barat.

“Kita reses di Desa Air Lintang, tepatnya di Pantai Pasir Kuning. Kita undang RT dan seluruh perangkat desa. Kita menggali dari yang kecil hingga yang besar yang dirasakan perlu untuk pembangunan di Desa Air Lintang,” kata Yus Derahman kepada wartabangka, saat melakukan reses Tahun Sidang III Masa Sidang I, di Pantai Pasir Kuning, Desa Air Lintang, Kecamatan Tempilang, Kabupaten Bangka Barat, Senin (11/10).

Sekretaris Komisi I DPRD Babel itu juga menyebutkan, adapun pengembangan pariwisata yang diinginkan untuk di Pantai Selepuk dan juga Pantai Pasir Kuning, yakni berupa fasilitas dan juga hal-hal yang dianggap perlu untuk pengembangan pariwisata.

“Memang pengunjungnya di hari libur cukup ramai, namun ketika fasilitas untuk pengembangan pariwisata tidak ditambah, masyarakat bosan dan bisa tidak mau lagi ke pantai yang ada di Kecamatan Tempilang ini,” jelas Politisi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) itu.

“Kita berharap, aspirasi ini benar-benar bisa menjadi masukan bagi eksekutif untuk dapat direncanakan dan direalisasikan,” harapnya. (*/ryu)

Ferdi Ajak Masyarakat Bentuk Wadah dan Diskusi Kepariwisataan

WARTABANGKA, PANGKALPINANG – Sektor pariwisata di Bangka Belitung (Babel) patut dikembangkan. 

Tak hanya pemerintah, masyarakatnya pun diharapkan dapat bergerak mengembangkan pariwisata tersebut sehingga terciptanya peluang usaha di dalamnya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

Demikian hal itu disampaikan anggota DPRD Babel Ferdiyansyah dalam kegiatan penyebarluasan peraturan daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2016 tentang rencana induk pembangunan Kepariwisataan Babel 2016-2025, di salah satu Cafe di Pangkalpinang, Jumat (10/9). 

Hadir puluhan masyarakat milenial dan pelaku pariwisata di acara tersebut.

Diakui Ferdi-biasa disapa, penting Perda ini diketahui oleh masyarakat, terkhususnya pelaku pariwisata di Babel. 

“Karena salah satu fokus pembangunan Babel di bidang pariwisata,” sebut dewan dapil Pangkalpinang yang duduk di Komisi III DPRD Babel ini.

Hanya saja, diakui Ferdi, sektor pariwisata Babel saat ini benar-benar jatuh diterpa badai Covid-19. 

Namun, politisi Partai Gerindra ini optimis sektor pariwisata di Babel akan bangkit kembali seperti sedia kala. 

Oleh sebabnya, ada hal yang perlu disiapkan untuk menghadapi berkembangnya pariwisata Babel ini.

“Karena memang selama ini pariwisata sebelum pandemi sangat luar biasa. Ekonominya pun menggeliat. Maka perlu yang mengatur gimana supaya tempat objek wisata ini lebih cepat berkembang, dan daya tarik wisata dapat menjadi industri. Sebab kita pernah bermimpi Babel ini seperti Bali, dengan mengutamakan pariwisata,” ujarnya.

“Pandemi Covid-19 memang membuat pariwisata kita menjadi terpuruk. Tapi kita bisa mengambil hikmahnya, dan mudah-mudahan, Insyaallah setelah pandemi selesai pariwisata kita akan sangat luar biasa. Apalagi untuk perekonomian,” sebutnya.

Oleh karenanya, lanjut Ferdi, kedepan para masyarakat dan juga pelaku pariwisata ini bisa membentuk suatu wadah atau forum diskusi tentang kepariwisataan.


“Disini lah mereka sharing ilmu, sebab potensi pariwisata Babel ini luar biasa. Tinggal bagaimana niat masyarakat atau pelaku pariwisata ini untuk membuka potensi potensi ini menjadi ladang bisnis. Seperti ekonomi kreatif,” imbuhnya.

Ia juga menjelaskan, sosper ini merupakan salah satu fungsi anggota DPRD Babel yang tertuang dalam Undang-undang MD3. 

“Jadi wajib, perda-perda yang disahkan, yang sudah ada lembaran negaranya wajib kami sosialisasikan kepada masyarakat agar paham dengan peraturan-peraturan yg dibuat ini,” pungkasnya.  (*/ryu)

Selangkah Lagi Geopark Belitung Diakui UNESCO

WARTABANGKA, TANJUNGPANDAN – Geopark Belitung diyakini segera meraih status UNESCO dengan skor 850 yang merupakan nilai tertinggi yang pernah diperoleh Indonesia pada ujian akhir sidang konsel dari UNESCO Global Geopark yang dilaksanakan 8 Desember 2020 lalu.

Skor tertinggi ini menjadi hasil usaha Pemprov. Kepulauan Bangka Belitung di bawah pemerintahan Gubernur Erzaldi untuk mewujudkan cita-cita Babel membuat Geopark Belitung agar diakui nasional hingga UNESCO.

“Saya bangga dengan tim persiapan Geopark Belitong. Ini sudah final dan tinggal di clearkan saja hingga sertifikat tersebut dapat kita terima pada bulan April mendatang,” ungkap Bang ER, sapaan akrab Gubernur Babel saat santap malam di hari terakhir kunjungan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Salahuddin Uno, di Eco Beach, Tanjung Kelayang, Kabupaten Belitung, Sabtu (7/2/21).

Di momen yang sama, Kepala Badan Pengurus (BP) Geopark Belitong, Yuspian, mengatakan, Geopark Belitong tinggal menunggu undangan pemanggilan Babel atas geosite-geosite di Belitung yang telah diajukan pada November 2020 lalu untuk diakui UNESCO.

Badan Pengelola Geopark Pulau Belitong sendiri adalah badan pengelola yang dibentuk bersama oleh Pemerintah Kabupaten Belitung dan Belitung Timur. Tugasnya adalah mengembangkan potensi warisan geologi Pulau Belitong sehingga dapat memberikan efek kesejahteraan bagi masyarakat.

Nilai tinggi yang diraih Babel hingga mencapai skor 850 untuk Geopark Belitong, merupakan nilai tertinggi yang pernah diperoleh Indonesia dalam pengalaman mengajukan diri menjadi Geopark UNESCO dalam standar skor penilaian tertinggi 1.000 poin.

Lebih jauh, Yuspian mengungkap bahwa sebenarnya Babel bukan lagi dalam rangka berjuang untuk status UNESCO Global Geopark (UGG), akan tetapi lebih dari itu.

“Dari nilai itu sudah dapat dipastikan bahwa Belitung lolos. Apalagi Belitung sudah dinyatakan lulus oleh sidang konsel. Jadi, nanti di bulan April jika tidak ada perubahan jadwal, akan segera dikukuhkan atau disahkan atau ketok palu untuk Belitung Geopark UNESCO,” ungkapnya bersemangat.

“Ke depan kita akan mempersiapkan dan memberdayakan tim Geopark Belitong, mengingat banyak sekali daya tarik dari geopark disini,” sambung Bang ER mengapresiasi penjelasan Yuspian.

Bang Sandi, sapaan akrab Menteri Parekraf RI, memberikan apresiasi positif atas metamorfosis Pulau Belitung untuk lebih dikenal dunia.
“Hal ini menambah keyakinan kita bahwa Belitung memiliki sesuatu yang luar biasa. Ini destinasi incaran domestik dan manca negara. Jadi, sudah seharusnya pariwisata lebih terdukung oleh adanya Geopark Belitong sehingga peluang pasar ekonomi kreatif lebih terbuka,” tutupnya. (Diskominfo Babel)

KEK Tanjung Kelayang Diresmikan, Siap Tampung 5.000 Pekerja

WARTABANGKA, SIJUK – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Kelayang di Kabupaten Belitung telah diresmikan, tentunya hal ini memberikan dampak positif bagi lapangan pekerjaan, maka KEK tersebut diperkirakan dapat menyerap ribuan pekerja.

Demikian dikemukakan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Salahuddin Uno saat rapat konsolidasi bersama Gubernur Erzaldi Rosman, para deputi Kemenparekraf RI, dan pengelola kawasan, Banyu Sinergi Multikarya serta pelaku usaha, dalam hal ini manajemen Seraton Hotel, Sabtu (6/2) di Seraton Hotel.

“Diperkirakan kawasan ini mampu menyerap lapangan pekerjaan hingga lima ribu orang memasuki tahun 2025,” kata Sandi.

Walau pandemi cukup mengkhawatirkan dan membuat penundaan peresmian Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Kelayang yang telah ditetapkan sejak 14 Maret 2019, namun demikian melihat kondisi saat ini di Bangka Belitung, pengembangannya tetap dapat dilanjutkan. Hal ini karena, pengembangan KEK akan berdampak positif bagi Bangka Belitung secara keseluruhan. Maka, KEK Tanjung Kelayang harus segera diresmikan.

KEK Tanjung Kelayang sangat memenuhi syarat. Ditambah letak geografis Babel khususnya Pulau Belitung yang merupakan jalur pusat pelayaran membuatnya menjadi objek wisata bahari yang luar biasa.

Sport tourism, eco wisata, dan keunggulan geostrategi Belitung dikatakan Menparekraf Sandi menjadi modal kuat Kawasan Tanjung Kelayang.

Selain itu Pantai Pasir Putih, batu granit raksasa yang menjadi ciri dari Belitung dan kunjungan-kunjungan lainnya juga membuat kawasan ini dapat ditetapkan menjadi KEK Tanjung Kelayang sejak 14 Maret 2019.

“Sudah saya coba sendiri saat melaksanakan mini triathlon pagi ini dengan mengelilingi Kawasan Tanjung Kelayang dan sangat berpotensi untuk sport tourism, eco wisata, keunggulan geostrategi,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Erzaldi mengapresiasi dukungan yang telah dilakukan Kemenparekraf RI atas KEK Tanjung Kelayang.

“Kami sangat berharap KEK ini segera dilakukan peresmiannya oleh bapak Presiden RI, sebab sudah pasti tidak hanya berdampak pada kawasan ini saja, tetapi juga Babel secara keseluruhan,” harapnya.

Dalam pengembangannya, gubernur yakin KEK ini mampu mengundang dan menambah investor lainnya untuk potensi usaha.

Lebih lanjut dikatakan bahwa sebelum atau sesudah diresmikan tentunya Babel perlu mempersiapkan banyak hal, tidak hanya konsolidasi.

Banyak orang yang tidak tahu apa yang dimiliki oleh Babel, dalam rapat ini Banyu Sinergi Multikarya sebagai pihak pengelola berkesempatan melakukan pelaporan tentang KEK Tanjung Kelayang di depan menteri dan gubernur.

“KEK tidak diberikan sembarangan, hanya beberapa daerah saja yang mendapatkan dan persiapan puncak peresmian oleh presiden masih terus dipersiapkan di lahan seluas 150 hektar ini,” ungkap Deri, perwakilan Banyu Sinergi Multikarya.

Orang nomor satu di Babel menjelaskan selama prokes dijalankan dengan ketat oleh semua pihak, tentunya akan tetap mampu meneruskan rencana atas KEK dan membuat wisata dan ekonomi kreatif Babel bangkit kembali. (Diskominfo Babel)

Maret 2021, Integrasi Ekowisata dan Agroforestery Siap Digarap

WARTABANGKA, TANJUNGPANDAN – Rencana Integrated Rehabilitation and Sustainable Development Hutan Kemasyarakatan (HKm) Seberang Bersatu (Ekowisata dan Agroforestery) akan segera terealisasi. Hal ini dapat menambah jumlah destinasi wisata unggulan yang ada di Pulau Belitung.

Kepastian itu didapat saat Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno didampingi Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi beserta Bupati dan Wakil Bupati Belitung bersepeda mengelilingi kawasan Juru Seberang yang terletak di Kecamatan Tanjung Pandan, Kabupaten Belitung, Jumat (5/2).

“Harapan kita agar terintegrasi Juru Seberang dengan Bukit Paramon. Destinasi ini akan menjadi salah satu destinasi unggulan di Kabupaten Belitung dan kita akan kembangkan sebagai road map Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,” tegas Menteri Sandi saat tiba di zona mangrove.

Dengan tegas pula Menteri Sandi meminta rencana strategis dalam pengembangan pariwisata Bangka Belitung ini untuk dilanjutkan konsolidasinya pada hari Senin mendatang di Kantor Bupati Belitung.

“Saya harap ini jenis pariwisata dan ekonomi kreatif yang lebih bisa diunggulkan karena Belitung ini alamnya indah dan tingkat penyebaran covidnya rendah,” ungkapnya lagi.

Menteri Sandi sendiri menargetkan rencana integrasi ini selesai dalam waktu 3 minggu mendatang.

“Selesai persiapan diperkirakan awal Maret. Jika semua persiapan cukup, kementerian terkait dapat langsung merealisasikan secara bertahap,” pungkasnya.

Menanggapi hal tersebut Gubernur Babel, Erzaldi Rosman dengan cepat merespon keinginan dari Menteri Sandi. Menurut gubernur, kerja cepat dan kerja tepat yang dilakukan oleh Menteri Sandi harus segera ditindaklanjuti dengan rapat konsolidasi sesuai arahan Menteri.

Konsolidasi tersebut melibatkan pemerintah provinsi, kabupaten, dan pemerintah pusat yang terdiri dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Menko Maritim dan Investasi RI, serta Kementerian Lingkungan Hidup RI.

Orang nomor satu di Babel ini mengatakan, rapat konsolidasi perlu dilakukan untuk memantapkan masterplan pembangunan kawasan hutan sosial Juru Sebrang dengan Bukit Paramon yang terintegrasi. Kedua lokasi ini akan menjadi salah satu titik destinasi pariwisata yang lebih baik lagi atas dorongan pemerintah pusat terkait dalam pelaksanaannya.

“Harapan kita, kegiatan ini lancar secara bertahap dilakukan pada tahun ini hingga 2023,” ungkapnya.

Sementara itu Bupati Belitung, Sahani Saleh menambahkan pihaknya akan secara cepat melakukan pengerjaan yang menjadi kewenangannya.

“Hal ini harus tuntas dalam waktu cepat, jadi kami akan kerjakan dengan sebaik-baiknya,” tambahnya.

Juru Seberang dalam perencanaan pengembangannya oleh HKm Seberang Bersatu akan dibagi menjadi empat zona, diantaranya:

ZONA 1 – GUSONG BUGIS

  1. Belitong Mangrove Park (sudah terealisasi)
  2. Kampung Gusong Bugis
  3. Kampong Lanun
  4. Silvofishery (sudah terealisasi)
  5. Gallery (WORSHOP AREA)
  6. Kuliner Area (sudah terealisasi)
  7. Camping Ground (sudah terealisasi)
  8. Wahana Anak
  9. Mangrove Centre
  10. Balai Benih
  11. Live Sea Food Area
  12. Mini Theatre
  13. Taman Bonsai (sudah terealisasi).

ZONA 2 – AGROFORESTERY

  1. Perkebunan (sudah terealisasi buah-buahan: mete, mangga, klengkeng, sirsak)
  2. Pertanuan (jagung, nanas, cabai, dan tomat)
  3. Peternakan (Sapi ,Ayam ,Bebek)
  4. Perikanan Air Tawar (keramba dalam kolong-kolong ekstambang: lele, mujair, patin)
  5. Apartemen Walet
  6. Bamboo Park.

ZONA 2 – KEMARITIMAN

  1. Dermaga Yatch (Sail Indonesia: Turnamen Rally Tahunan Yatch, Tourism) Fasilitasi oleh Kemenparekraf dan Pemkab Belitung
  2. Tambak Udang (vaname)
  3. Budidaya Kerapu (keramba penggemukan)
  4. Industri Maritim (bengkel servis kapal, pengawetan udang, pabrik es)
  5. Water Sport (jet ski,  dll)
  6. Villa dan Resort (penunjang tourism).

ZONA 4 – INTEGRATED REHABILITATION AND SUSTAINABLE DEVELOPMENT

  1. Bumi Pramuka (sudah terealisasi)
  2. Learning Area
  3. Celebration Area
  4. Gathering Area
  5. Private Island.

Ikut dalam agenda kunjungan Menteri Pariwisata di kawasan Juru Seberang ini Forkopimda Kabupaten Belitung. (Diskominfo Babel)

Menparekraf: Desa Terong, Desa Wisata Kreatif Kelas Dunia

WARTABANGKA, TANJUNG PANDAN – Desa Terong, disebut sebagai Desa Wisata Kreatif oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno. Ini terbukti dari produk-produknya sudah berkelas, bukan hanya nasional tapi mendunia.

Hal ini diungkapkan Menparekraf, Sandiaga Uno saat mengunjungi Desa Terong Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, Jumat (5/2) untuk berdialog langsung dengan para pelaku ekonomi kreatif.

Motor penggeraknya adalah Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata), kelompok ini mengemas paket wisata di Desa Terong dengan edukasi kearifan lokal seperti wisata edukasi menanam sawi, menari dan sebagainya, yang memberdayakan mulai dari anak-anak hingga orang tua.

Desa wisata yang berjarak sekitar 16 km dari pusat kota Tanjung Pandan ini, mulai dirintis pertama kali pada tahun 2013. Dimulai dengan menanamkan perubahan pola pikir masyarakat, selama 3 tahun. Hingga mereka siap menerima perkembangan dunia dan dilanjutkan dengan diadakannya pelatihan demi pelatihan dan pembangunan hingga tahun 2019.

Lokasi yang digunakan untuk pusat kreativitas warga Desa Terong adalah bekas tambang timah masyarakat. Masyarakat bersama-sama berswadaya secara manual selama 2 tahun untuk mengembalikan lahan menjadi lebih bermanfaat.

Terdapat tiga HKm yang masuk dalam perhutanan sosial sebagai program awal di Kabupaten Belitung. HKm Bukit Tembalu, HKm mangrove dan HKm Hutan Tembalu. Selain mengelola madu trigona, HKm tersebut juga mengelola mangrove hingga agrowisata.

“Setelah kunjungan bapak menteri, tentunya akan berdampak besar terhadap apa yang akan kami lakukan,” ungkap Ketua Pokdarwis Desa Terong, Iswandi.

Pada kesempatan ini, Menparekraf mengatakan akan menindaklanjuti kendala-kendala yang dihadapi masyarakat di masa pandemi. Misalnya, dengan mempermurah ongkos kirim bagi para pelaku ekonomi kreatif, sehingga bisa membangkitkan kembali pemasaran.

Lebih lanjut dikatakan Bang Sandi, sapaan akrabnya, 97% lapangan pekerjaan tercipta dari ekonomi kreatif dan 60% dari ekonomi Indonesia, juga dari mereka para pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Kita harus saling mendukung dan saya berharap sinergi ini bisa saya dukung, insyaallah,” tegasnya.

Sandiaga Uno juga akan membentuk dan mencoba memetakan potensi-potensi daerah dan memecahkan permasalahan saat jadwal makan malam bersama Gubernur Erzaldi.

“Kedua pemerintahan (Pemprov. Babel dan Pemkab. Belitung) harus bisa membantu para pelaku ekonomi kreatif untuk bangkit dan menang,” ajaknya dengan tegas. (Diskominfo Babel)