Kuliner

Belitung Dimata Ketua DPRD Babel, Optimis Maju Seperti Bali

WARTABANGKA, TANJUNGPANDAN – Pesona Pulau Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menyimpan kesan tersendiri bagi Ketua DPRD Babel, Herman Suhadi.

Tak dapat dipungkiri, jika geliat pariwisata di Negeri Laskar Pelangi itu menyimpan sejuta pesona dan potensi.

Di sela tugasnya memimpin DPRD Babel, Herman selalu menjadwalkan berkunjung ke Belitung, menyapa dan mendengarkan keluh kesah masyarakat.

“Selama 21 tahun Provinsi Babel, saya melihat banyak kemajuan yang dicapai, apalagi melihat Belitung ini mirip dengan Bali tahun 90-an dulu,” kata Herman disela santap siang di salah satu warung makan di Tanjungpandan.

Ia optimis, jika pariwisata ini dikelola dan dikembangkan serius maka tak menutup kemungkinan lima hingga sepuluh tahun kedepan, Belitung akan menjadi setenar Bali.

“Ini akan berefek juga ke Bangka, karena Bangka dan Belitung itu satu kesatuan gak bisa dipisahkan majunya Bangka dan Belitung bersama,” ujarnya.

Politisi PDIP ini berharap, kedepan mulai dari pimpinan, stakeholder (pemangku kepentingan), pengusaha BUMD, BUMN dan swasta serta masyarakat bersama-sama membangun Provinsi Babel menjadi lebih baik.

Bagi Herman, masyarakat di Belitung juga sudah siap menyongsong era pariwisata, dimana masyarakatnya juga ramah, menyambut hangat setiap wisatawan yang datang.

“Keramahtamahan ini modal awal membangun pariwisata disamping destinasi yang sangat asri, pantai bersih, luas dan banyak pilihan baik di Bangka maupun Beltim,” bebernya.

Wisata di Belitung bukan sekedar wisata pantai, banyak tempat wisata yang disuguhi oleh pengelola pariwisata di Belitung dan Belitung Timur.

Ketika berkunjung ke Belitung, sambung Herman ia paling suka menikmati sajian kulinernya, hampir beragam warung makan ia coba, mencicipi menu khas yang ada di Negeri Laskar Pelangi yang terkenal dengan gangan, semacam lempah kuning bagi warga Bangka.

“Perekonomian di Babel mulai menggeliat karena pariwisata, walaupun kita tak menampik masih ada pertambangan dan sektor lainnya,” imbuhnya.

Pariwisata ini, kata dia, membutuhkan dukungan dan kerjasama, bukan saja pimpinan daerah, pengusaha atau pemerintah, tetapi kelompok masyarakat yang ikut berperan melengkapi pariwisata, menyediakan aneka kuliner, souvenir, biro jasa/perjalanan dan lainnya. (*/two)

Menparekraf: Desa Terong, Desa Wisata Kreatif Kelas Dunia

WARTABANGKA, TANJUNG PANDAN – Desa Terong, disebut sebagai Desa Wisata Kreatif oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno. Ini terbukti dari produk-produknya sudah berkelas, bukan hanya nasional tapi mendunia.

Hal ini diungkapkan Menparekraf, Sandiaga Uno saat mengunjungi Desa Terong Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, Jumat (5/2) untuk berdialog langsung dengan para pelaku ekonomi kreatif.

Motor penggeraknya adalah Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata), kelompok ini mengemas paket wisata di Desa Terong dengan edukasi kearifan lokal seperti wisata edukasi menanam sawi, menari dan sebagainya, yang memberdayakan mulai dari anak-anak hingga orang tua.

Desa wisata yang berjarak sekitar 16 km dari pusat kota Tanjung Pandan ini, mulai dirintis pertama kali pada tahun 2013. Dimulai dengan menanamkan perubahan pola pikir masyarakat, selama 3 tahun. Hingga mereka siap menerima perkembangan dunia dan dilanjutkan dengan diadakannya pelatihan demi pelatihan dan pembangunan hingga tahun 2019.

Lokasi yang digunakan untuk pusat kreativitas warga Desa Terong adalah bekas tambang timah masyarakat. Masyarakat bersama-sama berswadaya secara manual selama 2 tahun untuk mengembalikan lahan menjadi lebih bermanfaat.

Terdapat tiga HKm yang masuk dalam perhutanan sosial sebagai program awal di Kabupaten Belitung. HKm Bukit Tembalu, HKm mangrove dan HKm Hutan Tembalu. Selain mengelola madu trigona, HKm tersebut juga mengelola mangrove hingga agrowisata.

“Setelah kunjungan bapak menteri, tentunya akan berdampak besar terhadap apa yang akan kami lakukan,” ungkap Ketua Pokdarwis Desa Terong, Iswandi.

Pada kesempatan ini, Menparekraf mengatakan akan menindaklanjuti kendala-kendala yang dihadapi masyarakat di masa pandemi. Misalnya, dengan mempermurah ongkos kirim bagi para pelaku ekonomi kreatif, sehingga bisa membangkitkan kembali pemasaran.

Lebih lanjut dikatakan Bang Sandi, sapaan akrabnya, 97% lapangan pekerjaan tercipta dari ekonomi kreatif dan 60% dari ekonomi Indonesia, juga dari mereka para pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Kita harus saling mendukung dan saya berharap sinergi ini bisa saya dukung, insyaallah,” tegasnya.

Sandiaga Uno juga akan membentuk dan mencoba memetakan potensi-potensi daerah dan memecahkan permasalahan saat jadwal makan malam bersama Gubernur Erzaldi.

“Kedua pemerintahan (Pemprov. Babel dan Pemkab. Belitung) harus bisa membantu para pelaku ekonomi kreatif untuk bangkit dan menang,” ajaknya dengan tegas. (Diskominfo Babel)

Ketum Dekranas Dorong Pemasaran Produk dengan Platform Online

Ketua Dekranasda Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Melati Erzaldi

WARTABANGKA.COM, PANGKALPINANG – Ketua Dekranasda Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Melati Erzaldi mengikuti kegiatan Musyawarah Nasional (Munas) Dekranas 2020 secara virtual di Ruang Vidcon Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (19/8).

Munas Dekranas 2020 ini dibuka langsung oleh Ketua Umum Dekranas, Wuri Maruf Amin. Dalam sambutannya ditekankan bahwa di masa pandemi ini, dekranas harus terus mendorong pemasaran produk kerajinan dengan platform online.

“Manfaatkan teknologi digital, buka peluang untuk memperluas pemasaran produk kita dan bantu UKM dalam beradaptasi di masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) saat ini,” ujarnya.

Munas kali ini menjadi strategis karena dekranas mempunyai agenda yang strategis, yakni menyelaraskan, menyempurnakan AD-ART, serta menyusun program kerja 2019-2024, dan hal ini nantinya akan menjadi pedoman dekranasda seluruh Indonesia.

Ketua Dekranas Wury Maruf Amin juga menekankan untuk meningkatkan kualitas desain dan kemasan produk agar sesuai dengan selera pasar, sehingga produk kerajinan kita dapat bersaing ke pasar global, serta mengajak seluruh peserta untuk mendukung program pemerintah dengan menggalakkan kampanye Bangga buatan Indonesia. 

Tak hanya itu, Ketua Dekranas Wury Maruf Amin juga mengapreasiasi setinggi-tingginya kepada ketua harian dan pengurus dekranas-dekranasda masa kerja 2014-2019 yang telah melakukan tugas dengan baik serta telah bekerja sama dengan berbagai lembaga terkait.

Usai mengikuti munas dekranas, Ketua Dekranasda Kepulauan Bangka Belitung, Melati Erzaldi melakukan rapat kerja dengan pengurus untuk menyesuaikan program-program kegiatan Dekranasda Babel, di Ruang Vidcon Gubernur Kepulauan Babel.

Dalam penjelasannya, sesuai hasil munas, terdapat beberapa hal yang perlu disesuaikan termasuk penambahan kepengurusan pusat, yang tadinya hanya melibatkan enam kementerian saja, namun sekarang melibatkan 11 kementerian.

“Kita menyesuaikan, dilihat tadi adanya penambahan bidang. Maka kita juga akan melibatkan OPD sesuai kementerian yang ditambahkan seperti ESDM, dishub, diknas, dan ini akan mempengaruhi susunan bidang-bidang dan akan langsung kita sesuaikan,” ungkapnya.

Di samping itu, Ketua Dekranasda Melati Erzaldi juga ingin mematangkan konsep expo live/virtual yang rencananya akan digelar Dekranasda Babel pada September nanti, serta membentuk tim kurator agar bisa dimasukkan ke dalam kepengurusan dekranas.

Ibu Melati Erzaldi juga ingin memastikan agar OPD terkait dapat memastikan bahan baku di tingkat pengrajin, agar ketika nanti produk kerajinan Babel masuk ke pasar global dan permintaan pasar cukup tinggi maka bisa memenuhinya. (Diskominfo Babel)

Penulis : Lisia Ayu
Foto : Umar
Editor : Listya

Lada Babel Resmi Dijual Melalui Bursa

Gubernur Babel, Erzaldi Rosman

WARTABANGKA.COM, PANGKALPINANG – Lada Bangka Belitung (Babel) secara resmi diperjualbelikan melalui bursa, dibawah Jakarta Future Exchange (JFX) – Kliring Berjangka Indonesia (KBI). Penjualan lada ini diresmikan oleh Gubernur Kepulauan Babel, Erzaldi Rosman, di Kantor Pemasaran Bersama (KPB) lada, di Ruko City Hall, kawasan Kompleks Perkantoran Pemprov Babel, Sabtu (15/8).

“Pemerintah membuat beberapa strategi, hari ini akan kita resmikan ekspor lada ke Jepang, dan meresmikan lada penjualannya melalui bursa,” kata Erzaldi.

Ia berharap, dengan dijualnya lada melalui bursa ini, buyer bisa langsung membeli lada Bangka Belitung, bahkan petani juga akan bisa langsung berhubungan dengan buyer.

Erzaldi berharap, melalui bursa ini, harga lada Babel juga bisa bersaing dan meningkat, meskipun memang diakuinya pemerintah tidak bisa mengatur harga.

“Tapi kita bisa mengkonsolidasikan para pelaku lada ini, baik dari hulu ke hilir kita konsolidasikan, agar bisa mempengaruhi pasar, nah untuk itulah, baik petani dan eksportir kita harus kompak,” tukasnya.

Mantan Bupati Bateng ini menegaskan, pihaknya juga sudah meminta kepada International Pepper Community (IPC) untuk tidak lagi mencantumkan harga Muntok wallpaper atas dasar penilaian mereka.

“Muntok White Pepper itu harus ditetapkan komite penetapan harga Babel, artinya nanti harga itu tidak lagi dasarnya dari IPC, jadi ini harus kita lakukan kalau mereka tidak mau, saya sudah lapor ke Menteri, minta izin keluar dari IPC, nggak usah lagi koordinasi dengan IPC,” tegasnya.

Beberapa pekan terakhir, disebutkannya harga lada mulai ada peningkatan. Ia berharap, setelah nanti KPB dan komite penetapan harga lada menetapkan harga, bisa menjadi acuan bagi IPC untuk memasang harga dalam memasang harga jual di bursa.

Pelepasan ekspor ke Jepang dan peresmian penjualan lada melalui bursa ini juga dihadiri oleh para eksportir, dan pihak terkait lainnya. (*/)

Mau Ngopi Gratis di Hari Jumat?, Yuk Datang ke Kedai Stasiun

WARTABANGKA.COM, PANGKALPINANG – Kedai Stasiun kini hadir di Kota Pangkalpinang untuk memanjakan para pecinta kuliner yang ingin menikmati sensasi aneka menu makanan dan minuman yang menggoda selera dengan harga yang cukup terjangkau.

Kedai ini beralamat di Jalan Rasakunda Nomor 6, Kecamatan Girimaya, Kota Pangkalpinang atau tepatnya di samping Kantor Polsek Bukit Intan. 

“Selain menu favorit, kita ada menu paket juga, terus untuk snack nya itu, kita ada beberapa varian, salah satunya Colenak yang berasal dari ubi yang dikomposisi dengan ragi yang kita olah sedemikian rupa sehingga menciptakan cita rasa yang spesial, kemudian kita juga ada lumpia sayur yang sering diorder disini,” kata Perwakilan Manajemen Kedai Stasiun, Ferryanto Siregar kepada wartabangka.com, Rabu (12/8).

Selain itu, Ferryanto yang akrab disapa Ferry ini menambahkan, pada bulan Agustus ini pihaknya juga menyediakan Paket Merdeka.

“Paket Merdeka ini sudah termasuk minum, jadi harga makanan lauk pauk dan minuman itu dalam satu paket,” ujarnya.

Tidak hanya itu, Kedai Stasiun juga menyajikan 100 gelas kopi gratis khusus bagi para pengunjung yang hadir pada hari Jumat mulai pukul 12.00 hingga 14.00 WIB.

“Untuk saat ini kita punya program Kopi Jumat, program ini kita berikan kepada pecinta kopi yang habis melakukan ibadah salat Jumat atau orang yang sedang istirahat kerja yang ingin ngopi itu bisa datang ke tempat kita,” tuturnya.