Nasional

Hadiri PON XX Papua, Hellyana Keluhkan Fasilitas Atlet di Babel

WARTABANGKA, PANGKALPINANG – Ketua Komisi I DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Hellyana mengeluhkan fasilitas latihan untuk atlet-atlet di Babel.

Fasilitas berlatih di Babel dinilainya, masih manual dan tentu jauh berbeda dibandingkan provinsi lainnya.

“Kita memberi masukan bahwa fasilitas untuk berlatih di Babel masih sangat jauh dari yang diharapkan, masih sangat manual. Dibandingkan dengan provinsi lain, Babel sangat tertinggal. Kita mengharapkan adanya perbaikan sapras (sarana dan prasarana) serta penghargaan atau bonus terhadap prestasi emas yang sudah diberikan,” ungkap Hellyana ketika dihubungi wartabangka, usai mengunjungi atlet Senam Ritmik, di Rumah Subsidi, Papua, Jumat (8/10).

“Aku baru lihat atlet Senam Ritmik dari Belitung Timur dan atlet-atlet dari Bangka Belitung. Harapannya tentu atlet-atlet kita bisa mengharumkan Bangka Belitung. Saya mengunjungi mereka untuk tahu keberadaan atlet-atlet kita dibandingkan. Dan pastinya kepedulian pemerintahan kita, Bangka Belitung terhadap even-even besar seperti ini. Saya selaku Anggota DPRD Bangka Belitung, tentu memberi semangat dan dukungan kepada para atlet,” tutur Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu.

Kendati demikian kata legislator daerah pemilihan (Dapil) Pulau Belitung itu, anggaran untuk kejuaraan PON XX Papua sebesar Rp7 miliar sangatlah kurang.

“Tapi kita berharap, prestasi atlet Babel tidak turun dan harus tetap semangat. Diharapkan di anggaran ini, ada anggaran dari DPRD untuk bonus atlet.

“Pendapat pelatih Senam Ritmik mbak Ayu, atlet harus banyak-banyak tanding diluar dan belajar serta berlatih di daerah-daerah yang biasa juara. Seperti Lampung dan Jakarta yang biasa dikirim ke luar negeri,” imbuhnya.

baca juga: Hadir di PON XX Papua, Hellyana Harap Babel Menjadi Tuan Rumah PON XXII

Kedepan lanjut Hellyana, harus ada persiapan Pra PON bagi para atlet-atlet agar lebih siap bertanding

“Waktu mengunjungi atlet Senam Ritmik, perasaan mereka sangat bangga telah dikirim dan diloloskan untuk ikut kejuaraan sekelas PON,” tukasnya.

Untuk diketahui, dalam perolehan medali PON XX Papua Tahun 2021 hingga Jumat (8/10), Babel masih menduduki peringkat ke-27 klasemen sementara perolehan medali dengan 1 emas, 1 perak dan 4 perunggu. (*/ryu)

Hadir di PON XX Papua, Hellyana Harap Babel Menjadi Tuan Rumah PON XXII

WARTABANGKA, PANGKALPINANG – Ketua Komisi I DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Hellyana berharap, Babel dapat menjadi Tuan Rumah ajang olahraga nasional utama Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII.

Hellyana menilai, atlet-atlet dari Babel mampu bersaing dan terbukti banyak lolos dalam kejuaraan tingkat nasional.

“Saya berharap, untuk PON selanjutnya, 10 tahun mendatang Babel harus sudah bisa menjadi Tuan Rumah PON. Setelah ini Insyaallah Provinsi Aceh yang menjadi tuan rumah pada Tahun 2025, karena Tahun 2024 ada Pilkada,” ungkap Hellyana ketika dikonfirmasi wartabangka via telepon seluler saat berada di Stadion Lukas Enembe, Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua, Jumat (8/10).

Keinginannya agar Babel menjadi Tuan Rumah PON XXII menurut Sekretaris DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Babel itu, bisa dilakukan ketika seluruh masyarakat Babel dan Stakeholder berperan aktif mewujudkannya.

“Hasil bincang dengan Ketua DPRD Papua Pak Jhony, ia mengatakan sebenarnya kalau bicara kesiapan memang semua dipaksakan. Namun intinya demi marwah pemerintahan dan demi persatuan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia), maka Papua bersedia untuk menjadi tuan rumah PON kali ini,” ucapnya. (*/ryu)

Menteri BUMN Apresiasi PT Timah Tbk Dukung Kontingen Babel di PON XX Papua

WARTABANGKA, MIMIKA – Menteri Badan Usaha Milik Negara ( BUMN ) Erick Thohir mengapresiasi anggota Holding Pertambangan Indonesia MIND yakni PT Timah Tbk yang telah mendukung kontingen Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX yang diselenggarakan di Papua.

Erick menilai langkah yang dilakukan PT Timah Tbk sudah sangat bagus. Dimana emiten Berkode TINS ini memfasilitasi keberangkatkan tiket pesawat bagi para atlet beserta tim sebanyak 178 orang.

Selain itu, untuk memacu prestasi atlet Babel, PT Timah Tbk juga memberikan bonus bagi atlet yang berhasil meraih medali.

“Saya rasa bagus, saya mendengar PT Timah Tbk mendukung kontingen Bangka Belitung, saya rasa bagus.” ucap Menteri BUMN seraya memberikan jempolnya saat menonton pertandingan bola basket di GOR Basket Sport Center, Mimika pada Senin, (4/10).

Selain PT Timah Tbk, dirinya mengapresiasi
PT Freeport Indonesia yang sudah membangun sarana pertandingan bola basket, GOR Basket Sport Center Mimika dan atletik, Mimika Sport Center.

“Lalu ada PT Freeport yang bangun gedung bola basket, atletik juga, sudah sesuai dengan strategi besar BUMN yang dilakukan kerja sama dengan Kemenpora. Kita rangkul olahraga nasional,” tambah Erick.

Secara keseluruhan ia memuji, gelaran PON XX Papua yang dilaksanakan tahun ini. “Hal ini tentunya juga dapat menjadi inspirasi bagi provinsi lain, ” jelas Erick. (rls)

Dukung Kontingen Babel di PON XX, Direksi PT Timah Saksikan Langsung Pertandingan di Papua

WARTABANGKA, PAPUA – Pekan Olahraga Nasional (PON) XX yang diselenggarakan di Papua baru saja dibuka oleh Presiden Joko Widodo, di Jayapura, Sabtu (2/10).

Direktur Keuangan PT Timah Tbk, Wibisono menghadiri langsung pembukaan PON XX di Papua, sebagai bentuk dukungan emiten Berkode TINS ini kepada kontingen Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam ajang olahraga empat tahunan ini.

“Pembukaan PON berjalan dengan sangat baik, saya sendiri merasakan ambience kegiatan pembukaan bersama para atlet Babel di tengah stadion. Rangkaian berjalan dengan lancar dan untuk itu saya atas nama PT Timah Tbk mengucapkan selamat untuk Papua, juga selamat dan sukses untuk dunia olahraga Indonesia. Kehadiran kami ke Papua untuk memberikan dukungan moril langsung kepada kontingen Babel yang berlaga di PON XX ini,” kata Direktur Keuangan PT Timah Tbk, Wibisono.

Dukungan PT Timah Tbk terhadap ajang olahraga ini tak main-main, bahkan Komisaris Utama PT Timah Tbk, M. Alfan Baharudin langsung terlibat untuk menyukseskan kontingen dengan menjadi ketua kontingen Babel di PON XX.

PT Timah Tbk sejak awal telah menunjukkan komitmennya untuk mendukung para pejuang olahraga Babel yang bertanding di PON XX dengan mengucurkan bantuan Rp1,4 miliar untuk biaya pemberangkatan para atlet dan tim.

“Kalau semakin banyak dukungannya, akan membuat para atlet semakin bersemangat untuk bertanding. Kita berharap nanti akan banyak medali yang dibawa pulang ke Bumi Serumpun Sebalai,” katanya.

Pria yang akrab disapa Soni ini, menyebutkan dirinya akan turut menyaksikan beberapa pertandingan yang akan diikuti para kontingen Babel.

“Rencananya kita akan memberikan dukungan langsung dengan hadir di beberapa pertandingan seperti cabor atletik, billiard, bola basket, dan panjat tebing,” ujarnya.

“Saya mewakili perusahaan sangat bangga dengan perjuangan seluruh kontingen Babel di PON XX Papua, terharu sekali melihat atlet kita dari Babel menunjukkan hasil latihan dan kerja kerasnya sejauh ini. InsyaAllah kita akan segera mendapatkan hasil terbaik di PON,Babel Pacak!!,” tegas Wibisono.

Untuk memacu prestasi atlet, PT Timah Tbk telah menyiapkan bonus bagi para atlet Babel yang Berhasil meraih medali dalam ajang ini.

“Bertandinglah dengan sportif, kalah menang itu biasa tapi harus menunjukkan hasil dan spirit terbaiknya, membawa medali untuk mengharumkan nama Bangka Belitung,” sebutnya.(rls)

Wujudkan Pencapaian Target Nasional, Sekretariat DPRD Babel Gelar Vaksinasi Gratis

WARTABANGKA, PANGKALPINANG – Sekretariat DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), bakal menggelar vaksinasi gratis, Jumat (1/10) mendatang. Vaksinasi dilakukan sejak pukul 08.00 wib hingga selesai, di pelataran parkir Gedung DPRD Babel.

Wakil Ketua DPRD Babel, Amri Cahyadi mengatakan, vaksinasi gratis dilaksanakan guna mendukung percepatan vaksinasi secara nasional, khususnya di Babel.

“Antusiasnya memang kurang, ini bisa dilihat dari kegiatan yang sempat dilakukan partai kami, serta organisasi lainnya,” kata Amri usai rapat Badan Anggaran, Rabu (29/9).

Amri menyampaikan, kurangnya minat masyarakat ini tidak hanya di Kota Pangkalpinang atau daerah lainnya disebabkan beberapa hal, seperti ketakutan akan efek setelah suntik yang diterima masyarakat selama ini.

“Ketakutan akan halal atau tidak vaksin yang disuntikkan, lalu beranggapan tidak penting sertifikat vaksin sebab tidak bepergian. Waktu itu di partai saja di Pangkalpinang, dari 1000 hanya tercapai 600 orang, itu pun bukan dari Pangkalpinang tapi daerah sekitarnya seperti Kace, Bakam dan lainnya,” tuturn Ketua DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Babel itu.
 
“Hal ini yang harus dihilangkan pemahamannya, vaksin ini penting untuk menjaga diri sendiri dan orang lain, terutama orang di dekatnya. Jika sudah vaksin ada kekebalan tubuh, agar tidak mudah terpapar Covid-19,” imbuhnya.

Ia pun menegaskan, tidak ada efek buruk yang terjadi usai dilakukan vaksin.

“Contohnya saya sudah dua kali vaksin tidak apa-apa. Jadi angan percaya berita yang sumbernya tidak jelas. Kalau kehalalan itu kan sudah ada fatwa dari MUI. Jika warga tidak lagi percaya MUI, mau percaya siapa lagi,” tanyanya.

Kendati demikian lanjutnya, kedepan vaksinasi ini wajib dilakukan dengan sistem Door to Door, agar pencapaian target dapat terealisasi.

Selain itu, warga yang tadinya tidak mau atau takut bisa ikut vaksinasi tanpa banyak keraguan.

“Kami saja pas di partai dengan sistem Door to Door, lumayan ada 40 orang yang mau vaksin,” jelas legislator daerah pemilihan Kabupaten Bangka itu.

“Kami mengimbau kepada masyarakat ikut vaksinasi dimana saja jika ada yang melaksanakannya. Ini demi kebaikan bersama,” tukasnya. (*/ryu)

Amri: Kami Masih Mengakui, Pulau Tujuh Masuk Bangka Belitung

WARTABANGKA, JAKARTA – Wakil Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Amri Cahyadi menegaskan, Pulau Tujuh merupakan bagian dari wilayah Pemerintah Provinsi Bangka Belitung.

Wakil Ketua DPRD Bangka Belitung, Amri Cahyadi sebagai unsur legislatif, bersama Pemerintah Provinsi Bangka Belitung yang diwakili langsung oleh Wakil Gubernur Babel, Abdul Fatah sebagai unsur eksekutif, menghadiri Rapat Koordinasi Penyusunan Peta Batas Wilayah Administrasi Kewenangan Pengelolaan Sumber Daya Laut Provinsi Skala 1 : 250.000, bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia, di Ibis Hotel Jakarta, Jumat (24/9).

Amri menyampaikan di hadapan pihak Kemendagri, bahwa Bangka Belitung telah menyelesaikan Perda RZWP3K pada Tahun 2020.

Dimana Perda ini pun difasilitasi oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Kemendagri.

Dalam Perda itu khususnya pengelolaan ruang laut pun mengakomodir peta batas wilayah laut termasuk pulau tujuh.

“Kami sampai hari ini, masih mengakui bahwa wilayah itu masih wilayah kami dan mohon maaf kepada wakil gubernur, atas nama Pimpinan DPRD Babel belum bisa menyepakati kalau yang Pulau Tujuh dimasukkan ke Kabupaten Lingga, satu sisi mereduksi Undang-undang Pembentukan Provinsi Babel, kemudian Perda RZWP3K,” tegas Amri.
 
Pihak legislatif menilai, bahwa pulau tujuh tersebut bagian dari Babel sebagaimana ditegaskan oleh Undang-undang 27 Tahun 2000 Tentang Pembentukan Provinsi Babel.

Tiga tahun setelah penerbitan undang-undang tersebut, kemudian pemerintah melahirkan Undang-undang Pembentukan Kabupaten Lingga.

“Ya mohon maaf, mengklaim kembali apa yang telah masuk Kepulauan Bangka Belitung. Kami menyebutnya undang-undang pembentukan kabupaten mengalahkan undang-undang pembentukan provinsi,” terangnya.

Saat proses pembentukan Kabupaten Lingga 19 tahun yang lalu kata Amri, dalam hal ini Pemerintah Provinsi Bangka Belitung tidak dilibatkan dalam hal memberi masukan dan keputusan mengikat lainnya.

Sehingga secara tidak langsung, Babel tidak mengetahui dinamika pembentukan kabupaten dimaksud.

“Kami tidak mengetahui dalam proses pembentukan Undang-undang Kabupaten Lingga bisa menarik beberapa pulau yang dalam wilayah Bangka Belitung. Apakah waktu itu teman-teman dari Babel tidak diundang dan alasan lainnya. Tapi sejauh ini, kami masih mengakui, Pulau Tujuh masuk Bangka Belitung,” tegasnya.

Sementara itu, Kasubdit Batas AntarDaerah Wilayah I Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan, Drs Wardani MAP, menjelaskan rapat koordinasi bertujuan terhadap penegasan peta batas kewenangan pengelolaan sesuai Undang-undang 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah.

“Khususnya pasal 27 secara spesifik mengatur kewenangan daerah provinsi di laut,” jelas Drs Wardani MAP.

Pasal 27 berdasarkan undang – undang diatas menerangkan, bahwa daerah provinsi diberi kewenangan untuk mengelola sumber daya alam di laut yang ada di wilayahnya.

Semisalnya meliputi eksplorasi, eksploitasi, konservasi, dan pengelolaan kekayaan laut di luar minyak dan gas bumi.

Kepulauan Bangka Belitung lanjutnya, bagian dari wilayah yang masuk dalam peta kerja bersama dengan Kepulauan Riau dan 18 Provinsi lainnya.

Sejauh ini terdapat empat provinsi yang telah menyepakati peta kerja wilayah kelautan dimaksud.

Dan diantaranya masih masuk catatan Kemendagri termasuk status quo Pulau Tujuh yang dimiliki Kepulauan Bangka Belitung.

Tercatat hasil verifikasi pulau oleh Kemendagri dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sejak tahun 2004 hingga 2007 dan berlanjut hingga saat ini, Pulau Tujuh yang diklaim oleh Kabupaten Lingga, masih bagian dari wilayah administrasi Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka.

Di kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Babel Abdul Fatah turut menyampaikan argumentasinya untuk menguatkan status quo Pulau Tujuh itu.

Berdasarkan perubahan peta kerja dalam pengelolaan daerah terluar Pulau Bangka, Pulau Tujuh masuk wilayah administrasi Kecamatan Belinyu.

“Tepatnya dari Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka. Antara Pulau Bangka dengan Pulau Tujuh itu berjarak 30 mil, sementara dari Kabupaten Lingga ke tempat tujuan yakni Pulau Tujuh berjarak 60 mil,” paparnya. (*/rls)

Pertamina Patra Niaga Menggelar Simulasi Operasi Keadaan Darurat Level 0 di Area Dermaga FT Pangkal Balam

WARTABANGKA, PANGKALPINANG– Pertamina Patra Niaga Region Sumbagsel melalui Fuel Terminal (FT) Pangkal Balam Kepulauan Bangka Belitung menggelar Simulasi Operasi Keadaan Darurat Level 0 dengan skenario tumpahan BBM dan kebakaran di Area Dermaga Fuel Terminal Pangkal Balam disertai pencurian, Jumat (17/9). Simulasi Keadaan Darurat Level 0 adalah kondisi darurat yang bisa ditanggulangi oleh lokasi.

Simulasi kejadian bermula dari adanya laporan kejadian terdapat salah satu selang penerimaan di jalur darat pecah dan mengakibatkan tumpahan di daerah jetty dan perairan sekitar dermaga. Pada saat proses penanggulangan tumpahan, terjadi percikan api yg berasal dari gesekan besi di sekitar tumpahan tersebut.

Petugas Security yang sedang patroli melihat terjadinya luberan BBM di area dermaga dan langsung melaporkan pada petugas RS. Terkait tumpahan tersebut, menurut laporan Port Spv Pangkal Balam sudah menyebar ke perairan sekitar dermaga. Menurut penilaian tersebut, FT Manager Pangkal Balam, Rizky Kurniawan mendeklarasikan Keadaan Darurat Level 0 tumpahan BBM dan mengaktifkan Puskodal dan Organisasi Keadaan Darurat.

Penanggulangan dilakukan oleh Tim Penanggulangan Tumpahan BBM oleh On Scenne Commander (OSC) tumpahan BBM dengan cara mengisolasi BBM yang tumpah dengan menggunakan Oil Boom yang dikonfigurasikan sehingga tumpahan BBM yang sudah ke perairan tidak menyebar lebih jauh.

Tumpahan BBM jenis Pertamax di-isolasi dan dilakukan penyemprotan Oil Dispersant untuk mengurai BBM. BBM Pertamax yang dapat dievakuasi sebanyak 400 liter dimasukan kedalam 2 drum ukuran 200 liter.

Pada saat proses penanggulangan tumpahan tersebut selesai oleh Tim Maintenance & Technical Support, saat sedang membuka baut selang penerimaan, tangan dari petugas tersebut licin sehingga membuat kunci terlepas membentur besi dari flange dan menimbulkan gesekan panas.

Di saat yang sama Petugas Penanggulangan yang lain sedang memindahkan selang yang rusak tersebut dengan manual crane namun masih terdapat sisa yang cukup banyak didalam hose tersebut sehingga tumpah di area tersebut melewati celah pada sedang dan BBM tersebut terbakar seketika dan melukai 2 orang Tim Maintenance atas nama Fernando Faisal dan Henri.

Penanggulangan dilakukan oleh Fire Brigade dipimpin oleh On Scene Commander Penanggulangan Kebakaran. Dengan personil dibagi kedalam 4 tim yaitu Nozzle 1 dan 2 serta Foam 1 dan 2 dengan masing-masim tim berjumlah 4 orang. Fire Brigade memakai konfigurasi hydrant nomor 1 dan 12 juga memakai Fix Foam Monitor di area dermaga. Pada saat penanggulangan terdapat 2 orang dari Fire Brigade yang pingsan atas nama Soni dan Budi akibat kelelahan sehingga dilakukan evakuasi korban dam diberikan penanganan pertama oleh tim medis.

Pada saat proses pemadaman berlangsung, terdapat 2 oknum atas nama Ade dan Rian yang memanfaatkan kondisi tersebut untuk melakukan pencurian dengan cara menaiki pagar pembatas dekat tempat penyimpanan sementara limbah B3 dan mengambil bekas besi yang berada di Scrap Yard, dilakukan penangkapan oleh Tim Sekuriti dan Tim Komunikasi menghubungi Polsek Tamansari guna proses lebih lanjut.

Proses pemadaman selesai dan telah dilakukan pemeriksaan 360, sudah tidak lagi ditemukan adanya titik api. FT Manager Pangkal Balam mendeklarasikan Organisasi Keadaan Darurat resmi selesai dan dilakukan pencatatan sarfas yang mengalami kerusakan.

Pjs. Area Manager Communication, Relation & CSR Sumbagsel, Agustina Mandayati menjelaskan, simulasi keadaan darurat sangatlah penting guna meningkatkan kehandalan sumber daya, sistem dan fasilitas penanggulangan keadaan darurat di suatu lokasi ketika menghadapi kondisi yang sebenarnya.

“Pada pelaksanaan simulasi Penanggulangan Keadaan Darurat di masa Covid-19 ini, Pertamina Patra Niaga telah membuat mekanisme yang efektif dan tentunya sangat memperhatikan penerapan protokol kesehatan yang ketat,” pungkas Agustina.


PLB Kini Hadir di 30 Kota dan Kabupaten Sumbagsel untuk Ciptakan Kualitas Udara yang Lebih Baik

WARTABANGKA, PALEMBANG– Setelah sukses dilaksanakan di beberapa kota antara lain Kota Palembang, Bandar Lampung, Kota Jambi dan Pangkalpinang, PT Pertamina Patra Niaga Subholding Commercial dan Trading siap melaksanan Program Langit Biru (PLB) di 30 Kota dan Kabupaten yang wilayahnya meliputi Provinsi Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu, Jambi dan Pangkalpinang yang rencananya secara serentak dimulai 12 September 2021 hingga 16 Oktober 2021.

Program Langit Biru (PLB) merupakan Program Pemerintah untuk mengendalikan pencemaran udara terutama yang bersumber dari kendaraan dengan tujuan meningkatkan kualitas udara bersih dengan mengurangi emisi gas buang melalui edukasi dan mengajak masyarakat merasakan pengalaman manfaat menggunakan BBM berkualitas dan ramah lingkungan.

Langit yang biru dengan kualitas udara yang bersih merupakan keinginan setiap warga negara khususnya di daerah perkotaan.

PLB sebelumnya tengah sukses dikarenakan mendapatkan dukungan dari seluruh stakeholder terkait, antara lain Pemerintah Daerah, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan dan Pengusaha SPBU serta telah mendapatkan dukungan dari masyarakat pengguna BBM berkualitas dan ramah lingkungan.

Implementasi dari PLB kali ini yaitu dengan memberikan pengalaman baru bagi konsumen untuk menggunakan BBM jenis Pertalite (RON 90) dengan harga discount sebesar Rp1.000 per liter bagi konsumen kendaraan roda dua, roda tiga, ambulance plat merah dan taksi serta kendaraan umum plat kuning.

Saat ini, terdapat 97 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Provinsi Lampung, 31 SPBU di Provinsi Sumatera Selatan, 19 SPBU di Bangka Belitung dan 31 SPBU di Provinsi Jambi siap melaksanakan PLB.

Pjs. Area Manager Communication, Relation & CSR Sumbagsel, Agustina Mandayati mengungkapkan bahwa Pertamina Patra Niaga berkomitmen untuk memastikan ketersediaan energi bagi seluruh masyarakat. Pertamina Patra Niaga juga menghimbau agar masyarakat menggunakan produk BBM berkualitas seperti Pertamax Series dan Dex Series.

“Saat ini, kesadaran masyarakat untuk menggunakan BBM ramah lingkungan sangat tinggi hingga membantu suksesnya PLB yang dilaksanakan sebelumnya,” tambah Agustina.

Peraturan Menteri KLHK No.20 Tahun 2017 tentang Penerapan Bahan Bakar Standar Euro 4 (minimal RON 91), untuk itu Pertamina berkomitmen mendorong penggunaan BBM dengan Research Octan Number (RON) lebih tinggi. Selain meningkatkan kualitas udara bersih dengan mengurangi emisi gas buang, penggunaan BBM dengan RON yang tinggi dapat meningkatkan kinerja mesin kendaraan dan tingkat polusi semakin rendah.

Seluruh Walikota dan Bupati di Sumbagsel yang belum melaksanakan PLB sudah siap melaksanakan program ini untuk kualitas udara dan lingkungan yang lebih baik dan bahkan akan turut membantu mensosialisasikan kepada masyarakat.

Bagi pelanggan setia Pertamina yang melakukan pembelian BBM Pertamax Turbo, Pertamax, Pertamina Dex dan Dexlite dengan menggunakan aplikasi MyPertamina, dapatkan promo sebesar Rp300 per liter tanpa batas maksimal periode 1 – 15 September 2021.(rls)

Pertamina Beri Sanksi Pangkalan Nakal di Kota Pangkalpinang

WARTABANGKA, PANGKALPINANG– PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) II Sumbagsel memberikan sanksi terhadap pangkalan yang kedapatan memiliki gudang tidak layak/tidak memadai untuk penyimpanan/penampungan tabung LPG, serta pendistribusian LPG ke masyarakat dilakukan diluar area pangkalan. Selain itu, pangkalan tersebut tidak memiliki timbangan. Pangkalan tersebut terletak di Kelurahan Gedung Nasional Kecamatan Taman Sari, Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung.

Unit Manager Communication, Relation & CSR MOR II, Umar Ibnu Hasan mengungkapkan, Surat Peringatan diberikan Pertamina melalui agen resminya dimana minimal dalam jangka waktu 1 (satu) bulan tmt surat dikeluarkan yaitu 19 Agustus 2021, pangkalan tersebut sudah harus memindahkan atau merelokasi pangkalan LPG ke tempat yang layak dan memadai.

Selama proses relokasi maka pengiriman LPG ke pangkalan untuk sementara akan ditiadakan sampai dengan tersedianya lokasi pangkalan baru.

“Apabila pangkalan tersebut tidak dapat menyediakan lokasi pangkalan baru maka akan dilakukan Pemutusan Hubungan Usaha (PHU),” tambah Umar.

Pertamina menghimbau agar masyarakat selalu membeli LPG 3 Kg Bersubsidi di pangkalan resmi dengan harga sesuai dengan HET, di Kota Pangkalpinang yaitu sebesar Rp15.900 per tabung.

Adapun ciri-ciri pangkalan LPG resmi Pertamina memiliki plang warna hijau yang mencantumkan nama pangkalan, nomor registrasi, menyebutkan HET, terdapat nomor kontak pangkalan serta Call Center Pertamina 135.

Pertamina memastikan distribusi dan ketersediaan stok LPG 3 Kg Bersubsidi hingga di titik pangkalan dan menghimbau agar dapat dipergunakan oleh masyarakat yang berhak, yakni rumah tangga pra sejahtera dan usaha mikro. Bagi golongan mampu, usaha kecil dan menengah, dapat beralih menggunakan LPG Non Subsidi yang saat ini tersedia dalam kemasan Bright Gas 5,5 Kg dan 12 Kg.

Ketersediaan LPG di Kota Pangkalpinang disalurkan melalui 2 agen dan 230 pangkalan resmi.

“Jika masyarakat menemukan kecurangan yang dilakukan baik oleh agen maupun pangkalan resmi Pertamina, dapat menghubungi Call Center 135”, tutup Umar.(rls)

Peduli Korban Bencana Alam, JNE Gratiskan Biaya Pengiriman Bantuan

WARTABANGKA– Pada bulan pertama di tahun 2021, Indonesia kembali mendapatkan ujian dengan berbagai bencana alam di beberapa wilayah di Indonesia, yang mengakibatkan kerusakan baik infrastruktur hingga menyebabkan korban jiwa.

Saat ini bencana yang sudah terjadi berada di wilayah Provinsi Kalimantan Selatan dengan jumlah korban meninggal 15 orang serta 39 ribu warga terpaksa mengungsi akibat banjir bandang.

Bencana disusul dengan adanya gempa bumi yang meluluhlantahkan Provinsi Sulawesi Barat tepatnya di Kabupaten Mamuju dan Majene dengan gempa berkekuatan 6,2 skala richter yang merenggut 56 nyawa korban yang meninggal dunia dan ribuan warga terpaksa mengungsi untuk mendapatkan pertolongan.

Di wilayah lain longsor melanda Kabupaten Sumedang yang ada di Provinsi Jawa Barat, tercatat sebanyak 25 orang yang meninggal dunia, sehingga bencana alam ini mengakibatkan dampak duka yang mendalam dan kerugian besar materil dan imateril yang dialami oleh warga.

Sontak peristiwa ini menggugah JNE untuk memberikan bantuan dengan kapabilitas yang dimiliki sebagai perusahaan distribusi dengan adanya Program JNE Peduli Bencana. JNE pun mengajak masyarakat di seluruh Indonesia untuk menyumbangkan beragam barang yang diperlukan oleh masyarakat di wilayah yang terdampak bencana banjir bandang, tanah longsor, dan gempa bumi.

Mulai tanggal 21 sampai dengan 31 Januari 2021, Program JNE Peduli Bencana ikut membantu meringankan beban untuk para korban bencana alam dengan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengirimkan bantuan dengan ketentuan: berat kiriman maksimal 10 kg per kiriman, maksimal 5 kiriman per pengirim, tidak berlaku untuk pengiriman makanan basah, mudah busuk dan cairan.

Saat ini kiriman bantuan difokuskan untuk bencana di wilayah Sumedang – Jawa Barat, Kalimantan Selatan dan Sulawesi Barat, namun tidak menutup kemungkinan untuk wilayah bencana lainnya.

Pengiriman bantuan bencana alam ini dapat disalurkan melalui Posko Bencana Kantor Cabang Utama JNE di seluruh Indonesia. Barang-barang bantuan ini akan ditujukan ke Kantor Cabang Utama JNE lokasi bencana (tidak ke alamat pribadi).

Eri Palgunadi, VP of Marketing JNE, mengatakan dengan adanya layanan JNE Peduli Bencana bertujuan untuk meringankan korban bencana alam yang dialami warga masyarakat Indonesia saat ini, dengan memiliki tagline “Connecting Happiness” yang berarti mengantarkan kebahagiaan.

“Connecting Happiness yang memiliki arti makna yang sangat luas, sehingga jika bicara tentang JNE, maka bukan hanya tentang pengiriman paket saja, namun JNE dalam berbagai aspek di setiap kehidupan masyarakat,”ujarnya.

Hal ini karena empat sektor, yaitu SDM, infrastruktur, teknologi informasi, dan lingkungan sekitar yang menjadi perhatian utama perusahaan.
Sebagai bentuk kepedulian dan apresiasi JNE atas kepercayaan masyarakat selama ini, JNE juga ikut serta untuk terus melakukan langkah – langkah kolaborasi yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas dan lingkungan sekitar.

Salah satunya yang telah didistribusikan bantuan berupa bahan pangan, pokok, sandang ke posko-posko lokasi bencana alam gempa bumi pada tanggal 17 dan 18 Januari di Kabupaten Mamuju dan Majene Provinsi Sulawesi Barat dengan mendistribusikan kurang lebih sekitar 2 Ton lebih yang diangkut oleh armada truk JNE.

Selain itu JNE pun juga bekerjasama dengan lembaga Rumah Zakat dan Rumah Harapan Melanie dalam menggalang bantuan untuk kebutuhan masyarakat korban bencana alam.

Eri menambahkan bahwa bantuan akan terus diwujudkan selanjutnya, mengingat kondisi korban yang masih meprihatinkan di beberapa wilayah di Indonesia.

“Jalinan yang baik, dukungan dan kerjasama dari berbagai pihak dan lembaga-lembaga lainnya akan sangat membantu dalam penyaluran bantuan dengan cepat untuk para korban yang tekena dampak bencana alam saat ini,” pungkasnya. (rls)