Cegah Covid-19, Adet Mastur Laksanakan Penyebarluasan Perda

WARTABANGKA, SUNGAISELAN – Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Adet Mastur melaksanakan penyebarluasan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 10 Tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru Dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19, di SMA Negeri 2 Sungaiselan, Kabupaten Bangka Tengah, Kamis (9/9).

Adapun dalam kegiatan penyebarluasan Perda tersebut, Adet Mastur menjelaskan bahwa Perda Nomor 10 Tahun 2020 merupakan Perda inisiatif anggota DPRD, dimana disetiap pembuatan produk hukum harus memenuhi tiga unsur, antara lain, asas sosiologis, asas filosofis dan asas yuridis.

“Covid-19 ini bukan hanya di Babel saja, tetapi sudah mendunia. Covid-19 ini bukan penyakit ‘ecek-ecek’, tetapi penyakit yang menular dan mematikan, jadi perlu kita antisipasi. Untuk mengantisipasi dan melakukan pencegahan, maka kita membuat Perda yaitu Perda adaptasi kebiasaan baru dalam pandemi covid-19,” terang Adet.

Ia juga menjelaskan, asas kedua yakni asas filosofis, dengan merebaknya virus covid 19, sehingga banyak yang terkena bahkan hingga banyak yang meninggal dunia akibat terkena covid-19.

Namun ia menyayangkan, pasalnya, masih banyaknya masyarakat yang beranggapan remeh dan tidak percaya dengan Virus Covid-19.

“Katanya covid itu tidak ada. Kalau mati dimana pun mati, lalu saya bilang betul, karena kita ini akan menunggu ajal, semua ibarat arisan siapa yang mendapatkan duluan, ini jika kita berbicara ajal. Tapi ini jangan ditantang-tantang penyakit ini,” tegasnya.

Berdasarkan asas sosiologis, asas filosofis, maka adanya asas yuridis, yang berfungsi dalam mengatur pelaksanaan Perda Nomor 10 Tahun 2020.

“Kita harus jaga jarak, kita harus sering cuci tangan pakai sabun dengan air yang mengalir, ini adalah kebiasaan baru. Kita juga harus pakai masker, kemudian harus menghindari kerumunan,” imbuhnya.

Selain itu, ia mengingatkan agar untuk selalu menerapkan Prokes seperti memakai masker.

Pasalnya, Perda tersebut juga menerapkan sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan.

“Ditempat proses belajar mengajar ini prokesnya harus ketat, jangan sampai ada varian baru dari sekolah-sekolah. Mari patuhi protokol kesehatan sehingga kita dapat terhindar dari wabah Covid-19”, harapnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMAN 2 Sungaiselan, Dr. Hamdan S. Pd. M.M,  menyambut baik kegiatan pelaksanaan penyebarluasan Perda yang dilaksanakan DPRD Babel.

“Sosialisasi Perda ini disosialisasikan ke guru-guru, saya harapkan guru dapat menyampaikan ke siswa, dan siswa akan menyampaikan ke orang tua. Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan ini semuanya tercerahkan dan wabah ini segera berlalu dan kembali normal”, harapnya.

Sementara itu, dr. Apriyerti selaku narasumber mengatakan, Covid-19 merupakan penyakit yang disebabkan Coronavirus yang terjadi di Wuhan, Desember Tahun 2019.

Ia menjelaskan, proses penularan Covid-19 dengan masa inkubasi virus 1-14 hari dan proses penularan.

Ketika seseorang sudah terinfeksi Covid, ketika berbicara dengan orang yang sehat tanpa menggunakan masker dengan jarak kurang dari satu meter dengan waktu lebih dari lima belas menit.

Adapun orang yang terinfeksi Covid akan mengalami gejala keluhan seperti demam, batuk, pilek dan mencret.

“Kenapa orang harus isolasi selama 14 hari, dengan rata-rata 5-6 hari masa penularan virus tertingginya. Mencret ini banyak orang yang tidak tahu, karena mencret itu merupakan gejala awal orang itu terinfeksi covid,” pungkasnya. (*/Publikasi Setwan DPRD Babel)

loading...

Check Also

Warga Minta Perusahaan Tambak Udang Segera Aspal Jalan Raya Penyak-Kurau

WARTABANGKA, KOBA – Seorang warga, Joni mengeluhkan proyek pembangunan platduiker oleh dua perusahaan udang di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *