DPD IMM Babel Harapkan Penyaluran BST Lebih Tepat Sasaran

WARTABANGKA, PANGKALPINANG– Menindaklanjuti pelemahan perekonomian Indonesia pasca mewabahkan pandemi Covid 19 di seluruh dunia membuat pemerintah Indonesia melalui Kementerian Sosial (Kemsos) Republik Indonesia memberikan program bantuan sosial berupa Bantuan Sosial Tunai (BST) kepada masyarakat yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

BST ini telah disalurkan kepada penerima manfaat yang ditargetkan untuk 9 juta KPM di 33 Provinsi Indonesia. Di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) penyaluran dana BST ini telah memasuki pada tahap 7 (tujuh), dimana yang menjadi sasaran program ini adalah mulai dari warga miskin hingga warga yang terdampak langsung pandemi Covid-19.

“Bantuan sosial tunai ini adalah satu program yang ditujukan untuk memperkuat penanganan pandemi Covid-19. Sasarannya adalah orang-orang miskin, rentan miskin dan yang terdampak pandemi covid-19,” Kepala Kantor Pos Pangkalpinang, Asmat Nuzul Pasa saat talkshow “Penyaluran dan Manfaat BST: Semangat Optimisme Ekonomi Indonesia” di salah satu radio di Pangkalpinang, Selasa (10/11).

Narasumber lain yang juga hadir dalam dialog itu adalah Kepala Dinas Sosial Kota Pangkalpinang Rika Komarina. Rika menjelaskan warga yang berhak menerima BST ini adalah warga yang sudah terdata melalui Data Terpadu Kementerian Sosial (DTKS), sehingga penerima BST sudah terverifikasi terlebih dahulu berdasarkan data yang terpusat dari Kementrian Sosial.

“Bansos tidak lepas dari ketersediaan data, nah Bansos ini datanya dari DTKS, kami bekerjasama dengan PT POS saat penyaluran yang didampingi para Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) di kelurahan dan kecamatan,” terang Rika.

Ketua DPD IMM Babel Bidang Organisasi, Jazzkyanda mengungkapkan perlu adanya sinkronisasi data penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) agar bantuan yang disalurkan lebih tepat sasaran.

Dia menjelaskan, penyaluran BST kerap kali menjadi masalah, pasalnya ia menilai data yang digunakan untuk penyaluran dana BST hanya berbasis data terpusat, sementara penerima BST yang tidak terdata akibat terdampak pandemi Covid-19 tidak tersentuh oleh BST tersebut.

“Bisa kita bayangkan data dari pusat divalidasikan beberap bulan yang lalu, sementara berbicara perekonomian dan mobilitas sosial sangat dinamis, akibatnya yang berdampak langsung terhadap Covid-19 tidak merasakan manfaat dari BST ini”, jelasnya.

loading...

Check Also

Pelaku Pembunuhan Guru Ngaji di Simpangperlang Diserahkan Keluarga ke Polisi

WARTABANGKA.COM, KOBA -MF alias DD, pelaku pembunuhan terhadap Jauhari (41), warga Simpangperlang, Kecamatan Koba, diserahkan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *