Gaji Satpam RSUD Sejiran Setason Dua Bulan Belum Dibayar, Ini Jawaban Plt Direktur

WARTABANGKA, MUNTOK – Plt Direktur Sejiran Setason, Kabupaten Bangka Barat, dr. Hendra menanggapi soal gaji seorang pegawai honorer lepas (PHL) yang bekerja sebagai satpam di rumah sakit itu yang belum dibayar selama dua bulan.

Menurut dia, terkait perpanjangan kontrak kerja honorer yang bernama Budi ini di tahun 2021 memang belum diperpanjang. Yang bersangkutan memang sempat menandatangani kontrak kerja, namun Kepala Dinas Kesehatan Bangka Barat, drg. H. Achmad Syaifuddin belum menandatangani kontrak kerja itu.

“Memang yang bersangkutan sudah menandatangi kontrak sepihak, tapi yang pihak keduanya ( kadinkes Babar-red) itu memang belum ditandatangani,” kata Hendra di ruang kerjanya, Kamis (4/3).

Setiap pergantian tahun, kata Hendra memang ada beberapa instansi tertentu yang melakukan evaluasi kinerja terhadap PHL. Biasanya, kata dia, mereka akan dirumahkan sambil menunggu kontrak kerjanya diperpanjang atau tidak.

“Karena memang biasanya di awal tahun itu ada evaluasi kinerja dari yang bersangkutan. Mungkin beliau (Budi-red ) salah paham disitu, artinya dia tidak clear masalah itu. Sebenarnya yang tidak dibayar dua bulan itu kaitannya dengan kontrak,” jelas Hendra.

” Untuk itu instansi rumah sakit, memang kemarin saya memberi pilihan, mau tidak bekerja dulu boleh, atau mau tetap masuk silahkan. Pak Budi tetap masuk, mungkin dia beranggapan kontraknya diperpanjang,” lanjutnya.

Selain itu, Hendra menjelaskan ia sempat mendapat laporan bahwasanya saat Pilkada 2020, Budi tidak netral karena terafiliasi dengan salah satu paslon.

Padahal, pihak RSUD bersikap netral dan tidak mengintervensi pegawainya untuk mendukung salah satu paslon saat Pilkada 2020 lalu.

Terkait hal tersebut, pihaknya telah memanggil Budi untuk klarifikasi. Bahkan, pihaknya juga meminta Budi untuk menemui Bupati Bangka Barat, Markus guna klarifikasi. Akan tetapi, sampai saat ini Budi tidak juga melakukan hal tersebut.

” Itu bagi saya tidak masalah, yang penting memang itu harus diklarifikasi juga ke Pak Bupati waktu itu. Tapi ini bukan masalah itu saja, kinerja juga. Di akhir tahun itu ada evaluasi kerja. PHL ini kan setiap tahun ada evaluasi kerja, diperpanjang atau tidak itu nanti keputusan di tangan Pemerintah Daerah,” ujar Hendra.

Untuk itu, dia menegaskan kontrak kerja Budi sebagai PHL RSUD Sejiran Setason tidak diperpanjang lagi. Hal ini disebabkan, dari hasi evaluasi, kinerja Budi tidak memuaskan dan ia juga tidak netral dalam Pilkada 2020.

“Disitu ada dia tidak masuk tanpa keterangan. Kalau kontrak Pak Budi ini memang keputusannya tidak diperpanjang. Disiplin kinerja dan ini bukan hal utama, adalah klarifikasi yang belum beres. Bukan masalah dia tidak mendukung Markus, klarifikasinya itu yang kita tunggu dari Pak Budi yang sampai saat ini belum,” tegas Hendra.

Sementara, Kabag Tata Usaha RSUD Sejiran Setason, MS Rangkuti mengungkapkan pihaknya tidak dapat membayar gaji Budi dikarenakan kontrak kerjanya tidak diperpanjang lagi.

“Yang pastinya saya menyampaikan itu kontraknya, memang pihak yang membayar itu kita, tapi gaji itu dibayarkan berdasarkan surat menyurat. Tanpa ada SK, siapapun dia saya nggak berani bayar. Nanti kalau diperiksa saya habis,” kata Rangkuti.

Perihal laporan yang menyatakan Budi terafiliasi dengan salah satu paslon, kata Rangkuti, berdasarkan edaran Bawaslu Bangka Barat agar PNS dan PHL bersikap netral dalam Pilkada dan tidak mendukung paslon manapun.

” Terkait dengan politik, ada edaran dari Bawaslu, saya mengutip dari itu. Jadi tidak berhubungan apa yang disampaikan dengan dia harus ketemu Pak Bupati, bahwa disitu di absensi kita tertempel, itu ada edaran dari KPU, Bawaslu bahwa PNS PHL harus netral. Dasar saya berbicara berdasarkan kepegawaian,” tutup Rangkuti. ( IBB )

loading...

Check Also

KKS dan Kearifan Lokal Bangka Terima Bantuan dari Kemensos

WARTABANGKA, SUNGAILIAT – Kelompok Keserasian Sosial dan Kearifan Lokal di Kabupaten Bangka mendapat bantuan dana …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *