Gali Potensi Unggulan Daerah, Pemkab Bateng Gandeng Universitas Bangka Belitung

WARTABANGKA, KOBA – Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) menggandeng Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Bangka Belitung (UBB) untuk menggali potensi unggulan yang ada di daerah itu guna mendukung pembangunan lima tahun ke depan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Bateng, Sugianto menyebut berdasarkan hasil pembangunan tahun 2016 hingga 2021, sektor pertanian dan perkebunan menjadi potensi unggulan.

“Potensi unggulan daerah kita ada, cuma belum terpetakan secara sistematik. Maka dari itu kita gandeng UBB, agar ada kajian ilmiahnya hingga nanti kami akan mendapti produk unggulan masuk dalam skala prioritaskan pembangunan lima tahun ke depan,” katanya, Selasa (23/3).

Dia berharap dengan adanya kerja sama dengan UBB bisa semakinn mengembangkan potensi yang ada, khsususnya dalam membangun kesejateraan rakyat dan mendukung pembangunan Bateng yang lebih unggul.

“Kita harus membangun secara sinergis, terintegrasi, baik dari potensi masyarakat, kajian ilmiah dan visioner  membangun. Dengan ini kita tau strat up nya harus mulai dari mana sehingga bisa terukur untuk kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.

Selain menyusun kajian sumber daya alam tentang identifikasi potensi unggulan lima tahun ke depan, Pemkab Bateng juga memfokuskan program pemulihan pertumbuhan ekonomi, baik dari pelayanan publik, pembangunan sumber pembangunan prioritas yang diarkan pada peningkatan insfrastruktur kewilayahan dan sumber daya manusia.

“Sebesar apapun potensi yang ada jika pemberdayaan minim itu juga sulit, maka ini harus disesuaikan dengan anggaran yang ada. Dengan uang yang sedikit, efektivitas efisiensinya tinggi tapi daya ungkit ini lebih tinggi,” tuturnya.

Sementara itu Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bateng, Anas Ma’ruf mengatakan bahwa kajian perencanaan sumber daya alam ini bertujuan meningkatkan transparansi proses perencanaan, akuntabilutas dokumen perencanaan pembangunan dalam rangka penyusunan awal rencana pembangunan lima tahun ke depan.

“Pembangunan pada dasarnya adalah proses perubahan berbagai aspek kehidupan menuju kondisi yang lebih baik. Untu itu ini menjadi strategi yang kita lakukan untuk mengangkat potensi sumber daya alam guna mendukung pembangunan dan kesejahteraan kedepannya,” ungkap Anas.

Lebih lanjut dia mengatakan, berdasarkan data skunder yang diperoleh LPPM UBB beberapa sektor unggulan di Bateng yang mencangkup didalamnya pertanian, perkebunan, biofarmaka, peternakan, perikanan, kehutanan dan perdagangan dan pariwisata.

“Untuk pangan kita mencatat ada ubi kayu, ubi jalar, padi sawah menjadi potensi. Untuk hortikultura sendiri ada cabai rawit, sawi, bawang merah, durian, pepaya, pisang. Sedangkan untuk biofarmaka ada laos dan jahe. Untuk peternakan ada ayam buras, sapi, dan babi. Perikanan budidaya ada lelel dan nila,untuk kehutanan ada gaharu dan kayu pelawan dan lainnya,” kata Tim LPPM UBB, sekaligus dosen UBB, Robin saat memaparkan sektor unggulan di Bateng.

Untuk mengali potensi yang ada, pihaknya berharap agar instansi terkait dapat memberikan informasi data untuk mendukung pembangunan daerah yang lebih baik.

Presentasi pendahuluan kajian perencanaan sumber daya alam tentang identifikasi potensi unggulan di Bangka Tengah ini diikuti langsung oleh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan kepala desa atau lurah melalui aplikasi daring. (RN)

loading...

Check Also

Kementerian PPA Anugerahi Pangkalpinang Sebagai Kota Layak Anak 2021

WARTABANGKA.COM, PANGKALPINANG – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPA) Republik Indonesia menganugerahi Kota Pangkalpinang sebagai …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *