Jaga Ekosistem Pesisir Pantai, PT Timah Tanam 5000 Batang Mangrove di Lingkungan Nelayan II Sungailiat

WARTABANGKA, BANGKA – Menjaga ekosistem lingkungan di wilayah pesisir pantai, PT Timah Tbk kembali menanam mangrove. Kali ini, PT Timah Tbk bekerjasama dengan TNI menamam 5000 batang mangrove di Kawasan Muara Lingkungan Nelayan II Sungailiat, Kamis (7/10).

Penanaman mangrove ini yang menjadi rangkaian peringatan HUT ke-76 TNI ini turut dihadiri Bupati Bangka, Mulkan, organisasi masyarakat, Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Bangka, mahasiswa dan masyarakat sekitar.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Bangka, Lukman mengatakan, pesisir pantai kerap mengalami abrasi terutama di saat musim utara. Sehingga, penanaman mangrove ini bisa menjadi solusi untuk melindungi pemukiman warga dari abrasi.

“Kami miris melihat kondisinya, kawasan ini merupakan laut lepas sehingga kalau tidak dicegah gelombangnya bisa masuk ke pemukiman warga apalagi saat musim utara. Sehingga memang diperlukan penanaman mangrove,” katanya.

Menurutnya, kegiatan penanaman mangrove sudah pernah dilaksanakan beberapa kali, namun masih harus dilakukan secara terus menerus untuk meningkatkan luasan penanaman mangrove.

Lukman menyebutkan, dalam memelihara mangrove pihaknya bekerjasama dengan berbagai pihak seperti Laskar Pesisir, Karang Taruna nelayan, Remaja Masjid Nelayan dan ormas yang ada di Nelayan II.

Senada, Fiki (19) warga Nelayan II bersyukur PT Timah Tbk telah menanam mangrove di kawasan lingkungan II Nelayan Sungailiat. Ia menceritakan sebelum ditanam mangrove, jika gelombang pasang air di kawasan ini sering menyebabkan kecelakaan nelayan yang akan pergi melaut.

“Kami merasa penanamam pohon mangrove ini sangat efektif untuk membantu kami merasa aman ketika gelombang pasang laut tiba. Saya merasa dengan adanya bantuan dari PT Timah Tbk membuat kami pemuda pemudi yang asli penduduk di lingkungan ini untuk terus melestarikan kawasan ini,” ujarnya.

Bupati Bangka, Mulkan mengapresiasi penanaman mangrove yang dilaksanakan PT TImah Tbk, menurutnya hal ini selaras dengan program pemerintah dalam pemberdayaan lingkungan.

“Program ini sejalan dengan pemerintah, karena memberikan kesejahteraan serta jaminan keselamatan kepada masyarakat agar terhindar dari masalah banjir. Hutan merupakan penyanggah kehidupan manusia, jika hutan tidak ada maka timbul permasalahan seperti abrasi atau erosi,” sebutnya.

Jika hal ini tidak diantisipasi dengan baik akan menimbulkan kerusakan bangunan yang ada di sekitar baik yang telah dibangun warga maupun pemerintah. Selain menjaga lingkungan, mangrove ini juga dapat memperindah kawasan ini.

Mulkan berpesan, mangrove ini tidak hanya sekadar ditanam, namun juga harus dipelihara dan dirawat sehingga bisa tumbuh dan memberikan dampak lingkungan.

“Saya harap masyarakat merawat dan menjaga apa yang telah dilakukan ini, serta juga masyarakat disini dapat menginformasikan baik kepada pemerintah daerah setempat atau organisasi lainnya jika adanya kerusakan tanaman,” kata Mulkan.

Menurutnya, jika kawasan ini dikelola dengan baik bisa menjadi potensi wisata yang juga akan membantu ekonomi masyarakat sekitar.

“Lokasi ini bisa dijadikan destinasi wisata karena cukup luas serta strategis dekat dengan pusat kota. Ini juga menghidupi perekonomian masyarakat sekitar, contohnya jika ada tamu atau masyarakat yang ingin berkunjung ke hutan mangrove ini, dapat menyewa perahu dari masyarakat serta bisa melariskan produk UMKM warga sekitar,” sebutnya.

Sementara itu, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Stisipol Pahlawan 12, Topandra berharap kegiatan seperti ini lebih rutin dilaksanakan untuk menjaga ekosistem lingkungan.

“Semoga kegiatan ini lebih dirutinkan lagi dan kami berharap PT Timah Tbk bisa berfokus kepada rehabilitasi lingkungan agar kita bisa sama-sama menjaganya,” sebutnya. (rls)

loading...

Check Also

Proses Instalasi Komponen Mesin Capai 81 Persen, PLN 24 Jam Non Stop Pulihkan Sistem Kelistrikan Pulau Bangka

WARTABANGKA, PANGKALPINANG– Proses instalasi komponen mesin PLTMG dari Riau kini mencapai 81 persen. Sejak kedatangan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *