Kejari Babar Laksanakan FGD Tentang Legalitas Hak Atas Tanah dan Permasalahannya

WARTABANGKA.COM, MUNTOK – Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangka Barat (Babar) melaksanakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) tentang Legalitas Hak Atas Tanah dan Permasalahannya di Aula Kantor Kejari Desa Belo Laut, Jumat (18/6).

Kegiatan ini dihadiri oleh Kajari Babar, Helena Octavianne, Sekretaris Daerah Babar, Muhammas Soleh, Kasi Pengadaan Tanah dan Perencanaan BPN, M. Fahrizal Fahmi, Kepala OPD di lingkungan Pemkab Babar, camat, lurah dan segenap tamu undangan lainnya.

Kabari Babat, Helena Octavianne mengatakan kegiatan ini merupakan rangkan dari
Hari Ulang Tahun Kesatuan Jaksa Indonesia ke – 28.

Selain itu, dirinya ingin menekankan bahwa tugas jaksa adalah sebagai jaksa penyidik, penuntut umum dan juga jaksa pengacara negara.

“Dan yang namanya jaksa pengacara negara kewenangan aparat penegak hukum untuk bidang perdata tata usaha negara hanya di kejaksaan. Jadi kami menekankan ini adalah kinerja kejaksaan untuk menyelesaikan permasalahan tanah karena semua itu kayak pidum, pidsus, datun ikut serta dalam permasalahan tanah,” kata Helena.

Helena melanjutkan tujuan diadakannya kegiatan ini agar permasalahan tanah di Babar dari zaman transisi dapat segera selesai. Karena menurutnya, semenjak dirinya bertugas di Babar, ia sudah meminta pemda untuk memetakan permasalahan aset dan tanah.

” Biar masalah tanah di Bangka Barat biar bisa cepat selesai karena dari kemarin itu semenjak saya tugas disini dari awal saya sudah bicara dengan pemda petakan dong permasalahan terutama permasalahan permasalahan aset dari dulu jaman masih transisi yang dari Kabupaten Bangka ke Kabupaten Bangka Barat mana aset-asetnya mana tanahnya. Dan banyak permasalahan seperti misalnya ada beberapa aset milik pemerintah yang tidak ada alas haknya seperti itu antara lainnya,” ujar Helena.

Dijelaskan Helena, permasalahan tanah di Babar masih banyak yang belum jelas.

” Masih banyak makanya kami sebagai jaksa ya tadi itu jangan sampai terkena tindak pidana umum jangan sampai tindak pidana korupsi maka Jaksa Pengacara Negara juga ikut turun disini,” jelas Helena.

Selain itu, jika permasalahan ini belum juga selesai, maka pihaknya akan turun langsung untuk melakukan monitoring dan evaluasi ke desa dan kecamatan.

” Kita akan monitor kita akan evaluasi dan kemudian kita juga akan lihat perkembangan seperti apa. Dua tiga bulan kedepan kalau misalnya masih ternyata permasalahan masih banyak kita akan langsung turun juga ke desa atau kecamatan,” sebut Helena.

Maka dari itu, Helena menambahkan
beberapa dari permasalah tersebut sudah ada pendampingan dari Kejaksaan dan ada pula persoalan aset yang sudah mulai ada titik terangnya, walau pun semuanya saat ini masih dalam proses.

Sebagai daerah yang mempunyai banyak potensi, Helena menginginkan Bangka Barat bisa lebih maju dan sehat.

” Pengennya Bangka Barat lebih maju lebih sehat sebenarnya potensinya juga banyak makanya ini kan jaksa peduli kita jaksa peduli lingkungan, peduli Bangka Barat, jaksa peduli pariwisata dan kebudayaan dan jaksa peduli anak pokoknya jaksa ini jaksa negeri Bangka Barat adalah jaksa peduli. Kita pokoknya pengen Bangka Barat sehat maju,” tutup Helena. ( IBB )

loading...

Check Also

PT Timah Bersama Masyarakat Tanam 2000 Pohon Bakau di Kawasan Teluk Rubiah

WARTABANGKA.COM, MUNTOK – Divisi CSR PT Timah Tbk, Unit Metalurgi Muntok serta masyarakat Kampung Teluk …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *