Melati Erzaldi Dorong Komunitas Bangun Ekosistem UMKM Berbasis Digital

WARTABANGKA, PANGKALPINANG – Perubahan zaman memaksa semua sektor mau tidak mau menggunakan platform digital. Berubah atau tergilas oleh zaman. Salah satu sektor yang saat ini terus didorong untuk memanfaatkan platform digital ini adalah UMKM. Selain karena perkembangannya cukup baik, kemampuannya untuk mendukung perekonomian pun tidak diragukan lagi.

Hal ini disampaikan Melati Erzaldi selaku Koordinator Wilayah International Council for Small Bussiness (ICSB) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov Babel) saat live di akun Instagram Liputan 6, Jumat (4/12).

“Masih banyak UMKM, khususnya di Babel yang belum memanfaatkan platform digital untuk memasarkan produknya. Nah, kondisi inilah yang membuat pemerintah menggandeng komunitas maupun lembaga untuk memberi pendampingan mulai dari foto produk, pembuatan konten sampai pemasarannya. Di Babel sendiri kita ada lembaga non profit ICSB, Babel Academy, Babel Creathorium,” ujarnya.

Diakuinya ekosistem UMKM belum terkondisi dalam memanfaatkan teknologi digital dan bersaing di pasar global. Menurutnya, UMKM Babel perlu dibekali dengan kreativitas dalam meningkatkan kualitas produk, jangkauan pemasaran, permodalan, dan manajemen.

Untuk memperkuat ekosistem digital, Koorwil ICSB Babel, Melati Erzaldi mendorong anak-anak milenial bergabung dalam komunitas/lembaga untuk mendedikasikan dirinya memajukan UMKM di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

“Mereka ini perpanjangan tangan pemerintah untuk merangkul UMKM kita. ICSB sendiri berfokus memperluas penetrasi pasar UMKM sampai di ranah internasional. Untuk sampai ke situ, tentu saja dasarnya tetap pada digitalisasi UMKM. Di sinilah kolaborasi semua unsur diperlukan, baik pemerintah, lembaga/komunitas, dan pelaku UMKM sendiri,” ungkapnya.

Pemprov. Babel dan BUMN banyak mendukung dalam meningkatkan kompetensi anggota-anggota lembaga/komunitas itu sendiri.

“Mereka ini dibekali dengan pelatihan pemanfaatan platform, pemasaran dan manajemen. Sehingga pelaku UMKM kita ini nantinya memiliki daya saing global,” ujarnya lagi.

Lidi Nipah merupakan salah satu produk UMKM Babel yang sudah merambah pasar global. Produk tersebut sudah diekspor ke Nepal. Menurutnya pencapaian ini semakin memotivasi pelaku UMKM lainnya.

“Target kita ke depan, tidak hanya mengekspor lidi nipah dalam bentuk mentah, namun yang sudah diolah menjadi produk rumah tangga yang memiliki nilai jual lebih,” ujarnya

Selain itu, Koorwil ICSB Melati Erzaldi berharap, Babel juga bisa mengembalikan kejayaan lada sebagai salah satu produk premium yang memiliki daya saing global.

“Lada Babel sangat khas karena, memiliki tingkat pepperin 6-7. Dan ini hanya dimiliki oleh lada Bangka Belitung,” pungkasnya.

Sumber: Dinas Kominfo

loading...

Check Also

APBD Babel Tahun 2022 Defisit Rp 152 Miliar

WARTABANGKA, PANGKALPINANG – Rancangan APBD tahun 2022 akhirnya diketuk palu, dan sah setelah disetujui oleh …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *