Pelaku Pembunuhan Sadis di Desa Air Kuang Terancam 30 Tahun Penjara

WARTABANGKA, MUNTOK – Polisi menetapkan Muhammad Sarkawi (53) warga Desa Air Kuang, Kecamatan Jebus, Kabupaten Bangka Barat sebagai tersangka kasus pembunuhan terhadap istrinya Umiati (51) dan tetangganya Bakar (55). Tersangka Sarkawi terancam hukuman 30 tahun penjara.

Kapolres Bangka Barat, AKBP Fedriansah mengatakan tersangka dijerat sesuai dua laporan polisi atau LP. Yang pertama adalah LP atas nama Bakar dengan pasal 340 KUHP subs Pasal 338 KUHP dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara. Yang kedua adalah LP atas nama Umiati dan Uci dengan pasal 44 ayat 2 dan 3 Undang-Undang nomor 23 tahun 2004 dengan ancaman maksilam 15 tahun penjara.

“Untuk LP ini, ada dua LP yang kita sebagai dasar penyidikan ini dimana LP yang pertama untuk korban atas nama Bakar. Kemudian yang kedua atas nama istri pelaku dan anak karena yang LP kedua ini ada kaitannya dengan undang-undang kekerasan dalam rumah tangga karena korban merupakan istri dan anak dari pelaku untuk ancaman ini di atas 20 tahun penjara ancaman maksimalnya untuk LP yang pertama karena dari awal ada perbuatan persiapan dapat dikategorikan ini pembunuhan berencana pasal 340 pasalnya LP,” kata kapolres kepada awak media saat konferensi pers di Mako Polres Bangka Barat, Selasa (16/3).

“Kedua sebenarnya bisa diganti juga dengan pasal pembunuhan namun untuk saat ini kita ancam dengan pasal 44 ayat2 dan 3 Undang-Undang Nomor 23 tahun 2004 perihal KDRT dengan ancaman 15 tahunan. Untuk dua LP ini secara kumulatif di atas 30 tahun kalau secara maksimal untuk ancaman kepada pelaku tersebut,” tambah kapolres.

Dijelaskan kapolres, pelaku saat melakukan aksi brutalnya tersebut masih dalam keadaan sadar dan tidak terpengaruh minuman keras atau alkohol.

” Menurut pemeriksaan yang sudah dilakukan pihak polsek yang bersangkutan dalam keadaan sadar tidak terpengaruh minuman keras atau alkohol dan dia dalam keadaan sehat dan jasmani ini kaitannya dengan emosi yang tidak bisa dikendalikan ya karena sudah mungkin cemburu,” jelas Kapolres.

Sebelum kejadian mengerikan tersebut, kapolres menuturkan di pagi harinya, pelaku dan istrinya memang sempat cekcok. Tentunya ini membuat pelaku kesal. Ditambah lagi, ada hal-hal yang mengingatkan pelaku soal perselingkuhan sang istri dengan korban.

Hal ini pulalah yang menjadi puncak kemarahan pelaku dan membuat pelaku langsung melayangkan sebilah parangnya kepada korban dan istrinya sehingga mereka berdua tewas seketika.

“Awalnya di hari itu dia cekcok dengan istrinya namun ada beberapa kasus sebelumnya di mana istrinya diduga berselingkuh dengan korban artinya itu menjadi puncak kemarahan nya dia di hari itu. Jadi hari itu tidak ada ini akumulasi puncak kekesalan dia karena memang di pagi hari dia cekcok mulut istrinya akhirnya muncullah itu ingatan-ingatan masa lalunya dia jadi emosi tambah emosi dan itulah meluapkan kekesalan dia dengan membabi buta,” katanya. (ibb)

loading...

Check Also

Polisi Amankan Tiga Pengedar Sabu di Lubukbesar, Satu Diantaranya Mahasiswa

WARTABANGKA.COM, LUBUKBESAR – Anggota Satres Narkoba Polres Bangka Tengah berhasil mengamankan tiga pengedar narkoba dengan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *