Pelanggaran Protokol Kesehatan Covid-19 di Bateng Terancam Pidana Kurungan

WARTABANGKA, KOBA – Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah (Bateng), Polres Bateng ramu payung hukum dengan denda materil dan kurungan badan terhadap pelanggar potokoler kesehatan di masa pandemi virus Corona (Covid-19).

Kapolres Bateng, AKBP Slamet ady purnomo mengakui saat ini peramuan payung hukum dengan sanksi tegas bagi pelanggar protokol kesehatan masih tahap koordinasi lintas sektoral, termasuk referensi hukum lainnya yang juga dipelajari.

“Intens kita komunikasikan pembuatan payung hukum ini bersama pihak terkait lainnya,” kata AKBP Slamet, Selasa (5/1).

Selain melihat aspek hukum yang tegas, AKBP Slamet juga melihat aspek sosial dan ekonomi lainnya jika denda materil dan kurungan badan ini diterapkan.

“Harapan kita ketika payung hukum tersebut sudah ada, dalam penegakannya juga tidak menganggu perekonomian masyarakat di masa pandemi Covid-19,” harapnya.

AKBP Slamet mengatakan selama ini dalam penegakan Maklumat Kapolri Operasi Aman Nusa II tahun 2020, pihaknya hanya memberikan sanksi berupa teguran dan pembinaan fisik.

“Setelah itu, pelanggar juga wajib membuat surat pernyataan tidak mengulangi perbuatan yang sama dikemudian hari,” ungkapnya.

AKBP Slamat mengungkapkan data rekapitulasi penegakan Maklumat Kapolri Operasi Aman Nusa II mulai Maret hingga November tahun 2020, yakni pada kegiatan edukasi masyarakat melibatkan sebanyak 6.849 orang. Kemudian kegaiatan pembubaran massa melibatkan 2.621 orang.

“Kegiatan edukasi masyarakat tersebut, dimana kami bersama Pemkab Bateng mensosialisasikan bahaya Covid-19 pada diri sendiri, orang lain dan lingkungan sekitar. Pada kegiatan tersebut, kami juga membagikan Sembako kepada warga kurang mampu terimbas Covid-19 di Bateng,” ulasnya.

“Kemudian kegiatan pembubaran massa yang dimaksud, yakni semua aktivitas keramaian melibatkan banyak orang tanpa mematuhi protokol kesehatan semuanya kami bubarkan,” sambung AKBP Slamet.

Meskipun payung hukum berupa sanksi tegas ini belum ada. AKBP Slamet mengatakan pihaknya konsisten mensosialisasikan protokol kesehatan penanggulangan Covid-19, hingga pandemi Covid-19 ini berakhir.

“Salah tugas kami, melindungi masyarakat. Maka dari itu, dimasa pandemi Covid-19, kami akan menjadi salah satu instansi penggerak memutus mata rantai potensi terjadinya penularan Covid-19 di lingkungan masyarakat,” pungkasnya. (RN)

loading...

Check Also

Proses Instalasi Komponen Mesin Capai 81 Persen, PLN 24 Jam Non Stop Pulihkan Sistem Kelistrikan Pulau Bangka

WARTABANGKA, PANGKALPINANG– Proses instalasi komponen mesin PLTMG dari Riau kini mencapai 81 persen. Sejak kedatangan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *