Pembangunan Akses Jalan Pelabuhan Tanjung Ular Terkendala Soal Tanah, Ini Kata Dandim

WARTABANGKA, MUNTOK – Proses pembangunan akses jalan Pelabuhan Tanjung Ular di Desa Air Limau hingga Air Desa Putih, Kabupaten Bangka Barat masih terkendala kelengkapan dokumen dan nilai ganti rugi lahan warga di kawasan Areal Penggunaan Lain (APL).

Menurut Dandim 0431/Bangka Barat, Letkol Inf Agung Wahyu Perkasa, sebagai aparat negara yang ada di wilayah ini, tugasnya adalah bagaimana meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kita memiliki jabatan bukan semata-mata jadi seorang yang ada di atas tapi kita seluruhnya kita adalah pelayan masyarakat. Jadi sebenarnya kita ini melayani masyarakat. Pelayanan masyarakat yang kita lakukan itu ya harusnya kita tunjukkan bagaimana meningkatkan taraf perekonomian masyarakat langkah-langkah kita seperti apa,” kata Dandim saat rapat
koordinasi rencana pengadaan tanah pembangunan Jalan Tanjung Ular – Air Limau, di Ruang Rapat OR I, Kantor Bupati Bangka Barat, Kamis ( 25/2).

Dikatakan Dandim, salah satu langkah tersebut adalah rencana Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Tanjung Ular. Apabila pelabuhan ini telah terbangun, diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Bangka Barat.

“Ini ada suatu program ataupun suatu cara kita meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui kegiatan ini sehingga masyarakat terhubung dari satu desa ke desa lain, pengembangan kawasan ekonomi khusus ataupun Kawasan Industri pengembangan pelabuhan besar yang nantinya akan meningkatkan ataupun membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat,” jelas Dandim.

“Artinya kalau kita di sini bilang masyarakat Bangka Barat ini ga ada kerjaan cuma ngelimbang terus karena pertanyaannya lapangan pekerjaan apa yang disiapkan buat mereka karena tidak ada. Tapi kalau kita sudah memberikan membuka jalan kita bisa merencanakan pengembangan kawasan ekonomi khusus Artinya kita membuka lapangan pekerjaan buat mereka,” lanjutnya.

Dengan begitu, dirinya mengajak sejumlah pihak yang terlibat untuk ikut duduk bersama agar mencari solusi yang terbaik. Apabila tidak ditemukan solusi maka raoat yang diadakan hari ini sama sekali tidak ada artinya.

“Nah sekarang kita berkumpul ini kan mencari solusi supaya bagaimana yang kita rencanakan ini bisa berjalan. Kalau kita mau mencari solusi kita coba apa yang menjadi kesulitan kita pecahin tapi kalau apa yang menjadi kesulitan itu tidak bisa atau tidak ada solusinya yang bisa kita berikan ya selesai,” ujar Dandim.

“Mohon maaf Pak Sekda artinya kalau misalnya solusi itu tidak diberikan mohon maaf tidak ada gunanya juga kita berkumpul di sini karena tidak ada solusi. Kan kita datang ke sini untuk mencari solusi kita rapat sama-sama apa yang kesulitan,” imbuhnya.

Ditegaskan Agung, akses jalan Tanjung Ular–Desa Air Limau dikerjakan oleh TNI dengan program TMMD-nya, bukan oleh pengusaha. Seharusnya BPN ( Badan Pertanahan Negara ) tidak perlu khawatir akan timbul permasalahan hukum disebabkan kegiatan tersebut.

“Namanya program TMMD pak itu nggak pernah yang namanya ada permasalahan seperti itu kenapa? Kita TNI itu mengerjakan di suatu tempat di wilayah atas nama TNI artinya seluruh TNI yang ada di seluruh Indonesia ini terlibat. Tidak mungkin kita akan tinggal diam tidak akan mungkin kita mau istilahnya ada yang kurang ah kita biarin nggak mungkin Pak karena nama TNI akan dipertaruhkan,” sebutnya.

Untuk itu, pihaknya pasti akan melengkapi dokumen dan administrasi yang dipermasalahkan oleh BPN.

” Kita pasti akan mencari dan melengkapi administrasi itu. Kalau kita sekarang duduk bersama mencari solusi mudah-mudahan menemukan solusi tapi kalau kita datang duduk di sini tidak ada niatan untuk mencari solusi, ya saya rasa selesai. semoga kita yang hadir ada niat untuk memberikan solusi,” tutup Dandim. (IBB )

loading...

Check Also

Ringankan Korban Kebakaran di Kelurahan Pintu Air, PT Timah Serahkan Bantuan Sembako

WARTABANGKA, PANGKALPINANG – Meringankan beban korban kebakaran yang terjadi di Jalan Kenali Asam, Kelurahan Pintu …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *