Pemprov Babel Dorong Petani Kembangkan Sorgum

WARTABANGKA, SUNGAILIAT – Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mendorong para petani untuk dapat mengembangkan tanaman sorgum guna membantu ketahanan pangan daerah.

Gubernur Babel, Erzaldi Rosman saat panen Sorgum di Kelurahan Lubuk Kelik, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka, Rabu (3/2) menjelaskan, menanam sorgum sangat mudah, mengingat tidak memerlukan lahan khusus seperti sawah, sorgum dapat dibudidaya di area bekas pertambangan biji timah.

“Pola tanam juga sederhana, sekali tanam dapat panen empat kali karena akan tunas baru dari batang awal,” kata Erzaldi.

Dari batang sampai buah, sorgum kata dia memiliki nilai jual. Batang sorgum mengandung air gula seperti tebu sedangkan buahnya dapat diolah berbagai jenis olahan makanan.

Erzaldi mengakui, budidaya tanaman sorgum oleh petani di daerahnya belum lama atau baru sejak tahun 2018, tetapi sekarang sudah banyak dikembangkan petani.

Dia mengatakan sektor pertanian menjadi perhatian penuh karena dianggap mampu mempertahankan kesimbungan dan kekuatan ekonomi masyarakat.

“Tidak ada tawaran lain saat ini kita menguatkan petani untuk mengembangkan berbagai komiditi pertanian,” jelasnya.

Erzaldi menjelaskan, meski sorgum dapat dibudidaya di area bekas pertambangan biji timah. Namun, sorgum di Babel belum sepopuler di luar.

“Pola tanam Sorgum sederhana, sekali tanam dapat panen empat kali karena akan tunas baru dari batang awal,” katanya.

Saat ini kata dia, area kebun sorgum di Babelbaru mencapai 60 hektare dengan kemampuan produksi panen kurang lebih empat sampai tujuh ton perhektar.

Sementara Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Bangka, Elius Gani mengatakan saat ini terdata seluas 12.75 hektar kebun sorgum yang sudah siap panen yang tersebar di beberapa wilayah kecamatan.

“Untuk di wilayah Kecamatan Sungailiat terdapat 6.75 hektare sorgum siap panen, Kecamatan Mendo Barat seluas empat hektare dan Kecamatan Riau Silip seluas dua hektare,” katanya.

Sedangan lahan yang siap ditanami sorgun seluas 11.5 hektar terdapat di Kecamatan Mendo Barat satu hektare, Kecamatan Belinyu 10 hektare dan di Kecamatan Sungailiat terdapat 0,5 hektare.

Sementara, Pemilik kebun sorgum Bambang Prayitno membeberkan, dirinya menanam sorgum di lahan seluas 4,5 hektare yang terletak di Kelurahan Lubuk Kelik, Kecamatan Sungailiat.

Bambang menceritakan awal ketertarikannya, hingga ia memutuskan untuk menggarap lahan miliknya menjadi kebun sorgum. Ia melihat di berita, dunia bahkan Indonesia bisa saja akan menghadapi krisis pangan. Sehingga muncul keinginan pada dirinya bertanam sorgum.

“Sorgum ini masa panen kurang lebih 100 hari atau tiga bulan. Tanaman Sorgum, termasuk tanaman pangan yang tidak mempunyai perlakuan khusus,” ucapnya.(*/zen)

loading...

Check Also

KKS dan Kearifan Lokal Bangka Terima Bantuan dari Kemensos

WARTABANGKA, SUNGAILIAT – Kelompok Keserasian Sosial dan Kearifan Lokal di Kabupaten Bangka mendapat bantuan dana …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *