Ratusan Personel Polres Bateng Tertibkan Tambang Ilegal di Marbuk, Kenari dan Pungguk

WARTABANGKA.COM, KOBA – Ratusan personel Polres Bangka Tengah (Bateng) bersama unsur terkait menertibkan aktivitas tambang ilegal di Kolong Marbuk, Kenari dan Pungguk Koba, Senin (10/5). Hasilnya, sebanyak 5 ponton tambang diamankan petugas.

“Hari ini kembali kami melakukan penertiban di tempat ini. Sudah kita ketahui bersama bahwasanya sudah berulang-ulang kami lakukan penertiban, imbauan serta melaksanakan razia, namun terus berulang para penambang ilegal melaksanakan kegiatan. Kita minta pemilik alat tambang datang ke Mapolres Bateng atau ditangkap secara paksa,” kata AKBP Slamet.

AKBP Slamet mengaku sedih akan aktivitas penambangan yang masih dilakukan, padahal para pemimpin, pejabat, dan pihak terkait sudah datang langsung meninjau lokasi dan minta agar sebelum ada regulasi legal yang dikeluarkan, lokasi tambang Merbuk, Kenari dan Pungguk untuk dikosongkan dulu.

“Ya, ini sangat menyedihkan dan amat disayangkan, di mana terakhir kali bahwasanya pemerintah daerah, Polres Bangka Tengah, Polda, anggota DPR RI dan Bapak Dirjen Minerba dari Kementerian ESDM telah datang meninjau dan mengambil langkah-langkah yang nantinya akan menjadi suatu program, yang mana ke depannya akan ada langkah-langkah, sehingga Masyarakat dapat melakukan ataupun dapat menjadi bagian dari eks PT Koba Tin ini, yang selama ini menjadi polemik,” tuturnya.

Dia mengatakan bahwa setelah dilakukan pembongkaran dan penyitaan, selanjutnya akan dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Ya terus terang kami dari Polres Bateng lewat petunjuk dan perintah dari Polda pada hari ini melakukan pembongkaran, pembubaran, serta melakukan penyitaan terhadap para penambang ataupun ponton TI ilegal ini yang akan kita lakukan pendalaman penyelidikan, sehingga nantinya akan terang siapa di belakang ini semua,” ucap AKBP Slamet.

Ia meyakini bahwasanya banyak yang beralasan untuk melakukan penambangan ini untuk menghadapi Hari Raya Idulfitri 1442 H, dan pihaknya sangat mengerti akan hal itu.

“Kami tidak tinggal diam, sebelumnya semua tim sudah bergerak dibantu semua instansi dan Pemda sudah melayangkan surat ke Kementerian dan akan mengambil langkah-langkah,” ujarnya.

AKBP Slamet juga menekankan bahwa pemilik 5 ponton ini dalam kurun waktu 1 minggu, diminta untuk hadir ke Polres Bateng untuk dimintai keterangannya. “Satu minggu tidak datang, kami akan mencari dan menemukannya,” ungkapnya.

Menyikapi hal ini, AKBP Slamet tidak main-main, sebanyak 110 personel dikerahkan dalam kegiatan tersebut. “Penertiban ini juga dibantu unsur lainnya,” tutur AKBP Slamet.

Pada kesempatan ini, ia mengimbau kepada seluruh masyarakat, terutama para penambang, bahwasanya untuk menghargai para pemimpin dan perwakilan pemerintah.

“Kita harus hargai pejabat di negeri ini. Jangan seperti ini. Kami yakin bukan hanya masyarakat yang betul-betul membutuhkan, tapi ada oknum-oknum di belakang ini menggerakkan dan saya akan tunggu sampai mana mereka akan berbuat ini,” pungkasnya. (RN)

loading...

Check Also

Gubernur Erzaldi Pelajari Merak-Bakauheni

WARTABANGKA.COM, MERAK – Berkunjung ke Provinsi Lampung, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman diajak …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *