Tim Cobra Polres Bangka Tengah Ringkus Komplotan Pencuri Spare Part Ekskavator

WARTABANGKA, KOBA – Tim Cobra Polres Bangka Tengah (Bateng) meringkus komplotan pencuri spesialis spare part ekskavator. Penangkapan pelaku dilakukan polisi hingga ke daerah Mangga Besar Jakarta Barat.

Kasat Reskrim Polres Bateng, AKP Rais Muin mengatakan komplotan pencuri spare part alat berat ini, bernama Vincent Lay alias Achan, Ayong alias Jawe, Ahyung dan Bong Kwet Fu alias Abing alias Markus.

“Achan dan Jawe terlebih dahulu berhasil ditangkap Tim Cobra Polres Bateng di wilayah Bateng dan Bangka Selatan. Kemudian dilakukan pengembangan, hingga terungkap penadahnya Ahyung,” kata AKP Rais, Rabu (13/10).

Pengakuan Ahyung, spare part tersebut ia jual kembali ke Markus di Mangga Besar Jakarta Barat. Melalui jalur darat dari Bateng, Tim Cobra Polres Bateng mendatangi kediaman pelaku pada Rabu (29/9). Kedatangan Tim Cobra sempat tercium pelaku dan selama empat hari pelaku melarikan diri.

“Tim Cobra Polres Batengpun terus menelusuri keberadaan pelaku di Mangga Besar tersebut. Upayanya membuahkan hasil, Markus tertangkap di perumahan Malibu Jakarta Barat,” kata Rais.

Menurut Rais, setelah menunjukan surat perintah penangkapan, tim cobra melakukan penggeledahan di kediaman Markus dan mendapatkan barang bukti tersisa.

“Barang bukti yang berhasil diamankan Tim Cobra, yakni 2 unit monitor ekskavator merek Kobelco, 1 unit control pam ekskavator merek Kobelco, 1 unit control pam ekskavator merek Hitachi, 1 unit control pompa ekskavator merek Hitachi, 1 unit control pompa ekskavator merek Kobelco dan 2 unit ECM merek Hitachi,” ungkapnya.

Para pelaku, kata Rais telah mengakui perbuatannya mencuri sparepart ekskavator di 6 Tempat Kejadian Perkara (TKP), tersebar di Kabupaten Bangka Tengah, Kota Pangkalpinang dan Kabupaten Basel.

TKP pertama, bulan Juli tahun 2020 di Basel, mereka mencuri kontroler dan monitor ekskavator merek Komatsu. Kedua, TKP Basel juga mereka mencuri kontroler, monitor, ecu, box skring ekskavator merk Kobelco. Lalu TKP ketiga di Kecamatan Lubuk besar kabupaten Bateng, mereka mencuri 2 kontroler, 2 monitor ekskavator merek Hitachi.

Bulan Mei tahun 2021, komplotan ini melakukan aksinya kembali dengan mencuri 2 kontroler, 2 monitor ekskavator merek CAT di Basel. Lanjut Juli 2021, mereka mencuri monitor ekskavator mini merek Hitachi di Kota Pangkalpinang. Kemudian TKP terakhir bulan yang sama, mereka mencuri monitor ekskavator mini merek Hitachi di Pasir Putih Kota Pangkalpinang.

“Modusnya sama, Achan dan Jawe mencurinya. Lalu hasil curian dijual ke Ahyung, dan Ahyung menjualnya kembali ke Markus di Jakarta Barat. Akibat perbuatan komplotan ini, para korban menderita kerugian materil dengan total mencapai Rp100 juta,” sebut Rais.

Rais menegaskan komplotan ini akan di jerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dan pasal 480 KUHP tentang penadahan. Pasal itu akan dijerat sesuai dengan peran masing-masing.

“Ancaman kurungan penjara menanti mereka di atas 5 tahun,” pungkasnya. (RN)

loading...

Check Also

Hadirkan Telekomunikasi di Daerah Pelosok, Gubernur Babel Minta Komitmen Operator Seluler

WARTABANGKA, JAKARTA – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman meminta para operator seluler untuk …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *