Warga Desa Penyak Minta PT MSK Naikkan Harga Timah

WARTABANGKA, KOBA – Pihak Desa Penyak, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah membuat spanduk larangan bagi pihak PT Mitra Stania Kemingking (MSK) melewati jalan sepanjang 8 km dan Pelabuhan Daeng Desa Penyak yang dibuat secara swadaya oleh masyarakat, Jum’at (24/9). Hal ini buntut dari tuntutan warga agar PT MSK membeli harga timah masyarakat dengan harga yang sesuai.

Kepala Desa (Kades) Penyak, Sapawi membenarkan bahwa masyarakatnya yang berprofesi sebagai penambang timah mitra kerja PT MSK meminta ada kenaikan harga timah. Saat ini harga timah dengan kadar SN 1.2 senilai Rp180 ribu/kg dipasaran, sementara PT.MSP membelinya hanya Rp90 ribu/kg dengan kadar SN 1.2 dan SN 1.3 sebesar Rp135 ribu/kg.

“Harga ini menurut warga sangat murah sekali, sementara biaya operasional per hari Rp.1 juta. Makanya warga Penyak menyampaikan aspirasi ini ke pihak desa, dan pihak desa telah menyampaikan hal ini ke PT MSK,” kata Sapawi, Selasa (5/10).

“Sebelum dipasang spanduk, sudah kami sampaikan ke PT.MSK namun belum ada tanggapan pasti,” kata Sapawi.

Sapawi mengaku kaget, esok harinya Sabtu (25/9) penambang timah Desa Penyak di wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) ataupun di luar IUP PT.MSK mendengar suara letusan senjata api sebanyak 3 kali.

“Warga melapor ke kami perangkat Desa Penyak, bahwa telah mendengar suara letusan saat melakukan aktivitas penambangan timah. Saya heran, kok aksi anarkis tidak ada, malah ada suara letusan. Dan hal ini akan ditanyakan ke PT.MSK, apakah letusan itu berasal dari pihak keamanan mereka atau bukan. Kejadian ini, membuat traumagh masyarakat, karena terjadi pertama kali di Desa Penyak,” ungkap Sapawi.

Mendengar hal-hal yang memicu keributan, akhirnya ratusan warga mendatangi Pelabuhan Daeng Desa Penyak pada Rabu (29/9). Disana warga menyebut tidak menolak kedatangan PT.MSP, namun tuntutan warga juga harus dipenuhi.

“Sementara waktu, warga minta PT.MSP jangan dulu pakai fasilitas swadaya masyarakat sebelum tuntutan warga dipenuhi,” tegasnya.

Terpisah, pihak PT MSK, Sutoyo menyebut saat ini pihaknya sedang diskusi tingkat internal, lalu terus menjalin komunikasi dengan pihak Desa Penyak.

“Kami sekarang terus berkomunikasi dengan Pak Kades, terkait adanya pemasangan spanduk larangan menggunakan akses jalan dan pelabuhan daeng,” kata Sutoyo saat dihubungi melalui WhatsApp.

Kemudian masalah harga timah, Sutoyo mengaku pihaknya tidak akan menyesuaikan harga timah di luar PTMSP. Sebab, kata dia, pihaknya harus membayar pajak, royalti, reklamasi dan lain-lain.

“Kadar Sn 1.18-1.19: 90 rib u, kadar Sn 1.20-1.21: 110 ribu, kadar Sn 1.22-1.23: 115 ribu, kadar Sn 1.24-1.25: 120 ribu, kadar Sn 1.26-1.27: 125 ribu, kadar Sn 1.28-1.29: 130 ribu, kadar Sn 1.30-up: 135 ribu,” kata Sutoyo.

Disinggung adanya bunyi letusan sebanyak 3 kali, Sutoyo berjanji akan mendalami informasi ini di internal PT MSP. Ia pun mengakui juga mendapat laporan dari kades Penyak, prihal ini.

“Kita cari tahu dulu, belum bisa komentar terkait bunyi letusan di lapangan,” pungkas Sutoyo. (RN)

loading...

Check Also

Hadirkan Telekomunikasi di Daerah Pelosok, Gubernur Babel Minta Komitmen Operator Seluler

WARTABANGKA, JAKARTA – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman meminta para operator seluler untuk …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *